Iwan Fals Sang Maestro: Bersama Raiden Soedjono

0
2961
Iwan Fals
Iwan Fals

Raiden Soedjono terkejut saat ditelepon Iwan Fals

Pengantar Redaksi
Tulisan ini adalah bagian ketiga dari empat seri yang ditayangkan dalam waktu dua minggu. Tulisan pertama dapat dibaca di artikel bertajuk Iwan Fals Sang Maestro: Pertemuan Pertama dan yang kedua di artikel berjudul Iwan Fals Sang Maestro: Si Oom Sangat Kreatif.

raiden + “HAA, SIAPA? Iwan? Iwan Fals?”

– “Iya ini Iwan Fals, Rai. Kamu lagi apa?”

Telepon itu ibarat sebuah tomahawk yang meyasar ke rumahku. Dan.. Boom! Aku terkejut bagaimana bisa dia mendapatkan nomer ponselku. Sepatah kata dua patah kata itu membuat aku terkesiap. Posisi badan yang semula santai, menyender pada bantal, kini agak tegap menjauhinya.

+ “Lagi di rumah, Oom. Nonton teve. Ada apa ya?”

– “Oom mau undang kamu ke rumah. Ada yang ingin Oom Iwan bicarakan. Bisa nggak?”

Aku tak perlu pikir panjang untuk menjawab “Bisa!”

Tapi apa sebenarnya yang ingin dia bicarakan denganku di rumahnya itu?

***

ITU KEJADIAN beberapa tahun lalu, ketika Raiden pertama kali diajak bergabung dengan Iwan Fals dan Band. Sayangnya, kini ia tak lagi mengisi posisi drummer di band tersebut. Raiden sudah digantikan Yose, seorang dosen di IKJ yang ditemukan Iwan ketika mengisi salah satu pagelaran orkestra.

Raiden adalah salah satu pemilik talenta yang ditemukan Iwan Fals. Mereka bersua pertama kali saat pemuda pelontos itu main ke Leuwinanggung. Saat itu, Raiden masih jadi personel Bunga, band yang dulu juga digawangi mendiang Galang Rambu Anarki, anak sulung Iwan Fals. Ia bermaksud manggung di pekarangan rumah Sang Dewa dari Leuwinanggung itu karena diundang untuk sebuah acara. Mulai sejak itu, Manusia Setengah Dewa itu rupanya kepincut dengan aksi enerjik Raiden.

“Awalnya gue sempat nanya ke dia, kenapa gue yang diajak [gabung] sementara ada yang lain?” ujar lelaki berusia 28 tahun ini.

Iwan menjawab, karena dia masih muda dan punya talenta. Cocok untuk menambah warna ke tubuh Iwan Fals dan Band. “Dia pengin gue bantu ini dan itu saat itu,” ujar Raiden.

Lelaki bertinggi badan 175 cm ini pun mengiyakan keinginan Sang Maestro. Ia menjadi bagian dari Iwan Fals dan Band. Raiden kemudian menandatangani kontrak di bawah Tiga Rambu Management [TRM] selama satu tahun. TRM adalah manajemen yang menaungi Iwan Fals dan Band.

“Setau gue sih ‘gitu. Semuanya dikontrak selama satu tahun. Tapi nggak tau deh yang lain. [kalau] Gue sih ‘gitu.”

Perlu waktu sekitar satu tahun untuk menyesuaikan permainan mereka. Seperti Ardy, Raiden juga tak memiliki ketertarikan mendengar lagu country balada milik Iwan, mulanya. Ia lebih suka genre nu-metal dan rock n’ roll.

“Kenapa gue ikut gabung? Emm, siapa coba yang nggak mau diajak nge-band sama dia?” tanya dia balik ke saya, “Semua orang pasti mau! Dia itu legend,” ujar pria yang memiliki tato sayap di punggungnya.

***

Iwan Fals dan Raiden
Iwan Fals dan Raiden

SAYA BERTEMU dengan Raiden selepas Isya’ di Abbe Studio, Gandaria. Saat itu Raiden sedang latihan dengan band barunya, Spank. Kira-kira sudah sebulan dia tak lagi berada di bawah naungan TRM. Raiden menolak perpanjangan kontrak yang disodorkan kepadanya.

“Pas memilih gabung sama Oom Iwan, gue pernah bilang dulu banget bakal nyiptain satu album bareng dia,” tuturnya. Sebelum bersama Iwan Fals dan Band, Raiden juga sempat ikut menggebuk drum untuk band Roxx. Selain itu ia juga sering menjadi additional player untuk banyak band lain. Namun sejak berada di bawah TRM, tawaran lain ia singkirkan.

“Sekarang hal itu udah kesampaian,” lanjutnya. “Oom Iwan udah ngeluarin album baru lagi, Raya. Jadi janji gue sudah lunas.”

Selama bergabung bersama Iwan Fals dan Band, Raiden mengaku kerap diomeli karena tingkah konyolnya. Lelaki bertato ini sering ditegur karena mengubah lirik kepunyaan Iwan Fals untuk bahan guyonan. “Ahahaha, kalau inget, lucu. Tiap latihan pasti dia negur. Tapi gue-nya cuek aja,” jawab Raiden.

Meski sering bertingkah usil, tapi Raiden tak pernah sampai dibentak. Menurutnya, sosok Sang Maestro cuma ingin dia tahu kapan waktu serius dan kapan waktu untuk bercanda.

Setiap minggu, Raiden tiga kali bolak-balik dari Kemang ke Leuwinanggung. Senin, Rabu, dan Kamis/Jum’at untuk latihan. Di momen seperti itu, Iwan Fals adalah sosok yang terkesan serius, menurutnya. Kadang latihan dijalani dalam studio. Atau kadang justru di pekarangan. Tergantung mood Sang Maestro saja.

“Waktu latihan, yang dia bagi cuma sebatas kerjaan aja. Untuk sesuatu yang bersifat personal, jarang dia buka,” ungkap Raiden.

“Oh iya, gue sama Ardy kadang dinasehatin untuk mengurangi rokok. Oom Iwan ‘kan sekarang sudah menjalani hidup sehat. Kalau dulu sih gosipnya ya ‘gitu yaa. Tapi sekarang, ngerokok aja sudah nggak,” terangnya.

***

Raiden MESKI PERNAH bergabung ke dalam Bunga, Raiden tak pernah mengenal sosok Galang secara langsung. Padahal jika ditarik garis umur, usia mereka tidak terpaut jauh.

Sepeninggal Galang, Iwan Fals mulai jarang tampil di teve. Dia enggan muncul di layar kaca. Kick Andy pun butuh waktu dua tahun untuk membujuknya tampil di acara talk show itu. Menurut Raiden, seusai penampilannya ketika itu, ada sesuatu yang berubah dari diri Iwan Fals. Ada percikan api yang menyala kembali.

“Setau gue abis itu [Kick Andy-red], dia mulai obsess lagi untuk masuk teve dan bikin album lagi,” kata pria yang juga ter-influenced dengan sosok Jaya Roxx.

Raiden tak mengerti kenapa bisa seperti itu. Barangkali Andy F Noya berhasil menyulut sehelai sumbu yang lama terbengkalai. Di acara itu, tahun 2011, Andy menghadirkan sosok-sosok teman lama Iwan Fals ketika masih duduk di bangku kuliah. Ada Gumgum dan Egi. Bersama mereka bedua, Iwan Fals membentuk sebuah band country bernama Babadotan. Meski tak lama, tapi ketiganya berhasil menciptakan hits single “Si Gembala Sapi” yang juga dinyanyikan mantan artis cilik Tasya Kamilla.

Kepergian Raiden dari Iwan Fals dan Band karena terkait masalah kontrak dengan major label tempat Spank bernanung. Di lembaran kontrak itu, tidak membolehkan Raiden memiliki perjanjian dengan pihak label lain. Termasuk TRM. Alhasil, ia lebih memilih untuk bersama band yang ia bentuk dengan kawan-kawan kuliahnya.

“Padahal dulu gue bilang ke Ardy untuk jangan pernah cabut. Karena gue males harus nyetel permainan dengan orang baru lagi. Eh, sekarang malah gue yang cabut, hahaha,” ujarnya terbahak.

“Oom Iwan sama sekali nggak melarang gue untuk cabut kok. Cikal juga ‘gitu. Kemarin gue datang ke sana untuk pamit, dan semuanya baik-baik aja,” tutup dia.  « [teks[email protected] | foto courtesy [email protected]]

SHARE