Blackened

0
121

Seberapa banyak informasi mencemarkan benak Anda? 

Berapa banyak teman di kontak Anda yang ikutan meramaikan rangkaian pemilu pada tahun ini? Banyak? Setidaknya, saya punya tiga yang cukup aktif. Yang satu, punya kecenderungan untuk selalu mem-broadcast info-info tentang perkembangan penghitungan suara. Sepertinya dia cukup netral, karena yang dia infokan hanya fakta-fakta yang keluar dari lembaga resmi.

nuclear
sxc.hu

Yang dua lagi –nah, ini dia– punya kegemaran yang nyaris mirip. Saya sih nggak yakin mereka ini cukup akrab, atau bahkan saling kenal, meski berasal dari partai yang sama. Yang satu, cukup sering mem-broadcast berbagai informasi yang menyanjung-nyanjung ketua partai slash capres dari partainya. Pokoknya bermacam cara dia lakukan untuk menonjolkan kebaikan-kebaikan dan hal-hal positif junjungannya itu. Satunya lagi acap kali me-broadcast beragam berita tentang keburukan-keburukan capres pesaing ketua partainya. Intinya, segala cara dilakukan untuk menjatuhkan rival politik junjungannya itu.

Dua-duanya jelas membuat saya kian muak. Bukan, bukan muak ke orangnya. Mereka masih tetap teman saya. yang bikin saya muak adalah cara mereka menggiring dan mengarahkan opini publik tentang capres dari partai mereka.

Well, saya sih nggak punya masalah dengan orang yang mereka dewa-dewakan itu. Tapi ketika nyaris dua hari sekali diserbu info-info sampah tentang dia, ya saya pikir ini sudah kelewatan. Sepertinya dua teman saya ini bakalan gagal mendapatkan dukungan, paling nggak dari saya. Cara-cara yang mereka lakukan, malah jadi bumerang yang bakal merugikan buat orang yang mereka dukung. Bukannya tambah simpatik, tapi malah bikin antipati.

Sepertinya, yang dua teman saya ini lakukan, sudah jadi kebiasaan di zaman ini. Tujuannya sama: jualan. Hanya saja, yang jadi barang dagangannya adalah nama orang yang mereka dukung. Yang satu menggunakan cara kampanye positif sementara satunya negatif. Tapi karena keduanya seakan begitu berapi-api menjajakan dagangan mereka, yang mereka dapatkan justru sebaliknya. Ada api yang menyerang balik.

Mengenai kebaikan, biarlah orang lain yang menceritakannya. Jika teman saya adalah bagian dari mesin kampanye satu capres, maka sebaiknya kisah-kisah heroik si jagoan tak perlu keluar dari mulut teman saya ini. Segala ucapan dia tentang kebaikan-kebaikan si capres tak bisa lagi dianggap valid jika berasal darinya.

Sebaliknya, jika rival politik sang capres punya keburukan, maka tak pantas jika teman saya yang sedang jadi mesin kampanye jagoannya ini kemudian menjelek-jelekkan pesaing junjungannya. Tak akan bertambah tinggi kedudukan siapapun yang mencemarkan nama saingannya.

Anyway, hingga detik ini, saya belum punya minat untuk men-delete dua teman ini dari daftar kontak saya. Memang, yang mereka lakukan sudah dalam taraf mengganggu. Tapi biarlah mereka mengerjakan apa yang menurutnya baik untuk kampanye majikan mereka. Kita lihat saja nanti hasil akhir pemilihan presiden negeri ini.

~tentang judul~
“Blackened” adalah judul lagu yang digubah James Hetfield, Lars Ulrich, dan Jason Newsted dalam album …And Justise For All. Album keempat milik Metallica ini dirilis pada tahun 1988. “Blackened” bercerita tentang kerusakan alam akibat perang nuklir. «

SHARE