Festival Legu Gam di Ternate

0
197

Mari mengenal Festival Legu Gam.

Sultan dan Permaisuri Ternate
Sultan dan Permaisuri Ternate

Ternate memiliki sejarah yang istimewa. Tak hanya itu, daerah yang masuk  wilayah administrasi Maluku Utara dan mempunyai luas 110,7 kilometer persegi ini juga punya agenda dan tujuan wisata yang menarik serta bahasa yang menjadi rujukan bahasa Melayu yang digunakan masyarakat Timur Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Sultan Baabullah [1570-1583], Ternate berhasil bebas dari kekuasaan Portugal pada tahun 1575. Sultan Baabullah membawa Ternate menjadi daerah di Nusantara yang pertama kali berhasil mengusir penjajahan bangsa Eropa.

Dari segi wisata, Ternate memiliki benteng-benteng peninggalan penguasa kolonial, masjid bersejarah, pantai yang indah, dan wisata alam serta budaya lainnya. Salah satu kegiatan budaya yang akan dilangsungkan di bulan April ini adalah Festival Legu Gam.

Dalam arti harfiahnya, Legu mengacu kepada ‘pesta’ dan Gam berarti ‘kampung’ atau ‘rakyat’. Bila disatukan Legu Gam berarti ‘Pesta Rakyat’.

Legu Gam adalah sebuah tradisi masyarakat Maluku Utara untuk merayakan ulangtahun Sultan Ternate, dan menggambarkan keharmonisan antara keluarga kerajaan dan rakyat biasa.

Kapan pertama kali diselenggarakan Legu Gam tidak diketahui. Tetapi era Kesultanan Ternate di mulai pada kepemimpinan Zainal Abidin [1486 – 1500]. Festival Legu Gam sempat terhenti pada 1950.

Kini di bawah kepemimpinan Sultan Mudaffar Sjah, festival ini dibangkitkan kembali. Karena itu sejak tahun 2002, Legu Gam menjadi salah satu tujuan wisata di Ternate yang menampilkan beragam budaya Ternate dan kulinernya.

Pada tahun ini, Festival Legu Gam yang sekaligus perayaan ulangtahun ke-79 Sultan Ternate Mudaffar Syah, akan diselenggarakan pada 13 April hingga 27 April 2014, dan bertempat di Lapangan Ngara Lamo, Kelurahan Letter C, Kota Ternate, Maluku Utara.

Menurut Permaisuri Sultan Ternate, Boki Ratu Nita Buddhi Susanty di Jakarta, beberapa waktu lalu mengatakan, festival ini untuk menggali potensi alam dan budaya di Maluku. Dan yang spesial pada tahun ini adalah adanya Ternate Fashion Street dan Kirab Budaya Nusantara.

Tema Legu Gam tahun ini adalah “Ekspedisi Kie Raha, Satukan Nusantara” dan salawaku atau perisai akan menjadi maskot festival tahun ini.

Ada yang berminat berkunjung ke sana? « [teks @bartno | foto courtesy of disbudpar.kotaternate.com]

SHARE