Alya Rohali Kontrol Penuh Anak

0
280
alya rohali

Alya Rohali beri pendidikan seks pada anaknya

Alya RohaliBeberapa waktu lalu, dunia pendidikan Indonesia dihebohkan pemberitaan kejahatan seksual terhadap anak. Hal ini tentunya menyita perhatian berbagai kalangan, mulai dari orangtua, tenaga pendidik, pemerintah, dan aparat keamanan.

Selebriti Alya Rohali, ibu tiga anak, menuturkan bahwa ia turut prihatin dengan adanya kejahatan seksual pada anak. Puteri Indonesia 1996 ini pun mengecam tindakan pelaku terhadap korban yang masih mengenyam pendidikan Taman Kanak-kanak [TK].

Dengan beredarnya berita ini, Alya yang merupakan lulusan magister Ilmu Hukum Universitas Indonesia ini harus membatasi penggunaan media internet untuk ketiga anaknya:  Namira Adjani Ramadina [14], Diarra Annisa Rachbini [7], dan Savannah Nadja Rachbini [4].

“Bahkan sampai menonton televisi pun aku batasi sebagai bentuk penyaringan atas informasi yang didapat anak-anakku. Khusus untuk kakaknya, aku juga sudah mulai mengajarkan pendidikan seks untuk anak,” ujar perempuan kelahiran Jakarta, 1 Desember 1976.

Alya, yang kini berprofesi sebagai notaris, tak menampik bahwa kesibukkan serta aktifitasnya membuat dia tidak bisa selalu melakukan kontrol penuh untuk buah hati. Oleh sebab itu, pembatasan dan penyaringan informasi menjadi salah satu cara mencegah anak melakukan hal negatif.

“Walaupun kita juga punya kesibukan kerja, tapi langkah-langkah pencegahan adalah dengan memilih pendidikan yang terbaik. Kalau untuk kasus JIS [Jakarta International School] aku melihat kayak kecolongan aja karena oknum-oknum penjahat tuh ada di manapun. Kita yang harus lebih waspada,” ujarnya dengan raut muka serius.

Bintang film Moga Bunda Disayang Allah [2013] ini pun menambahkan, dalam memilih pendidikan untuk anak harusnya bukan hanya mengejar status internasional saja. Tetapi faktor keamanan, lingkungan sekolah, dan tenaga pendidiknya harus diperhatikan secara cermat.

“Anak saya ada yang sekolah di sekolah internasional juga. Pihak sekolah memberi jaminan, tetapi saya nggak langsung percaya sampai saya lihat sendiri bahwa murid-murid di sana kalau mau ke toilet dianterin sama gurunya dan toilet berada tidak jauh. Selain itu latar belakang pendidiknya juga pun diberitahu kepada kami orangtua yang menitipkan anak untuk belajar di sana,” ujarnya.

Selain hal-hal tersebut, Alya juga menutup perbincangan dengan memberi masukan bahwa membangun komunikasi sesama orangtua pun tak kalah pentingnya. Tak perlu lah merasa gengsi untuk menitipkan anak jika ada orangtua lain yang kebetulan berada di sekolah, katanya « [teks dan foto @boyMALI]

Also read:
Keputusan hijrah Dewi Sandra

SHARE