Hardest Thing of Being Luna Maya?

0
296
Luna Maya
Luna Maya

Sejumlah rahasia seorang Luna Maya

luna maya Membuat janji dengan Luna Maya, mudah-mudah susah. Beberapa kali waktu yang telah disepakati akhirnya mesti digeser-geser kembali. Hingga akhirnya, Ghiboo berhasil menemuinya di sebuah stasiun televisi swasta.

Bintang film Killers ini sedang sibuk memandu beberapa program acara di televisi. Mulai dari program musik pagi, sampai acara komedi di petang. Super sibuk. Tapi, kami tidak ingin membicarakan kesibukkannya itu. Yang kami mau gali, dan untuk memenuhi rasa ingin tahu G-Readers, adalah sejumlah rahasia Luna Maya. Ini dia:

first love?
SMP, pacaran pertama waktu SMP.

first date, apa yang terjadi?
Nonton lah. Biasa, di bioskop, standar, rame-rame ala anak SMP ‘gitu. Lucu.

first kiss, kapan dan bagaimana?
Hah? Okey, itu bukan kiss. Actually, itu kecupan. Di bioskop. On the second date.

first broken hearted?
Pacaran 2,5 tahun, aku yang mutusin. Sempat balik lagi, terus putus lagi.

sekarang yang long. longest relationship?
With my ex, yang kemarin, 7 tahun. Lama ya?

longest journey?
Traveling paling jauh, Eropa, Tibet, Amerika. Yang lama banget sih waktu kecil. Sebulan ‘gitu, ke Austria, rumah nenek.

biggest achievement?
From zero to ten again.

biggest lost?
2010 kali ya. Semua kerjaan hilang, all gone. Apa yang dibangun dari nol, dari 1999 sampai 2010, sekejap hilang.

biggest regret?
Eumhh, nggak ada sih. Kalo ditanya, jawab jujurnya mungkin ada. Tapi gue nggak akan bilang, because it contains other people feeling. Jadi nggak wise [kalau diceritakan]. Namanya penyesalan pasti di belakang. I do belive kayak apapun itu, pasti ada maknanya, ada hikmahnya. Kita nggak akan rugi.

hardest moment?
2010.

hardest move on?
Dari yang terakhir, heu… heu…

sweetest memories?
Sweetest memories ada beberapa sih. My birthday, last year, it was a very good memories. Karena ada teman spesial, karena merasa masuk angka 30 untuk pertama kalinya. Buat perempuan, masuk angka [kepala] tiga itu banyak yang terkejut. Tapi gue memasukinya dengan sangat tenang dan dewasa. Umur yang mendekati 30 kemarin, momen gue merasa heumhhh..

sweetest dream?
Heumh apa ya?

sweetest ya, bukan wettest..
Hah? Hahahaha. Iya, iya, bukan wettest. Sweetest dream nggak ada, kayaknya..

lowest point?
2010!

deepest sadness?
2010!

last kiss?
Yesterday!

and how was it?
Yeah, nice.. [tersipu]

oke, itu semua rahasia luna. satu lagi, hardest thing of being luna maya?
Jadi center of attention. Which is, believe or not, gue kurang suka. Suka kerjanya cepat, paling sejam atau dua jam kelar, tapi jadi di depan itu, [bikin kita jadi] pusat perhatian. Terus udah ‘gitu kadang-kadang maksud kita bercanda, dianggapnya serius.

Penginnya sih jadi produser, sutradara, yang lebih di belakang. Dan gue juga lebih menikmati ternyata. Punya kepuasaan sendiri liat film yang kita bikin, walaupun banyak kekurangannya. Tapi hasil kerja kerasnya, kerja yang kita benar-benar pikirin all the detail, yang harus dipikirin.

Kayak kita harus bawa [hasil film untuk proses post-pro] ke Bangkok. Kalo salah, terus balik lagi, terus sound-nya. Tapi pas jadi, itu ‘kan yang terbaik yang pengin kita kasih. Ada sedikit kebanggaan dan gue nggak ngomong doang. Gue melakukan sesuatu. Daripada cuma ngoceh, tapi nggak ngapa-ngapain? Ya percuma. « [teks @hagihagoromo | foto @gregbimz]

Also read:
Rahasia kecantikan Luna Maya

SHARE