Pencak Silat Duo Aktor The Raid

0
815

“Unsur spiritual dalam pencak silat lebih ke akhlak manusia.”

Iko Uwais
Iko Uwais

Pencak Silat lahir dari budaya nenek moyang negeri yang gemah rimpah loh jinawi ini. Tujuannya: untuk melindungi diri. Kini seni bela diri tanah air yang mengandung banyak filosofi ini telah memiliki murid yang tersebar di seluruh dunia.

Ilmu menjaga diri khas Nusantara ini, jika dipelajari sungguh-sungguh, dapat membawa sang empunya ke wilayah baru.

Ini persis seperti yang dialami dua aktor pelakon serial The Raid: Iko Uwais dan Yayan Ruhian.

Iko belajar silat sejak usia 10 tahun. Prestasinya di pencak silat adalah sebagai juara ketiga turnamen tingkat Provinsi DKI Jakarta dan juara pertama Kejuaraan Nasional Pencak Silat, sebagai Penampil Terbaik dalam Kategori Demonstrasi. Karena keterampilannya ini, ia sudah berkelana memperkenalkan silat ke Inggris Raya, Rusia, Laos, Kamboja, dan Prancis.

Yayan menimba ilmu bela diri kebanggaan Indonesia ini sejak SMP kelas tiga. Prestasinya, ia telah melahirkan pesilat-pesilat tangguh melalui jabatannya sebagai guru. Pada tahun 1988 ia telah mengajar di Jakarta.

Yayan Ruhian
Yayan Ruhian

Melalui silat, keduanya menjadi ikon baru jagoan bela diri dunia. Film Merantau, The Raid, dan The Raid 2: Berandal, menaikkan pamor silat di mata para penggemar ilmu bela diri di dunia.

Lebih dalam, Yayan menilai pencak silat sebagai bela diri yang memiliki unsur seni, olahraga, dan spiritual.

“Unsur spiritual dalam pencak silat lebih ke akhlak manusia. Lebih ke tentang makna dari sebuah gerakan. Kenapa dalam pencak silat itu tangan tidak dikepal, kenapa dalam pencak silat jurus-jurus selalu diawali dengan kembang. Dan dalam pencak silat banyak filosofinya.”

Pencak silat itu lengkap. “Itulah yang saya tahu mengapa banyak orang-orang Eropa, Amerika, yang mempelajari pencak silat. Karena menurut mereka, dalam pencak silat, mereka menemukan yang mereka belum dapati dalam bela diri lain. Dan mereka menganggap pencak silat merupakan bela diri yang lengkap,” jelas Yayan sembari tersenyum. Karena itulah, Yayan penasaran apa yang kurang dari bela diri lain, dan pria yang berlakon sebagai tokoh antagonis ini, berhasrat mempelajari bela diri baru.

Bagi Iko, ia selalu merasa bangga terhadap silat yang dipelajarinya. Dan dalam setiap penampilan kecilnya di sela premier show, banyak yang bilang bahwa silat itu indah, dan pertunjukannya seperti Bruce Lee atau Jet Lee. “Alhamdulillah respon setiap perform di masing-masing negara sangat-sangat antusias,” jelas Iko kepada Ghiboo dengan semangat.

Sekarang, Pencak Silat sedang mencoba mencari cara agar bisa masuk dalam cabang olahraga yang dimainkan di Olimpiade. Semoga saja dengan mendunianya film seperti The Raid, silat semakin banyak dikenal dan dicintai dunia. « [teks @bartno | foto @gregbimz]

SHARE