Jangan Asal Lari!

0
573

Yang harus diperhatikan saat olahraga lari

runningOlahraga apa yang sedang ditekuni saat ini? Mungkin kebanyakan orang akan menjawab olahraga lari. Belakangan olahraga ini memang sedang digemari masyarakat Indonesia.

Tidak jarang orang menjadikan lari sebuah gaya hidup sehat. Bisa dibilang, lari sudah menjadi bagian dalam hidup kaum urban Jakarta saat ini. Ajang Car Free Day tiap akhir pekan pun selalu dimanfaatkan untuk sekadar berlari kecil bersama sahabat dan kerabat. Selain itu, saat ini banyak sekali acara lari yang diadakan tiap akhir pekan.

Lari memang olahraga yang paling gampang dan simpel dilakukan. Kita tidak membutuhkan banyak perlengkapan saat berlari. Yang kita butuhkan hanyalah sepatu dan niat yang cukup. So simple!

Namun, apakah sesimpel itu untuk melakukan lari? Tentu saja tidak. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah mencegah tubuh kita dari kekurangan cairan atau dehidrasi.

Dehidrasi adalah keadaan saat tubuh kita mengalami kekurangan cairan. Orang-orang terkadang menganggap remeh saat akan melakukan lari. Mereka menganggap lari adalah olahraga yang tidak terlalu perlu banyak persiapan.

Padahal, lari adalah olahraga yang sifatnya lama dan mengeluarkan banyak keringat. Dalam hal ini tentunya keringat yang keluar harus digantikan kembali.

“Biasanya kita hanya minum air putih saja. Kalau lari jaraknya pendek, air putih saja sudah cukup untuk menggantikan cairan yang keluar. Namun, kalau jaraknya panjang, kita tidak cukup hanya dengan minum air putih saja. Kita membutuhkan minuman yang dapat menggantikan ion-ion yang keluar bersama dengan keringat.

“Karena saat berlari cadangan tenaga kita yang namanya gula atau glikogen dalam tubuh mulai menipis. Kemudian juga, ion-ion, seperti natrium, kalsium, dan magnesium, hilang,”  ujar dr. Hario Tilarso, SpKO, menjelaskan.

Hati-hati dehidrasi
drinking waterIa menambahkan, saat kita akan melakukan olahraga lari dengan jarak panjang, pastikan tubuh kita cukup terhidrasi atau euhydration, kondisi di mana tubuh kita cukup air. Jadi, jangan sampai saat kita melakukan lari dengan jarak yang cukup panjang, kita membiarkan tubuh kita sampai kehausan dan kekurangan cairan.

Gejala pertama saat tubuh kita mengalami dehidrasi adalah saat tubuh kita sudah merasa sangat haus.

“Jadi saat kita melakukan olahraga jarak panjang di tempat yang panas seperti di Jakarta, akan menyebabkan keringat banyak keluar. Jika kita tidak minum, berarti cairan yang keluar tersebut tidak digantikan. Nah, itulah saatnya kita mengalami dehidrasi,” jelas dr. Hario.

Jika tubuh sudah kehilangan cairan sebanyak 1-2 persen, akan menyebabkan performa menurun. Performa menurun itu berarti kecepatan kita juga akan menurun. Selain itu, kekurangan cairan akan menyebabkan perubahan di dalam badan, seperti denyut jantung menjadi lebih cepat sehingga kita akan merasa lebih cepat lelah.

Gejala kedua adalah temperatur badan meningkat. Kalau temperatur badan sudah meningkat, berarti kecepatan lari otomatis akan menurun juga. Nah, itulah gunanya kita harus mengisi cairan tubuh kita sebelum melakukan perlombaan lari atau lari dengan jarak panjang.

Selain cairan, kita juga harus cukup mendapatkan asupan karbohidrat sebelum melakukan olahraga lari atau mengikuti perlombaan lari dengan jarak yang panjang. Saat kita lari, karbohidrat yang kita timbun di dalam tubuh itulah yang akan dijadikan cadangan tenaga atau amunisi saat berlari.

G-Readers, tahukah kamu jika minum juga ada tekniknya tersendiri bagi pelari? Beberapa teknik yang harus diperhatikan jika kita akan minum saat sedang melakukan olahraga lari adalah minum minuman isotonik dengan suhu dingin, jangan minum yang panas-panas.

“Saat kita berlari, temperatur tubuh kita juga akan meningkat. Minuman panas nggak akan diserap oleh lambung, sehingga lebih lama diserap oleh tubuh kita. Sedangkan minuman dingin, gastric emptying-nya akan lebih cepat sehingga minuman akan cepat diserap oleh tubuh. Itulah mengapa para pelari lebih senang minum minuman dingin,” ujar suami dari instruktur senam, Berti Tilarso, ini.

Teknik berikutnya adalah minumlah kira-kira satu gelas atau sekitar 200 cc. Selain itu, minumlah sedikit-sedikit tapi dilakukan secara berkala.

Siapa bilang lari tidak butuh persiapan? Bagi para pelari pemula, kita harus melakukan beberapa persiapan, seperti:running shoesSiapkan perlengkapan khusus lari

Sebelum lari, kita harus menyiapkan perlengkapan yang memang digunakan untuk olahraga lari, seperti sepatu khusus lari dan pakaian yang mudah menyerap keringat [dri-fit].

“Untuk pakaian, bebas mau pakai yang ketat atau longgar, yang penting bahannya jangan yang tebal seperti wool. Gunakan pakaian yang bahannya mudah menguapkan keringat.

“Keringat yang keluar itu harus diuapkan. Proses penguapan itu memang normal untuk tubuh kita karena itu untuk mendinginkan tubuh kita. Kalau nggak ada penguapan, orang bisa terkena cedera yang dinamakan heat injury, seperti pingsan bahkan hingga meninggal dunia. Jadi, jangan pernah lari menggunakan jaket yang tertutup rapat,” ujarnya.

Cukup sarapan dan cukup minum
Banyak yang beranggapan bahwa jangan makan sebelum melakukan olahraga lari. Ternyata anggapan tersebut salah. Justru kita harus sarapan dahulu satu jam sebelum lari.

Sarapan yang disarankan adalah sarapan ringan seperti roti dengan sedikit yang manis-manis sebagai amunisi saat berlari.

Selain itu, kita juga harus cukup minum sebelum olahraga lari. Pastikan cairan tubuh kita tercukupi sebelum, saat, dan setelah melakukan lari.

Beberapa hari sebelum melakukan lari, kita harus cukup istirahat dan tidur. Jangan begadang sehari sebelum melakukan lari. Hal tersebut akan membuat kondisi tubuh kita tidak fit saat lari. « [teks @ratihwinanti | foto berbagai sumber]

Also read:
Deretan pelari cantik dunia
Berlari cantik ala Melanie Putria

SHARE