Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

0
386

Bayangkan bila dunia ini tanpa gajah.

nadiaSetelah menempuh penerbangan berjam-jam, sampailah tim Let Elephants Be Elephants [LEBE] di Bandar Udara Jomo Kenyatta, Nairobi, Kenya, Afrika.

Adalah model dan pecinta lingkungan hidup Nadya Hutagalung yang jadi salah satu orang di balik kampanye penyelamatan gajah Afrika ini. Perempuan berusia 40 tahun ini pun banyak berkisah ketertarikannya untuk bergabung dalam film dokumenter berjudul sama yang akan ditayangkan Rabu [23/4] pukul 18.00 wib di National Geographic Channel dan Jumat [25/4] pukul 09.30 WIB di Nat Geo Wild ini.

Anda pasti pernah mendengar kata pepatah gajah mati meninggalkan gading. Tapi tampaknya pepatah itu tak sesuai lagi karena sekarang gajah mati dibunuh karena gadingnya. Jika Anda pernah melihat atau membeli aksesoris dari gading seperti gelang, cincin, atau kalung, Anda harus tahu bahwa setiap perhiasaan dari gading itu memiliki sejarah berdarah.

“Saya menetap sebulan di Kenya untuk film dokumenter ini. Saya terjun langsung ke alam liar Afrika dan mendapatkan pengalaman berharga di sana,” ungkap Nadya saat Ghiboo temui di Hotel Shangri-La Jakarta.

Melalui film dokumenter ini, Nadia berharap masyarakat sadar bahwa setiap gading yang diambil tak hanya sekadar membunuh gajah. Lebih dari itu, nyawa ranger gajah, pengawas gajah di wilayah konservasi, juga jadi taruhannya.

“Gajah dibunuh memakai tombak beracun, lalu wajahnya dipotong untuk mengambil gadingnya. Terkadang ranger-nya nggak tahu, saking luasnya area konservasi tersebut. Lebih malang lagi, ranger-nya bisa dibunuh pemburu liar jika melindungi gajah tersebut,” jelas Nadya panjang lebar. “Inilah yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat Asia. Setiap gading yang Anda beli berarti seekor gajah mati secara sadis.”

Begitulah kenyataan pahitnya. Namun, penjelasan Nadya cukup beralasan. Menurut Dr. Tammie Matson, ahli gajah dan penulis buku, setiap bulannya diperkirakan 100 ekor gajah mati karena pemburu liar. Tak ada cara lain selain menghentikan pembelian gading, aksesori dari gading, atau souvenir dari gading.

“Masyarakat Jepang dan Eropa sudah mengerti dan mereka sudah tak mau mengenakan aksesoris gading gajah. Tapi sebaliknya permintaan gading di Asia masih tinggi. Jika kita semua sama-sama menghentikannya, maka kita dapat memperbaiki keadaan ini,” jelas Dr. Tammie yang mengajak dan mendampingi Nadya untuk ikut kampanye LEBE.

Kampanye LEBE  menitikberatkan pada pertumbuhan pemintaan gading gajah di Asia yang telah mendorong perburuan gajah. Anda dapat menyaksikan film dokumenter yang menyajikan fakta-fakta dan temuan lainnya juga akan diputar pada gelaran nonton bareng di @america Pacific Place, Jakarta, pada Rabu [24/04] pukul 18.00 WIB. Anda juga bisa berpartisipasi pada program LEBE. Kunjungi saja laman LetElephantsBeElephants.org untuk informasi lebih lanjut. « [teks @innesspw | foto dok. Piar & @hagihagoromo]

SHARE