Upaya Mempercantik Monas

0
130
Monas
Monas

Monas berdiri tegak setinggi 132 meter

Belum lama ini, saya berkunjung ke Monas. Terlihat di sana di salah satu sisinya, ada seorang pekerja dengan alat semprot, tergantung sekitar 100 meter dari bawah.

Tiada ketakutan tergambar dari wajahnya. Pria bule itu malah tampak senang dengan apa yang dilakukannya. Seperti itu kiranya, menurut foto yang saya terima dari rekan saya yang bekerja sebagai public relation untuk perusahaan tempat si pria bule itu bekerja.

Monas
Monas

Ternyata, mulai dari 5 Mei 2014, Monas atau Monumen Nasional yang merupakan lambang kebanggaan warga Jakarta, sedang dibersihkan dari debu dan kotoran lekat lain yang menempel di dinding marmernya.

Kaercher sebagai brand peralatan teknologi pembersih untuk rumah, lingkungan bisnis, area publik hingga industri, adalah pelakunya. Ini adalah kali kedua tim Kaercher membersihkan Monas. Sebelumnya pada 1992, mereka juga yang mempercantik Monas.

Pengalaman Kaercher membersihkan monumen-monumen sudah tak perlu diragukan lagi. Sampai dengan saat ini, kegiatan CSR [Corporate Social Responsibility] mereka ini telah membuat indah kembali 80 monumen dan bangunan bersejarah di banyak negara. Seperti Basiliki St. Petrus, Italia [1998]; Gunung Rushmore, Amerika Serikat [2005]; dan London Eye, Inggris [2013].

Kaercher membutuhkan waktu untuk membersihkan Monas sekitar dua minggu. Jadi pada 18 Mei nanti, Monas akan berwajah baru, lebih bersih, dan segar.

Monas mulai dibangun pada 17 Agustus 1961 atas perintah Presiden Sukarno. Pertama kali dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975.

Lidah api berlapis emas yang terletak paling atas melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Waktu berkunjung ke monumen ini dibuka setiap hari mulai pukul 08 pagi hingga 03 sore.« [teks @bartno | foto courtesy of Kaercher]

Also read:
Bak Bik Buk Bersama IndoDrummers

SHARE