Komedian Menggugat ala Sammy

0
273

Percaya atau tidak, komedian juga seorang filsuf

Sammy a.k.a  @notaslimboy
Sammy a.k.a @notaslimboy

Karena problem rumit yang bikin dahi mengernyit, bisa mereka buat menjadi bahan candaan. Sehingga semua orang mau menertawainya. Bukan cuma menghujat.

Sammy a.k.a. @notaslimboy lewat tur “Komedian Menggugat” jelas telah membuktikan itu. Problem-problem pelik yang mendera Infonesia dia jadikan olok-olok. Dan ratusan orang yang memenuhi Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta tertawa dibuatnya.

Bayangkan, isu-isu tentang pluralitas, pemilu, pendidikan, dan identias pribumi –problem yang ketika masuk ranah teve, diskusi panel, atau meja parlemen– selalu bikin mengantuk ketika membahasnya. Lewat gaya Sammy, semua dibuat menjadi ringan penuh canda tawa.

Penampilan Sammy malam itu dibuka Rindra Danang, Mas Cemen, dan Irfan Karta. “Nah lho, bayangin, cuma di sini ada tiga orang Muslim yang membuka show orang Kristen,” kata Rinda sebagai komika pertama. Dan semua orang terpingkal-pingkal.

Setelah mereka bertiga, Sammy pun tampil. Lengkap demgan jas, kemeja, dan pantofel. Tak tanggung-tanggung, ia langsung menyerang Prabowo untuk dijadikan bahan guyonan. Dia mempertanyakan, kenapa bisa orang yang terduga pelaku pelanggaran HAM maju sebagai capres.

Gue berani ngomong begini karena gue Batak. Kalau nggak Batak, mana mungkin gue berani. Ruhut sama Sutan Bhatoegana ‘kan juga begitu,” paparnya lugas.

Lalu ia menyasar ke ranah kerukunan beragama. Dia bilang, kerukunan antar-umat itu adanya di Alexis. Di sana semua orang kumpul ramai-ramai tanpa membedakan status agama tertentu. Ia juga mempertanyakan soal tes keperawanan sebelum masuk sekolah. Mengapa yang laki-laki tidak dites?

“Kerusakan moral yang terjadi sekarang, bukan karena kita kekurangan ajaran moral. Tapi karena melihat contoh,” ia kembali menyergah. Di teve, setiap habis acara khotbah, pasti acara gosip, lanjutnya. Setelah berdoa malah ngomongin orang.

Begitulah Sammy, materi yang ia sampaikan memang satir dan agak seronok. Dia pun mengakuinya. Tapi justru kejujuran seperti itu yang ditertawakan ratusan penonton yang hadir.

“Siapa bilang orang Indonesia adalah pemalas? Bayangin aja, bangun subuh-subuh buat sahur, langsung joged,” seloroh dia ke seluruh penonton.

Dia juga menyasar sistem pendidikan di Indonesia yang tidak berubah sejak dulu. Mulai dari EBTANAS hingga sekarang UAN. Yang berubah hanyalah terminologinya. Apalagi anak-anak berumur tiga tahun yang diajari Bahasa Inggris. Apa mereka memerlukan itu? Mungkin tidak. Lalu mengapa terus diajarkan? “Itu supaya bikin orang dewasa senang. Pendidikan kayak ‘gitu itu pendidikan sirkus,” jawab Sammy.

Di akhir show, dia mendefinisikan arti pribumi secara lantang. Bahwa pribumi adalah orang-orang yang mau membela sesama manusia. Soe Hok Gie merupakan pribumi. Tapi Angelina Sondakh jelas bukan!

Dan semua orang berdiri memberikan tepuk tangan yang meriah atas filosofi yang ia berikan malam itu. « [teks dan foto @HaabibOnta | kover tanpabatas.net]

SHARE