Krav Maga: Ini Murni Bela Diri

0
4763

Krav Maga cara bertarung di dunia nyata.

Moses dan Rio memberi contoh teknik beladiri Krav Maga
Moses dan Rio memberi contoh teknik beladiri Krav Maga

Krav Maga, begitu disebutnya, adalah bela diri jarak dekat yang sedang tumbuh di kalangan urban. Mulanya, bela diri ini hanya diajarkan hanya di kalangan militer. Tapi lama-kelamaan, bela diri ini mulai dikenalkan ke khalayak luas untuk melindungi diri dari kejahatan. Ada dua hal yang ditekankan Krav Maga, yaitu: survival dan self defense.

Dalam bahasa Ibrani, Krav Maga memiliki arti pertarungan kontak [dekat]. Umumnya dalam bela diri ada tiga jarak yang membedakan jenisnya. Long Distance seperti tae kwon do. Middle Distance seperti tinju. Dan close distance semisal wrestling dan Krav Maga.

Sekilas Krav Maga terlihat mirip dengan Muay Thai, karena memaksimalkan kekuatan tangan dan kaki. Tapi tidak, ada beda yang jelas antara keduanya. Muay Thai adalah sebuah seni bela diri. Dalam sebuah pertarungan selalu ada arena dan wasit. Ada aturan dalam sebuah kompetisi. Krav Maga bukan hal seperti itu. Ini bukan olahraga.

Krav Maga murni sebuah cara untuk mempertahankan diri dari segala bentuk kejahatan di jalanan. Ini adalah cara mempertahankan diri dalam kondisi pertarungan tanpa aturan. Yang bisa saja berubah menjadi amat brutal.

Dalam sebuah latihan, Krav Maga dilakukan teatrikal bertarung di jalanan. Cara menghadapi orang-orang bersenjata. Atau bahkan melawan sekelompok orang. Ada empat latihan utama dalam Krav Maga. Self Defense, Stick/Knife Defense, Knife Offense, dan Gun Education.

Moses dan Rio memberi contoh teknik beladiri Krav MagaMenurut Moses, pendiri F.I.S.T Krav Maga di Jakarta, “Krav Maga bisa dilakukan siapa saja. Di [komunitas] kami paling muda berusia sekitar tiga belas tahun. Sementara yang paling tua, ya kami, hahahaha,” ungkapnya sambil menunjuk teman sebelahnya, Rio.

Mereka berdua merupakan instruktur di F.I.S.T Krav Maga. Moses mengenal bela diri ini lebih dulu ketika ia berkuliah di Amerika Serikat. Sepulangnya dari Negeri Paman Sam, ia mulai menularkan manfaatnya bela diri tersebut. Di komunitas itu, seseorang menjalani latihan bela diri ini selama tiga hingga enam bulan lamanya. Tak ada jenjang sabuk seperti bela diri lainnya.

Di dalam Krav Maga, menurutnya, ada satu hal yang perlu diasah: naluri. Hal itu yang membantu dalam sebuah pertarungan. “Pas real combat, itu bisa jadi berantakan gerakan kita. Krav Maga mengasah agar naluri bisa tetap tajam. Begitu juga dengan logika. Kami berusaha untuk menjaga itu,” jelasnya.

Para pelaku Krav Maga diajari untuk melakukan pukulan yang efisien kepada seorang lawan. Pukulan itu langsung menuju ke arah batang leher agar sang lawan merasa limbung. Di saat itu, diharamkan untuk menghentikan pukulan. Pukul terus-menerus hingga lawan terjatuh. Tapi, jelas para instruktur, hal ini bisa saja dilakukan selama sudah terpojok. Jika masih ada orang lain, [misal: polisi atau petugas sekuriti] lebih baik minta tolong.

“Pertarungan bukan soal jurus saja, tapi juga nyali. Cara terbaik untuk memenangkan pertarungan ialah menghindari pertarungan itu,” terang Rio. Moses ikut menambahkan jika ini sudah bukan lagi eranya para jawara untuk berlagak dengan ilmu yang dimiliki.

“Krav Maga itu melingkupi fisik, naluri, dan logika,” tutup Moses. « [teks @HaabibOnta | foto @gregbimz]

Moses dan Rio memberi contoh teknik beladiri Krav Maga

SHARE