Feby Febiola: “Saya Mudah Move On”

0
1117

Feby Febiola bicara soal peran, pekerjaan, dan move on

Feby FebiolaApa kabar Feby Febiola? Sempat lama tak terdengar kiprahnya di jagad hiburan Indonesia, aktris ini kini juga mengembangkan sayap ke bisnis dengan merilis merek parfum seperti namanya. Menyanyi, masih. Berakting? Tentu saja masih dan akan terus.

Terakhir, wajahnya masih bisa ditemui di film 3600 Detik yang disutradari Nayato Fio Nuala dan sebagai guru cantik di Marmut Merah Jambu besutan Raditya Dika.

Belakangan ia dikabarkan tengah dekat dengan seorang pemusik, menyusul perceraiannya dengan Bruce Nicholas Delteil, pada April 2013 lalu.

Siang itu, kami berjanji untuk bertemu di Birdcage di bilangan Kebayoran Baru. Saat kami temui, Feby tengah bercengkrama dengan Ade Andrini, temannya yang juga menjabat posisi General Manager di resto itu.

Simak bincang-bincang santai Feby bareng Editor in Chief @hagihagoromo bersama Videographer @ajiotoy dan Photographer @gregbimz berikut ini. 

hello feby, dulu publik mengenalmu karena karakter tante amerika, di sinetron tersanjung. dari sekian banyak peran yang pernah kamu jalani, mana menurutmu yang paling berkesan?
Aku juga heran, kenapa sampai sekarang, masyarakat masih ingat karakter Tante Amerika. Aku aja udah lupa, karena aku orangnya mudah move on. Setiap dikasih kerjaan, aku akan mendalami sedemikian rupa. Jadi kalau ditanya mana yang berkesan, semua berkesan lah.

tapi yang paling melekat selain tante amerika di sinetron apa?
Dulu aku pernah main sinetron Istri untuk Suamiku. Itu sinetron paling menguras air mata, karena temanya perempuan banget. Di situ peranku lumayan menonjol. Tapi karena nggak sepanjang sinetron Tersanjung, makanya orang masih ingat yang itu aja.

gara-gara tersanjung jadi banyak yang ngasih kerjaan?
Yoi. Gara-gara Tersanjung aku jadi sering dapat peran antagonis. Tapi kalo aku dapat peran antagonis lagi, aku nggak pernah mau karakternya seperti Tante Amerika. Kalau ada yang minta jadi seperti Tante Amerika, pasti aku tolak. Karena aku nggak pernah mau peran antagonis yang sama.

orang ‘kan suka pilih-pilih peran antara antagonis dan protagonis. kamu lebih suka yang mana?
Semuanya.

kalo yang benar-benar paling menjiwai?
Aku sih lebih milih antagonis.

kenapa?
Karena antagonis itu yang membuat cerita, kalau protagonis itu yang kebawa cerita. Tapi yang protagonis itu yang biasanya mendapat simpatik penonton. Cuma antagonis itu nyawanya dari sebuah cerita. Itu kalau menurut aku ya, yang bikin seru. Yang membuat cerita [jadi seru] ya antagonis.

kalau di kehidupan sehari-hari, kamu lebih sering jadi antagonis atau protagonis?
Capek kali kalau jadi antagonis terus. Bayangin, harus melotot setiap hari. Lama-lama mata keluar lho, hahaha. Mendingan jadi protagonis aja, lebih enak dan santai.

Kelahiran Jakarta, 24 Mei 1978 ini memang punya banyak jam terbang di sinetron dan film. Tercatat ada lebih dari selusin sinema elektronik yang pernah ia jalani. Dari mulai Tersayang, Tersanjung, Kehormatan, Istri Untuk Suamiku, hingga Cinta Melody, Cinta Cenat Cenut, dan Setulus Kasih Ibu. Untuk layar lebar, Feby pun pernah menjajal akting di Laskar Cilik, Semesta Mendukung, The Witness, KM97, 3600 Detik, dan yang terakhir Marmut Merah Jambu.

sinetron, ftv, dan film. mana di antara ketiga ini yang paling mengena untuk dirimu?
Sekarang sih lebih suka FTV dan film ya, soalnya kalau stripping [sinetron] itu capek banget. Fisik harus kuat sih.

kalau dari sisi materinya lebih enak mana?
Jelas stripping. Kenceng bingitss, hehehe.

kamu sudah pernah menjalani beberapa genre film..
Yap. Drama, horor, komedi. Cuma action saja yang belum. Dulu pernah main film dengan genre action. Tapi tetap diposisikannya di sisi dramanya.

apakah kamu memang spesialis drama?
Nggak juga sih. Kemarin sempat sebulan syuting di Malaysia, untuk ASTRO TV. Peranku di situ sebagai Raden Galuh, istri Sultan Malaka yang berasal dari Indonesia. Di situ aku disuruh pegang pedang, berkelahi, menari. Bisa juga kok akhirnya.

persiapannya panjang?
Nggak, hahaha. Lumayan cepat, kok. Kebetulan aku latihan basic beladiri Muay Thai. Walaupun nggak perfect, tapi nggak apa-apa. Apalagi dibantu dengan trik-trik kamera, jadi kelihatannya tambah oke.

hanya itu film yang main untuk luar?
Kalau untuk film sebenarnya pernah, join Filipina dan Indonesia, tapi tayang di Indonesia juga, judulnya The Witness. Jadi kami adegannya pakai bahasa Inggris. Itu genre-nya triller. Untuk yang pure tayang di luar itu judulnya Takhta, mini seri enam episode, untuk ASTRO TV di Malaysia. «

>>>minggu depan, Feby Febiola akan berkisah tentang karier tarik suaranya<<<

Also read:
Makna tato di tubuh Sophia Muller

SHARE