Sha Ine Febrianti ‘Hidupkan’ Cut Nyak Dien

0
512

“Dramatique Reading: Cut Nyak Dien”, angkat kegundahan Cut Nyak Dien di tengah peperangan Aceh.

Ine Febrianty saat membawakan seni monolog Dramatique Reading: Cut Nyak Dien, di Auditorium Galeri Indonesia Kaya [foto: Image Dynamics]
Sha Ine Febrianti saat membawakan seni monolog Dramatique Reading: Cut Nyak Dien, di Auditorium Galeri Indonesia Kaya
 Salah satu pahlawan nasional Indonesia, yang berasal dari Aceh, Cut Nyak Dien,’hidup’ kembali!

Eitsss, jangan takut dulu. Hidup yang dimaksud Ghiboo bukan dalam arti sebenarnya. Melainkan, pahlawan wanita kemerdekaan Indonesia ini, kembali hidup dalam sebuah aksi seni monolog bertajuk, “Dramatique Reading: Cut Nyak Dien” yang dibawakan Sha Ine Febrianti, di Auditorium Galery Indonesia Kaya, Minggu [13/04].

Dalam waktu kurang lebih 40 menit, Sha Ine Febrianti menghidupkan kembali karakter Cut Nyak Dien, yang dikenal dan dikenang luas atas semua jasa-jasanya dalam melawan penjajah Belanda. Dan, untuk segala perjuangannya dalam Perang Aceh, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

Di penampilannya tersebut, aktris yang kerap disapa Ine ini membuka kisah Cut Nyak Dien saat diasingkan di Sumedang. Dalam seni peran monolognya, Ine ini pun berhasil membawa pengunjung Galeri Indonesia Kaya melihat Perang Aceh dari sudut pandang seorang Cut Nyak Dien.

Karakter Cut Nyak Dien yang dibawakan Ine, tak hanya memperlihatkan sang pahlawan dari segi kepiawaiannya sebagai pahlawan perang yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga menunjukkan karakter Cut Nyak Dien sebagai wanita yang kuat dengan sifat-sifat perempuanannya.

Cut Nyak Dien merupakan Pahlawan Nasional yang jasanya sangat besar bagi bangsa ini. Namun, banyak yang tidak mengetahui pergolakan seorang perempuan Aceh ini ketika dia berada di tengah peperangan, ketika suaminya mati dibunuh penjajah, dan hal-hal yang mendorong dia untuk mengobarkan semangat perlawanan terhadap penjajah.

“Sebagai seorang perempuan, karakter Cut Nyak Dien ini begitu kuat dan mendorong saya untuk menampilkan monolog yang tidak hanya menghibur, namun juga memberikan pelajaran sejarah perjuangan bangsa ini kepada generasi muda,” ujar aktris sekaligus sutradara dan seniman kelahiran Semarang ini.

Luar biasa dan mengesankan, mungkin pujian yang bisa diberikan kepada Ine Febrianti saat membawakan “Dramatique Reading: Cut Nyak Dien”. Pihak penyelenggara pun memberikan alasan, mengapa istri sutradara Yudi Datau ini, pantas memerankan karakter Cut Nyak Dien.

“Sha Ine Febrianti adalah salah satu anak muda yang bertalenta dan konsisten bergelut dalam dunia seni peran Indonesia. Tak hanya sebagai aktris, namun juga sebagai sutradara dan penulis yang membuat kiprahnya di dunia teater dan layar lebar diakui masyarakat.

“Karena itu, Galeri Indonesia Kaya menggandeng Sha Ine Febrianti untuk menampilkan pertunjukan monolog yang akan memberikan perspektif baru mengenai seni peran kepada para pengunjung Galeri Indonesia Kaya,” papar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Sekadar informasi Sha Ine Febriyanti memulai kariernya sebagi model dan bintang sinetron. Ia kemudian menyusuri dunia seni peran Indonesia sebagai aktris, sutradara, dan penulis. Ia sukses membintangi beberapa film seperti Beth dan Laksamana Keumalahayati.

Sedangkan sebagai sutradara dan penulis, Ine menyutradarai dan menulis skenario film Tuhan Pada Jam 10 Malam dan Selamat Siang Risa, juga menggarap sejumlah film dokumenter.

Pada tahun 2012, ia mendapatkan beasiswa Asian Film Academy Busan di Korea Selatan bersama 23 sineas berbakat lainnya dari seluruh Asia, dan tercatat sebagai perempuan pertama dari Indonesia yang mendapatkan beasiswa tersebut. « [teks @DonT_D4 | foto courtesy of Image Dynamics]

SHARE