RIP Idris Sardi: Saya Kebetulan Saja Jago Biola

0
130

Idris Sardi tidak mau dikatakan jago biola. Kenapa?

Idris Sardi meninggal duniaSemasa hidup, pemain biola Idris Sardi tidak mau disebut maestro. Ia akan langsung memotong pembicaraan jika dikatakan jagonya biola Indonesia.

Nggak ah, pemain biola Indonesia jago-jago semua kok. Saya kebetulan saja dibilang jago, padahal nggak,” kata Idris Sardi saat berbincang dengan Ghiboo dalam suatu kesempatan di Epicentrum, Kuningan, Jakarta.

Jawaban pria kelahiran Batavia, Hindia Belanda, 75 tahun lalu itu membuat senyum Ghiboo mengembang. Idris Sardi melanjutkan jawabannya: “Itu kalau kita lihat pemain biola di pinggir jalan itu ‘gila’.

“Kita nggak bisa main seperti itu. Makanya disebut di musik tidak ada nomor satu, di seni tidak ada nomor satu, karena setiap orang mendeskripsikannya berbeda. Jadi jangan sombong.”

Namun, pagi ini [Senin, 28/4], informasi di Twitter mengagetkan Ghiboo. Kabar duka beredar cepat yang menyebutkan bahwa “Idris Sardi meninggal dunia di rumah sakit Melia Cibubur pukul 07.45 WIB.”

Sejumlah laporan menyebutkan ayah aktor Lukman Sardi itu meninggal karena penyakit paru-paru yang sudah lama dideritanya. Almarhum dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta, sore harinya.

Ketika berbincang santai dengan almarhum saat itu, ia ditemani istrinya, Ratih Putri. Idris mengenakan kemeja putih dipadu jaket cokelat. Ia ramah dan antusias bicara tentang perkembangan musik Indonesia.

Peraih empat Piala Citra untuk Penata Musik Terbaik ini bilang kalau sekarang ini musik Indonesia tidak jelas, kehilangan identitas. “Tapi mungkin suatu proses ya. Saya nggak mau menyalahkan anak-anak muda. Karena mereka itu korban zaman,” ujarnya menjelaskan alasannya.

“…Kita ‘kan kaya, Jakarta saja ada Tanjidor, Gambang Kromong, belum yang lainnya. Kalau Korea, sama, Jepang, sama, tapi Indonesia luar biasa. Makanya saya ‘kan mendalami itu perlu beberapa tahun.

“Sejak tahun ’63 saya sudah memainkan lagu-lagu etnik. Saya lihat di situ hebat, kekuatan musik, dan saya bisa keliling dunia karena memainkan lagu-lagu etnik, “Es Lilin” dan sebagainya.”

Semasa hidup, dikala usianya menginjak angka 70-an, Idris Sardi mengatakan hidupnya hanya untuk Tuhan dan Indonesia. “Hidup ‘kan diberi oleh Tuhan, jadi motto hidup saya untuk dua, Tuhan dan Indonesia.” [Baca juga: wawancara santai dengan Idris Sardi]

Selamat jalan Idris Sardi!

SHARE