Cinta Eru kepada Indonesia

0
168

Eru akan Mengadakan konser keduanya di Jakarta

EruPria bernama asli Jo Sung Hyun begitu cinta dengan penggemarnya di Indonesia. Sudah delapan kali pria yang akrab disapa Eru ini berkunjung ke Jakarta demi menyapa para penggemar. Bahkan tahun ini, tepatnya 17 Mei 2014, ia akan menggelar konser keduanya di Jakarta.

Konser digelar di Lapangan D, Senayan, Jakarta. Eru akan tampil bersama dengan artis Korea lainnya, yaitu Ailee. Eru juga menggandeng artis Indonesia untuk naik panggung bersamanya, yaitu Ada Band.

Untuk mendekatkan diri dengan penggemarnya, kedatangan Eru kali ini juga untuk membuka sebuah toko yang terletak di salah satu mal di Jakarta Selatan. Di tokonya itu, Eru akan menyediakan merchandise asli dari dirinya.

Ke depannya Eru juga akan menjual merchandise asli dari artis-artis Korean Pop lainnya. Tujuannya agar para K-Popers mudah membeli ketimbang harus mencari ke negeri asalnya, Korea Selatan

Pengalaman di Indonesia
Ketika pertama kali ke Indonesia, Eru terkejut dengan lalu lintas ibu kota Jakarta. Macet. ”Di Korea sama seperti di sini. Banyak sekali kendaraan di jalan. Tapi jalan di sana luas jadi tidak menyebabkan kemacetan,” kata pria berbadan tinggi dan besar itu.

Kesan pertama tentang kemacetan ternyata tidak mengubah pandangan Eru tentang orang-orang Indonesia. Menurutnya, orang di sini sangat ramah. Sejak awal kedatangannya hingga kini ia masih merasakan sambutan hangat baik dari penggemar ataupun dari orang yang ia temui di bandara dan tempat ia menginap.

Semua itu melekat di dalam hati Eru. Karena itu Eru mulai mencoba berkarier di sini. Ia pernah berkolaborasi dengan artis Indonesia. Salah satunya Atiqah Hasiholan, menyanyikan lagu soundtrack Hello Goodbye. Dan juga dengan Sule melantunkan lagu “Saranghaeyo”.

Karier di Indonesia
Karena mendapatkan sambutan yang begitu baik, Eru juga sempat berpikir akan membuat sebuah album dalam bahasa Indonesia. ”Mungkin saya akan membuat album dalam bahasa Indonesia,” ujarnya saat berkunjung ke redaksi Ghiboo belum lama ini.

“Bisa jadi mengartikan lagu-lagu lama saya ke dalam bahasa Indonesia, atau membuat lagu baru dalam bahasa Indonesia.”

Hal ini juga berkaitan dengan 10 tahun Eru berkarya sebagai seorang penulis lagu dan juga penyanyi. Tepat di tahun 2015, Eru akan merayakan 10 tahun ia berkarya di industri musik. Ia mengatakan sedang mempersiapkan sesuatu yang spesial untuk penggemarnya. Bisa jadi ia akan membuat lagu dalam bahasa Indonesia di momen tersebut.

Usia 10 tahun bukanlah waktu sebentar. Eru kembali mengingat saat awal mula memutuskan menjadi penyanyi. ”Sebenarnya dulu saya tidak bercita-cita sebagai penyanyi,” katanya. “Saya ingin menjadi juru masak, dokter dan fotografer. Tapi ketika saya sekolah saya bergabung dengan kegiatan bermusik dan mulai menyukai membuat lagu.”

Setelah pandai membuat lagu, suatu hari ia menciptakan sebuah lagu yang menurutnya sayang jika dinyanyikan orang lain. Semenjak itulah ia mulai beralih menjadi penyanyi. Hingga kini ia dikenal sebagai Eru Prince of Balad.

Lalu kenapa ia memakai nama Eru bukan nama aslinya? Ternyata Eru memiliki jawabannya sendiri. Eru ingin memulai kariernya dari awal, dari nol. Dan jika ia memakai nama aslinya orang-orang akan mengetahui kalau dirinya adalah anak dari seorang ayah yang sudah senior di indutri musik Korea.

Ia tidak mau tumpang tenar dari nama sang ayah. Karena itu ia mencari nama panggung lain, selain nama aslinya.

Dari niatnya itu, sang ibu ikut membantu Eru mencari nama panggung. Kemudian sang ibu menyarankan ia menggunakan nama Eru. ”Eru bukan sembarang nama. Nama itu pemberian ibuku. Dalam bahasa Korea artinya raihlah mimpimu,” ujar pria yang lahir pada 15 Juli 1983 ini.

Semenjak itu Eru sukses meniti karier sebagai seorang penyanyi dan hingga kini telah memiliki setidaknya delapan album dan juga telah memanangkan penghargaan di negara asalnya Korea Selatan. [teks @nandiyanti | foto @Gregbimz]

Also read:
Bak Bik Buk Bersama IndoDrummers

SHARE