Baik Mana: Tunai atau Non-Tunai?

0
1080

Jangan ragu lagi lakukan transaksi dengan gesek.

credit card and dollar close-up

Kekuatiran tentang keamanan saat berbelanja  masih menjadi perhatian masyarakat. Jadi tak heran jika masih banyak masyarakat yang mengandalkan uang tunai untuk sistem pembayaran.

Baik uang tunai maupun non-tunai memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Lantas manakah yang terbaik?

“Saya lebih suka pakai uang non-tunai karena kalau pegang uang tunai berapa pun jumlahnya pasti habis. Boros banget jadinya. Belum lagi kalau bayar pakai uang tunai, kembalian recehannya suka dikasih permen. Sedangkan uang non-tunai bisa kita atur pemakaiannya,” ungkap financial planner, Prita Ghozie, dalam talkshow “Yuk, Kenali Sistem Pembayaran” di Atrium Mari Mall Makassar, Sabtu lalu.

Prita menambahkan, keuntungan bertransaksi uang non-tunai jauh lebih aman. Apalagi, kita bisa mengetahui pengeluaran yang tak kita sadari hanya dengan melakukan cetak bukti transaksi di bank tanpa harus repot-repot menulisnya di buku. Keunggulan ini yang tidak dimiliki uang tunai. “Kita seakan memiliki manajer keuangan pribadi. Nggak perlu repot-repot lagi,” tambahnya.

Rosmaya Hadi, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, menegaskan bahwa kini pembayaran non-tunai sudah aman. Apalagi, dalam rangka Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada 20 April mendatang, Bank Indonesia telah melakukan usaha-usaha untuk melindungi konsumen, seperti penggunaan teknologi chip pada kartu ATM/debit, penyampaian konfirmasi transaksi untuk transaksi tertentu, penggunaan PIN hingga etika penagihan kartu kredit.

“Misalnya kartu kredit, Bank Indonesia sudah mengatur dan membatasi bunga yaitu maksimal 2,95 persen, sehingga pilihlah bank yang memberikan bunga terendah. Kami juga mengatur etika debt collector untuk menagih utang kepada konsumen,” jelas Rosmaya.

Supaya Anda tak was-was lagi, Ghiboo berikan sedikit ‘pencerahan’ mengenai uang non-tunai sekaligus saran dari Prita Ghozie agar tak salah memilih kartu yang sesuai dengan kebutuhan.

1. Kartu kredit
what jenis pembayaran yang tidak menggunakan tabungan.
who mereka yang sudah berusia 21 tahun atau sudah menikah dan yang memiliki digaji minimal 3 juta rupiah. Setiap orang maksimal memiliki dua kartu dari bank penerbit yang berbeda.
benefit bagus untuk melakukan transaksi yang bersifat cicilan dan promosi marketing. Apalagi kini, bunga sudah diatur BI, yaitu maksimal 2,95 persen.

“Supaya aman, limit maksimal penggunaan kartu kredit adalah dua kali gaji. Jika gaji Anda 5 juta per bulan, maka utang maksimal Anda 10 juta untuk satu kartu kredit,” jelas Prita.

2. Uang Debit
what jenis pembayaran yang terhubung dengan rekening tabungan Anda.
who siapa saja yang memiliki tabungan.
benefit Pembayaran dengan debit akan mengurangi jumlah nominal tabungan tetapi justru membantu Anda untuk mengawasi pengeluarannya. Disertai penggunaan PIN sehingga aman untuk digunakan.

“Sebaiknya memiliki dua rekening berbeda. Pertama, digunakan untuk kondisi darurat, dan kedua untuk aktivitas sehari-hari, seperti berbelanja,” ungkap Prita.

3. ATM
what automated teller machine/anjungan tunai mandiri
who siapa saja yang memiliki tabungan. Cara mudah untuk mendapatkan tunai, transfer uang atau membayar tagihan bulanan, seperti telepon, asuransi, dan sebagainya.
benefit disertai PIN untuk sistem keamanan

4. Uang elektronik
what uang diterbitkan dengan cara disetorkan terlebih dahulu. tidak butuh tabungan.
who bisa digunakan siapa saja. tidak menggunakan tabungan dan bersifat sebagai pengganti uang tunai
benefit banyak dipakai anak muda untuk membayar sesuatu yang sifatnya berulang dan dalam nominal kecil, seperti transportasi, parkir, dan belanja.
disadvantage uang elektronik terbagi dua: registered dan unregistered. Untuk registered, jumlah nomimal di uang elektronik bisa mencapai 5 juta dan bisa diblokir jika mengalami kehilangan. Sebaliknya unregistered hanya bisa mencapai 1 juta dan tidak bisa dilacak jika mengalami kehilangan. « [teks @innesspw | foto vantineimaging.com]

SHARE