Monolog Inggit, Istri Kedua Soekarno

0
514

Inggit Garnasih, nama yang hilang dari buku sejarah

Inggit diperankan Happy SalmaInggit Garnasih, adakah yang mengenalnya? Bagaimana dengan “Kusno”, apa ada yang mengenalnya? Kedua nama ini masihlah asing di telinga. Maklum jika tidak diketahui, karena tidak ada di buku pelajaran sejarah sekolah. Nama keduanya sama dengan kisah cinta yang mereka jalani, seolah-olah hanya legenda.

Pasangan ini yang bahu-membahu memerdekakan Indonesia dari penjajah. Inggit hanyalah seorang ibu kos sekaligus penjual jamu. Sementara “Kusno” cuma mahasiswa yang nge-kos di tempatnya. Dari situ, cinta dimulai. Dari situ pula Indonesia selangkah mendekat pada kemerdekaan.

Inggit adalah istri kedua dari proklamator Indonesia, Soekarno. Sementara “Kusno” adalah panggilan sayangnya untuk presiden pertama.

Nama “Inggit” serasa dilupakan, tidak pernah terdengar kisah perjuangannya. Apalagi rupa wajahnya. Istri Soekarno yang publik kenal hanyalah Fatmawati seorang. Padahal jauh sebelum itu, ketika Kusno disegani sebagai macan podium, Inggit sudah bersamanya. Wanita ini yang menemani geliat aktivis Kusno semasa di Bandung. Dia juga yang menyelundupkan buku-buku ke dalam penjara untuk suami tercintanya.

Happy Salma, mencoba menghidupkan kembali sosok Inggit lewat sebuah monolog di Teater Jakarta, TIM. Dalam durasi dua jam, ada enam belas babak yang menceritakan mulai dari awal pertemuan hingga pisahnya kedua pasangan ini.

Padat dan menggigit kisah yang dimainkan oleh Happy seorang. Ada romantisme yang membara di babak-babak awal. Dan getir haru ketika memasuki bagian akhir.

Naskah monolog ini ditulis oleh Ahda Imran dan disutradarai Wawan Sofwan. Rachmayanti Nila Kusumah bertugas sebagai koreografer. Membantu Happy untuk berbicara lewat gerakan. Pentas drama satu arah ini dinamakan “Perempuan di tepi sejarah”.

Inggit SenduHappy menuturkan jika pementasan kali ini ia dedikasikan untuk Inggit, perjuangannya sebagai perempuan di masa awal kemerdekaan.

“Saya ingin mengajak penonton ikut larut dalam emosi Inggit yang sabar, setia, kesal, marah, berani, namun dengan tetap sederhana,” ujar Happy.

Kesetiaan Inggit pada Soekarno muda, ia buktikkan dengan terus bersamanya selama dua puluh tahun. Meski harus diburu oleh kolonial Belanda, di penjara di Sukamiskin sampai dibuang ke Ende, Inggit tetap setia menemani soekarno. Perbedaan di antara keduanya 13 tahun. Ketika Inggit menginjak usia 53, dan Soekarno berumur 40 tahun. Konflik di antara keduanya terjadi. Sang proklamator menginginkan darah daging, sementara wanita sunda itu tidak bisa memenuhi keinginannya.

Alhasil, Soekarno meminta izin untuk menikah kembali. Melihat gelagat itu, Inggit bilang tidak secara tegas. Seperti suaminya yang selalu menentang penjajahan. Pilihan cerai pun diambil sebagai jalan keluar. Inggit kembali ke Bandung, menjadi penjual jamu dan benda kosmetik. Sementara Kusno, meneruskan karier politiknya.

Di ujung Monolog, Inggit bertutur: Aku memilih kembali ke Bandung. Membawa kembali peti tua ini dan semua harga diriku. Tapi satu hal yang ingin aku katakan, aku, Inggit, akan tetap mencintainya.. « [teks @haabibonta| foto @gregbimz]

Also read:
Tato di kulit Sophia Muller
Sebenarnya siapa pacar Peter Parker?
Sex: Where vs Why

SHARE