Cara Seto Mulyadi Asuh Anak

0
468

Kak Seto dukung anak kembangkan bakat.

kak Seto

Seorang pria paruh baya duduk di deretan kursi paling belakang di antara kerumunan para pencari berita. Senyuman yang khas dari pria dengan baju batik, kacamata, serta gaya rambut poni belah pinggir membuat kami mudah mengenalinya.

Ya, sore itu Ghiboo bertemu langsung dengan Psikolog Seto Mulyadi di sebuah restoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Rasa penasaran kami akan kehadirannya di acara jumpa pers terjawab ketika seorang remaja putri menghampirinya, mendaratkan sebuah kecupan di pipinya, dan berkata “Yah, aku ke depan dulu ya..”

Kak Seto –panggilan akrabnya– berbagi cerita kepada Ghiboo dan beberapa rekan media tentang dukungannya terhadap sang putri, Nindya Putri Catur atau lebih dikenal sebagai Dhea Seto.

“Dhea memang salah satu anak yang aktif sejak kecil. Beranjak remaja, banyak kegiatan yang ia lakukan. Hobinya menari tetapi juga pernah jadi bintang iklan dan pernah main sinteron, kini ia main film layar lebar,” ujar pria kelahiran 28 Agustus 1951 ini.

Sebagai orangtua, ia  menilai syuting film ataupun menari bukan sebuah ekploitasi karena anak tidak dipaksa untuk menghasilkan uang. Ini merupakan cara yang dilakukan untuk mengembangkan bakat dan potensi anak. Oleh sebab itu, ia akan secara penuh memberi dukungan terhadap hal-hal positif yang dilakukan anak-anaknya selama tak menggangu jadwal rutin mereka.

“Selama ini untuk pemilihan perannya, saya tidak pernah ikut campur. Selama bisa mengampanyekan mengenai pemenuhan hak anak, hak anak untuk mendapatkan informasi yang benar, hak anak untuk menmperoleh sesuatu yang baik untuk teman-teman remajanya dan tidak menggangu waktunya untuk belajar dan istirahat, saya sebagai orangtua pasti dukung,” lanjutnya sambil menebar senyum.

Umur putri bungsunya yang beranjak 16 tahun ternyata membuat suami Deviana ini menerapkan cara yang berbeda dalam mendidiknya. Kak Seto dan sang istri ternyata tidak selalu memosisikan dirinya sebagai orangtua. Mereka menerapkan pola pengasuhan yang demokratis dalam keluarganya.

“Semua anak saya, tidak ada yang mau ngikut jejak ayahnya jadi psikolog. Kami memberi kebebasan anak untuk memilih apa yang dia mau kembangkan. Seperti Dhea yang keliatannya lebih nyaman jadi penari hip-hop ketimbang jadi aktris dan sebagai orangtua saya tetap terus beri dukungan,” lanjut pria yang lahir di Klaten, Jawa Tengah ini.

Di akhir perbincangan kami, Kak Seto sedikit berpesan kepada semua orangtua bahwa janganlah hanya bermimpi punya anak penurut, tapi anak remaja yang mandiri dan bisa bekerjasama dengan Anda jauh lebih penting. Itu semua bisa terjadi kalau ada komunikasi yang baik antara sang orangtua dengan anaknya. « [teks @boyMALI | foto @gregbimz]

SHARE