Jump

0
95

Jangan ditunda. Mari melompat. Sekarang juga. 

jump
sxc.hu

Selamat datang Mei. Bulan yang bertabur janji-janji. Dalam catatan saya, ada beberapa tanggal di bulan ini yang temanya tentang gerakan. Gerakan? Ya, gerakan. Sebuah cara yang dilakukan dalam upaya untuk perbaikan. Dari apa? Perbaikan dari kondisi sekarang, ke arah yang lebih progresif, lebih maju, lebih baik.

Semua kita, tentu menginginkan segala sesuatu yang baik. Bukan hanya itu, kita selalu menginginkan yang lebih baik. Bahkan jauh lebih baik, daripada yang kita miliki sekarang. Segala cara, biasanya, dilakukan agar bisa mendapatkan apa yang ingin kita raih itu. Tetapi tak jarang, usaha kita itu malah membuat kita terpuruk. Alih-alih mencapai sesuatu yang lebih baik, kita malah terjerumus ke dalam jurang kegagalan.

Pernahkah Anda menemui contoh kasus seperti ini: di tengah kemacetan, Anda memutuskan untuk pindah ke lajur lain yang kelihatannya lebih lancar? Anda berupaya keras untuk bisa keluar dari jalur Anda sekarang, karena ingin pindah ke lajur tersebut, karena lajur itu menjanjikan arus lalu lintas yang lebih lancar. Sayangnya, begitu Anda berhasil pindah, lajur itu malah gantian macet. Bukan hanya tersendat, tapi berhenti total. Seperti kurang sial, lajur yang Anda tinggalkan tadi, kini giliran lancar. My, oh my..

Atau, pernahkah Anda menemui contoh yang seperti ini: di tengah kemacetan, Anda memutuskan untuk tetap di lajur Anda, dan tidak pindah ke lajur lain yang kelihatannya lebih lancar? Anda berbuat seperti itu, karena tak ingin kepindahan Anda membuat kemacetan di lajur lain. dan siapa tahu, pada gilirannya, lajur Anda pun akan lancar. Sayangnya, tunggu punya tunggu, lajur Anda tak kunjung lancar. Alih-alih berjalan meski tersendat, ini tidak. Lajur Anda malah berhenti total. My, oh my..

Jika Anda dihadapkan pada dua contoh kasus seperti itu, mana yang sering Anda pilih? Yang pertama? Karena meskipun gagal, Anda sudah berusaha? Atau yang kedua? Karena Anda merasa, untuk memutuskan tetap bersabar di lajur Anda pun merupakan sebuah usaha?

Saya tak hendak menyebutkan mana yang lebih baik daripada yang lain. Karena setiap keputusan, pasti dilandasi pertimbangan tertentu. Yang jelas, di setiap keputusan, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang mengikutinya. Diam berkonsekuensi, lompat pun demikian. Dan menurut saya, Anda hanya memiliki waktu dua detik untuk memutuskannya. Jika tidak, boleh jadi semua terlambat. Dan ada konsekuensi lain yang menanti Anda.

So, apakah ini berarti kita sampai di persimpangan? You jump, I jump? Atau you jump, and I take a picture of you, then I share it on social media? «

Salaam,
@hagihagoromo
hagihagoromo

SHARE