Maleficent: Versi Lain Sleeping Beauty

0
441
Maleficent
Maleficent

Ketika peri Maleficent memberi kutukan kepada bayi

MaleficentSuatu hari, setelah bertahun-tahun, akhirnya lahir seorang bayi perempuan yang dinanti-nanti di sebuah kerajaan yang dipimpin Raja Stefan beserta istrinya. Bayi perempuan iu diberi nama Aurora.

Sebagai bentuk suka cita, Raja Stefan mengadakan sebuah pesta besar dan mengundang seluru rakyatnya. Bahkan acara iu dihadiri oleh peri-peri kebahagiaan. Peri-peri itu kemudian memberikan hadiah istimewa untuk bayi Aurora.

Seorang peri memberikan hadiah keajaiban agar sang bayi kelak menjadi perempuan cantik jelita. Peri kedua menganugerahi keajaiban agar kelak sang putri dicintai oleh semua mahluk yang mengenalnya. Dan peri terakhir mendoakan agar Aurora selalu riang dan gembira.

Namun belum usai hadiah peri ketiga diberikan kepada bayi Aurora, muncul seorang peri tua yang dikenal jahat bernama Maleficent. Tiba-tiba sang peri tua mengungkapkan kemarahannya karena tidak diundang di dalam pesta tersebut. Ia pun mengatakan ingin memberikan hadiah juga untuk bayi Aurora.

Tanpa disangka, hadiah tersebut berupa sebuah kutukan yang menyeramkan. ”Selama hidupmu, kau akan dicintai oleh orang-orang sekitarmu dan kau akan tumbuh dengan cantik jelita. Namun tepat di hari ulangtahunmu yang ke-16, sebelum matahari terbenam, jarimu akan tertusuk jarum pintal dan kau akan tertidur bagaikan orang mati selamanya, kecuali bisa dibangunkan oleh sebuah ciuman dari cinta sejati,” ujar Maleficent kepada bayi Aurora.

Masih ingat potongan cerita itu? Bagi penggemar cerita Disney pastinya tahu betul, kalau potongan cerita itu diambil dari cerita Sleeping Beauty. Apa jadinya jika kita menelusuri cerita tersebut dari awal mula, jauh sebelum Aurora lahir?

Begini ceritanya. Di sebuah tempat bernama The Moors, hiduplah mahluk-mahluk asing yang saling percaya satu sama lain. Mereka tak punya pemimpin, namun hidup saling berdampingan dengan tentram, termasuk seorang peri kecil nan cantik bernama Maleficent.

Maleficent dikenal sebagai peri yang ramah, lembut dan juga penyayang. Setiap hari ia akan terbang berkeliling dengan sayap kuatnya untuk menyapa seluruh penghuni The Moors. Sampai suatu ketika, ia berjumpa dengan seorang manusia bernama Stefan.

Dahulu kala, diceritakan The Moors hidup berdampingan dengan bangsa manusia yang tak pernah saling berhubungan. Namun dengan kedatangan Stefan, semuanya berubah. Stefan kemudian berteman dengan Maleficent. Ia biasa mengunjungi Maleficent di The Moors bahkan hingga beranjak dewasa.

MaleficentPertemanan itu berubah menjadi rasa cinta. Tapi semua rasa cinta itu berubah ketika Stefan yang mulai dewasa dikuasai rasa egois dirinya. Ia ingin sekali menguasai kerajaan yang dipimpin Raja Henry, kerajaan yang selalu ingin menguasai The Moors dan menguasai semua kekayaan dan kecantikan yang terdapat di dalamnya. Keinginan Raja Henry selalu gagal, karena Maleficent dan semua penghuni The Moors selalu saling membahu untuk membentengi The Moors dari keegoisan bangsa manusia.

Sebelum meninggal, Raja Henry memerintahkan agar siapapun yang bisa mengalahkan Maleficent dan menguasai The Moors akan meneruskan dirinya sebagai raja. Mendengar keinginan tersebut, Stefan menjalankan ide liciknya.

Apa yang terjadi? Stefan membunuh Maleficent? Tidak. Waktu yang pernah Stefan dan Maleficent lewati bersama membuat Stefan tak sanggup membunuh Maleficent. Akan tetapi, Stefan melakukan hal yang lebih menyakitkan hati Maleficent.

Stefan memotong kedua sayap Maleficent. Ia memboyong sayap itu kepada Raja Henry dan mengatakan Maleficent telah berhasil ia lenyapkan. Sejak saat itu, Stefan diangkat menjadi raja dan menikahi putri dari Raja Henry.

Di lain sisi, bagaimana keadaan Maleficent tanpa sayap? Ia merasa dikhianati dan menyimpan dendam terhadap Stefan. Ia mengurung diri dalam dukanya. Ia kemudian menjelma sebagai seorang dengan aura menyeramkan. Tak ada lagi Maleficent yang ramah dan penuh senyum. Kini ia ditakuti dan ia menguasai The Moors. Sampai akhirnya bertahun-tahun setelahnya, Maleficent mendapatkan kabar Raja Stefan dan istri telah memiliki seorang anak, yang diberi nama Aurora, dan terjadilah kutukan tersebut.

Kembali ke potongan cerita di awal, itu adalah alasan kenapa Maleficent merasakan kesedihan yang mendalam. Dendam masa lalu yang membuatnya memberikan kutukan kepada bayi Aurora. Lalu apa yang terjadi selanjutnya?

Setelah Maleficent hadir di pesta atas kelahiran bayi Aurora dan mengutuknya, ia kembali mengurung diri. Ia hanya ditemani asistennya, seorang burung yang bisa menjelma sebagai manusia dan bentuk lainnya, bernama Diaval.

Di lain sisi, Raja Stefan gelisah dan mengirimkan Aurora tinggal di tengah hutan dengan tiga peri kebahagiaan sebagai pengasuhnya. Sedangkan Raja Stefan menetap di istana dan meratapi apa yang telah terjadi.

Ia memerintahkan seluruh istana untuk menghancurkan jarum dan juga mesin pemintal. Ia mengurung diri dan menyiapkan strategi untuk melawan kutukan yang akan terjadi 16 tahun ke depan.

Di tengah hutan, Aurora tumbuh di bawah pengawasan tiga peri. Di luar itu, tanpa sepengetahuan peri-peri itu, Maleficent selalu mengawasi pertumbuhan Aurora. Ia selalu membantu menjaga sang bayi sampai ia tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita.

Sampai suatu hari, Aurora remaja diliputi rasa penasaran ingin memasuki wilayah The Moors. Ia takjub dengan keindahan yang ada di sana. Ait terjun yang dihiasi warna-warni sayap peri, pohon-pohon yang bisa bergerak, atau penghuni-penghuni lainnya yang berbentuk unik.

Maleficent yang melihat keceriaan itu pun luluh. Suatu hari, menjelang ulang tahun Aurora yang ke-16, Maleficent datang ke rumah Aurora di tengah hutan, di saat Aurora tertidur. Ia ingin mencabut kutukan yang ia ucapkan di masa 16 tahun yang lalu. Namun, apa yang terjadi? “Tidak ada satu kekuatan pun di bumi ini yang mampu membatalkan kutukan ini,” suara Maleficent di masa lampau memenuhi ruangan. Dan dengan rasa sedih Maleficent pulang ke The Moors dan menyesali kutukannya. Hati Maleficent tetap seperti ia yang dulu, yang lembut dan juga penyayang.

Lalu apa yang terjadi? Jika masih penasaran dengan cerita selanjutnya, Anda harus segera menyaksikkan film Maleficent di bioskop-bioskop kesayangan Anda. Karena film ini akan merubah pandangan Anda akan cerita Putri Aurora [Elle Fanning] dan juga sang peri Maleficent [Angelina Jolie] di dunia The Moors.

Di film ini, penonton juga akan dimanjakan dengan visual ala negeri dongeng. Warna-warna yang ceria, serta keajaiban-keajaiban penghuni The Moors akan menghibur sepanjang film diputar.

Jumat, 30 Mei 2014 lalu, tim Ghiboo.com, berkesempatan menghadiri screening film dari Walt Disney Studios ini. Hari itu, studio dipenuhi oleh adik-adik dan juga penonton dewasa yang ingin mengetahui sebuah cerita di balik kutukan sang peri Maleficent yang selama ini dikenal jahat. Lalu hasilnya? Persis seperti tagline yang diusung oleh film ini, bahwa jangan percaya pada dongeng yang kau pernah dengar. « [teks @nandiyanti | foto courtesy of movies.disney.com [email protected]]

The Comments:

Richaldo – Karyawan
“Kalau dari alur cerita, ringan dan fresh. Karena cerita tentang Sleeping Beauty yang beredar di masyarakat nggak kayak di sini. Kalau dari akting, Jolie benar-benar awesome karena peran Maleficent pas di dia. Dan perawakan Jolie juga mendukung karakter angkuh Maleficent.”

Ali S. – Karyawan
“Ceritanya beda dari yang lain. Kali ini ditunjukkin sisi yang berbeda. Apalagi bagian Stefan mengkhianati Maleficent. Intinya jangan menyakiti perempuan karena akibatnya bisa lebih dari yang dibayangkan. Keren.” «

SHARE