Godzilla, Kadal Raksasa Berbahaya

0
795

Monster kadal raksasa itu kembali. 

Godzilla 3

Godzilla
Sutradara Gareth Edwards
Penulis Skenario Max Borenstein, Dave Callaham
Pemain Bryan Cranston, Aaron Taylor‑Johnson, Elizabeth Olsen, Ken Watanabe, Juliette Binoche, David Strathairn, Sally Hawkins, Richard T. Jones

Sepertinya tak ada yang tak tahu tentang Godzilla. Ya, monster berwujud kadal raksasa dari Jepang ini begitu tenar di seantero jagad. Dan medio Mei ini, Godzilla bakal kembali menggebrak layar lebar dalam format 2D, 3D, dan IMAX 3D.

Nama Godzilla berasal dari Gojira yang merupakan gabungan dari dua kata: Gorilla dan Kujira [Jepang: paus-red]. Dua hewan itu –gorila dan paus– adalah inspirasi dari kebuasan, kekuatan, dan keganasan monster raksasa itu.

Gojira, nama yang digunakan oleh orang Jepang, kemudian berubah menjadi Godzilla di Amerika. Ini karena mereka mengadaptasi kata God dan Zilla yang berarti monster dewa dengan kekuatan maha dahsyat.

Godzilla 1

Kaiju [Jepang: monster-red] Godzilla lahir dari ide yang dikembangkan Tomoyuki Tanaka. Dipayungi rumah produksi Toho, produser kelahiran Osaka ini berhasil membawa film yang dirilis pada tahun 1954 itu sukses besar pada eranya. Begitu gemilangnya hasil pemutaran film kaiju tersebut membuat dunia kemudian demam film-film bertema monster raksasa. Boleh dibilang, Godzilla menjadi amat tersohor karena ia termasuk pionir film bergenre sama.

Kesuksesan Godzilla kemudian membuatnya di-remake beberapa kali. Terakhir, Hollywood merilis film dengan judul yang sama pada tahun 1998. Film besutan Ronald Emmerich yang dibintangi Matthew Broderick, Jean Reno, dan Maria Pitillo ini terbilang berhasil menangguk keuntungan besar.

Cerita
Legenda Godzilla bermula ketika mereka ‘membangkitkan sesuatu’ dari Samudera Pasifik, saat pengujian bom nuklir. Ternyata, akibat radiasi nuklir, seekor kadal berubah menjadi buas dan mulai menyerang serta menebar teror di seluruh penjuru kota. Sebagian orang berpendapat bahwa aksi monster raksasa ini seakan mengingatkan kembali trauma penduduk Hiroshima dan Nagasaki yang luluh lantak dihajar bom atom pada Perang Dunia II.

Godzilla 2Dalam versi reboot besutan Gareth Edwards, beberapa penyesuaian dilakukan. Tetapi dari sisi cerita, Gareth berupaya untuk tetap setia pada versi aslinya. Hanya saja, setting cerita dibuat pada masa kini, sehingga penggunaan teknologi dan kecanggihan alat-alat sudah jauh lebih modern ketimbang film pertamanya. Misalnya saja Atomic Breath yang dimiliki Godzilla versi asli kini menjadi Atomic Roar di versi modern. Tinggi tubuh Godzilla awal hanya 50 meter, dan Godzilla baru tingginya 110 meter.

Godzilla versi Edwards mengisahkan kembali asal usul monster ini. Ketika terbangkitkan oleh bom nuklir, sang kadal mulai mengamuk dan membuat banyak kerusakan di New York. Bagai berhadapan dengan kiamat, manusia ditunjukkan bagaimana alam membalas ulah mereka yang gemar merusak lingkungannya.

Untuk menghancurkan Godzilla pihak pemerintah mengirimkan ratusan tentara bersenjatakan artileri berat. Bukan hanya itu, mereka juga menerjunkan pasukan penerjun yang melakukan aksi HALO Jump langsung ke atas tubuh sang monster.

Berhasilkah manusia menghancurkan Godzilla? Apakah ia hanya sendirian di muka bumi ini? « [teks @EvaEvilia666 | foto courtesy of godzillamovie.com]

SHARE