Drama Kesedihan Spider-Man

0
552

The Amazing Spider-Man 2 sudah tayang di IndonesiaThe Amazing Spider-Man 2Si Manusia Laba-Laba belum selesai memesona lewat kelihaiannnya ayun sana-sini dengan jaring laba-laba. Ia pun kembali meramaikan layar lebar, dengan sekuel kedua, The Amazing Spider-Man 2.

Andrew Garflied masih memerankan karakter Peter Parker a.k.a Spider-Man. Film keduanya kali ini Ghiboo simpulkan, menjadi film paling sedih sepanjang superhero ini difilmkan, baik saat masih perankan Tobey Maguire [2002-2007].

Mungkin, sisi drama yang ditampilkan The Amazing Spider-Man kali ini, bisa dibilang lebih menyedihkan bila dibandingkan ketika Peter Parker kehilangan Paman Ben-nya.

Tanpa Ghiboo harus menceritakan detail bagian sedihnya, G-Readers¬†dipastikan akan merasakan sendiri atmosfer kesedihan itu sendiri. Pasalnya, di sekueal Amazing Spider-Man ¬†ini, Peter Parker akan kehilangan seseorang yang sangat dicintai dan selalu mendukungnya. Siapa? Tonton saja filmnya, ya guys! Hehehe…

Perkenalkan Musuh Baru

The Amazing Spider-Man 2 (4)Selain menampilkan bagian dramatis tingkat tinggi, film The Amazing Spider-Man 2 juga memperkenalkan musuh baru sang jagoan, bernama Electro.

Diperankan Jamie Foxx, Electro juga menjadi musuh yang cukup unik dan beda dari musuh-musuh Spider-Man sebelumnya. Mari kita mundur sejenak, dan mengingat daftar penjahat-penjahat Spider-Man.

Green Goblin a.k.a Norman Osborn, seorang pengusaha kaya dan ayah dari sahabat Peter Parker, Harry Osborn. Doctor Octopus atau Dr. Otto Octavius, dosen Peter Parker yang berambisi dengan ciptaannya dan malah menjelma menjadi monster.

Sandman, mahluk pasir, terakhir Lizard alias Dr. Curt Connors, dokter yang melakukan uji coba untuk melahirkan bagian organ tangannya, tapi malah berubah jadi monster kadal.

The Amazing Spider-Man 2 (2)Nah, bila disimpulkan kebanyakan musuh-musuh Spider-Man tersebut berasal dari orang yang berpendidikan, memiliki kedudukan dan pengetahuan, yang menjadi jahat karena ambisi mereka. Namun, kali ini musuh Spider-Man memiliki latar belakang yang cukup beda.

Sebelum berubah musuh mencekam, Electro sebelumnya bernama Max Dillon, yaitu seorang pria polos dan sering tidak dianggap orang sekitarnya. Ia bekerja sebagai teknisi listrik di perusahaan Oscorp milik Harry Osborn.

Hingga pada suatu hari ia mengalami kecelakaan kerja, tersengat listrik dan jatuh dalam bak yang berisi belut listrik. Hasilnya? Ia pun berubah menjadi manusia listrik dengan tubuh didominasi warna biru.

Awalnya, Max sangat mengagumi Spider-Man yang banyak menolong orang. Namun setelah dirinya berubah menjadi Electro dan melihat warga lebih mencintai Spider-Man dan menganggap dirinya penjahat, Max pun menjadi dendam dan membenci Spider-Man.

Adu tarung antara Electro, yang memiliki sengatan listrik luar biasa dengan Spider-Man pun tak terelakkan. Sayangnya, konfilk tarung di sekuel Amazing Spider-Man ini, terhitung sangat minim. Bahkan, hanya dua kali pertarungan Electro sudah dapat ditaklukkan si manusia laba-laba.

Kembali lagi, mungkin sang pembesut film ingin membagi rata sisi konflik dan drama di film ini. Untungnya, penonton masih dibuat tegang, dengan pertarungan Harry yang berubah menjadi villain dengan Spider-Man, dan akhirnya menewaskan orang yang dicintai Spider-Man.

Peran Lebih Emma Stone

The Amazing Spider-Man 2 (1)Biasanya dalam sebuah film superhero, peran sang kekasih hanya jadi ‘pemanis’ film, agar setidaknya film memiliki unsur romantis, namun tidak dengan Amazing SpiderMan part 2.

Kali ini, peran Gwen Stacy [Emma Stone] sebagai wanita spesial Spider-Man memiliki peran lebih dari porsi biasanya. Tidak hanya sebagai tempat curhat sang jagoan, saat menghadapi kejahatan kriminal di sekitar warga, Gwen juga banyak membantu SpiderMan menaklukan musuhnya besarnya.

Peran sang kekasih sangat menonjol saat Spider-Man menghadapi Electro. Sebagai mahasisiwi terbaik di bidang IPA, bahkan mampu magang di perusahaan Oscorp, Emma pun mengajarkan Spider-Man cara pintar menaklukan Electro, yaitu dengan menggabungkan unsur ilmu pengetahuan.

Bahkan, pasangan kekasih ini terlihat kompak dan saling bekerja sama dipenghujung kematian Electro. Gwen memberikan contoh bagi penonton, bagaimana menjadi pasangan yang setia, terutama dikala sang pacar dimasa-masa sulit.

Overall, Ghiboo simpulkan The Amazing SpiderMan 2, memiliki paket cerita yang lengkap. Unsur drama mampu menguras sisi human interest penonton, meskipun mungkin dalam segi adu tarung, penonton belum dipuaskan.

Tapi tenang, di film ini tanda-tanda kehadiran The Amazing Spider-Man 3 sangat terasa, dan kemungkinan akan menghadirkan pertarungan yang seru nantinya. Pasalnya, Harry Osborn yang selamat, telah menyiapkan penjahat-penjahat baru, hasil ciptaan sang ayah, Norman Osborn.

Seru kan? Saksikan The Amazing SpiderMan 2 di bioskop tanah air sejak 30 April 2014. [teks DonT_D4 | foto dok. Columbia Pictures]

SHARE