Oka Antara dan Tubuh Bugarnya

0
442

Oka Antara berbicara mengenai kebiasaan olahraganya.

OKA ANTARA-2Perfilman Indonesia kembali berkibar dengan hadirnya film The Raid 2 garapan Gareth Evans. Tidak hanya filmnya, para pemainnya pun juga mendapat banyak pujian dan menjadi buah bibir dikalangan para penikmat film, sebut saja Oka Antara.

Walaupun bukan menjadi satu-satunya pemeran central dalam film The Raid 2, kehadiran Oka Antara cukup menarik perhatian mata para penonton. Dengan tampang cool dan tubuh tegap dibalut setelan jas lengkap, membuat Oka menjadi idola semua orang.

Tubuh tegap Oka didapatnya dari rajin berolahraga. Sedari kecil, pemilik nama lengkap Nyoman Oka Wisnupada Antara tersebut memang doyan olahraga. Olahraga yang menjadi favoritnya adalah American boxing, basket, dan American football.

“Gue suka banget olahraga karena olahraga itu bahasa universal ya. Maksud gue kalau lo ngajarin yang lain aja, seperti matematika, fisika, kimia, lo harus nunggu tahun tertentu buat ngajarin itu. Yang tidak mengenal umur, yang bisa dinikmati sama semua umur itu ya olahraga. Orang dari berbagai macam negara bisa suka sama satu olahraga tanpa harus mengerti bahasanya dan dari tua sampai muda bisa teriak-teriak ngeliat orang menang KO-in orang itu kan sesuatu yang bisa melampaui batas demografis,” ujar suami dari Rara Wiritanaya tersebut.

Sedari kecil, Oka memang sudah terbiasa melakukan olahraga. Kebiasaan tersebut ia lanjutkan hingga dewasa. Namun karena padatnya jadwal syuting, ia lebih memillih melakukan olahraga yang sifatnya individual, seperti boxing.

Ia menekuni latihan boxing karena boxing termasuk olahraga lengkap yang ada latihan lari dan latihan lompat skipping. Selain itu, ia tidak perlu bergantung kepada teman-temannya yang memiliki jadwal yang tidak kalah padat darinya. Walaupun ia lebih menyukai olahraga yang bersifat individu, ia mengaku tidak suka fitness. Menurutnya, fitness bukanlah olahraga karena tidak ada interaksi dengan orang lain.

“Beberapa olahraga yang gue suka banget itu kebanyakan olahraga kolektif, kayak basket, football, dan itu harus menunggu orang lain bisa baru gue bisa, bukan olahraga individu. Jadi memang akhir-akhir ini gue lebih deket sama olahraga yang sifatnya individu, kayak boxing. Gue cuma butuh skipping rope, samsak, telponan sama pelatih, janjian, udah deh one on one. Jadi gue kalau selain syuting, lebih banyak ngabisin waktu seperti itu. Meskipun gue suka olahraga individu, gue paling nggak suka fitness karena sendiri, nggak interaktif. Bukan sport menurut gue.

Boxing menurut gue udah lengkap sih. Di boxing ada lari juga. Kan kita latihan skipping rope terus lari juga. Lengkap lah. Jadi karena gue syuting padat dan nggak tahu libur kapan, dan ketika gue libur, temen-temen gue nggak available. Jadinya gue nyari yang paling gampang aja lah. Tanpa harus nyari temen, nyari orang, nyari lawan main, gue bisa olahraga sendiri,” kata pria asal Bali tersebut.

Selain olahraga, Oka juga sangat menjaga pola makannya. Ia rajin melakukan diet saat dirasa tubuhnya sudah mulai tidak enak dipandang. Walaupun ia sangat menjaga makan, ia masih belum bisa menghindari junk food. Diakuinya, ia termasuk pecinta junk food yang juga menurun kepada tiga buah hatinya.

“Yang jelas gue harus ngejaga [pola makan]. Karena kalau gue nggak ngejaga [pola makan], gue nggak bakal laku hahaaa. Tapi, lucunya gue masih belum bisa hindari junk food. Itu keburukan yang nurun ke anak-anak gue karena gue pecinta junk food. Tapi gue selalu bisa ngebatasin diri gue karena gue selalu punya pola kapan gue harus diet. Ketika gue ngeliat diri gue udah bukan kayak Oka, itu berarti gue harus diet. Dan setiap bulan tuh setidaknya gue detoks tiga hari,” ujar pria berusia 33 tahun tersebut.

Salah satu indikasi saat dirinya harus melakukan diet adalah dari rasa ngantuknya. Jika ia menjadi merasa sering merasa kantuk, itu tandanya ia mulai kelebihan karbohidrat atau gula. Pola diet yang ia lakukan adalah dengan mengurangi makan malam. Selain itu, ia juga mengurangi makan karbohidrat, seperti nasi atau mie.

“Indikasinya ya kalau kaca kan kadang suka nipu sih. Sebetulnya yang lebih jujur itu sih tingkat ngantuk gue. Kalau misalnya gue ngantuknya lebih sering, kayak siang ngantuk banget, itu tandanya gue udah kelebihan gula, entah kebanyakan karbohidrat atau kebanyakan gula karena gula kan emang bikin ngantuk.

“Cara benerinnya, gue ngurangin makan. Gue emang bukan pakar diet ya, gue juga nggak ngerti-ngerti banget. Tapi yang paling sering gue lakukan, gue ngehindarin makan malam yang berlebihan dan bahkan gue nggak makan malem sama sekali. Sebenernya makan malam terserah jam berapa, tapi tidurnya tiga jam setelah itu sih. Kalau nggak, gue sempetin ngapain dulu gitu kayak olahraga dulu sebentar. Tapi kalau pola makan, gue coba ngehindarin karbohidrat, seperti nasi atau mie karena itu yang akan membuat perut lo mengembung gitu,” ujar pria berlesung pipi tersebut. «[teks dan foto @ratihwinanti]

 

SHARE