Lazaretto: Hasil Eksprimen Jack White

0
85
Jack White

Style Jack White yang berubah-ubah

Jack WhiteTanggal 19 April silam, Jack White mengunggah sebuah single berjudul “High Ball Stepper ” di YouTube. Pria berwajah pucat ini berhasil membuat penikmat musiknya kaget dengan teaser tiba-tiba itu. Sebuah lagu instrumental berdurasi empat menit itu membuat penikmat musik White berjingkrak. Pasalnya lagu itu seperti sebuah pengumuman: “Hey, ini lagu baru saya [Jack White] tunggu albumnya sebentar lagi juga akan keluar.”

Dan, enam hari dari sekarang, di tanggal 10 Juni 2014, album solo kedua Jack White sudah dipasarkan ke seluruh dunia. Album teranyarnya berjudul “Lazaretto”, sama dengan judul track kedua dalam rekaman ini. Ada sebelas materi yang dipersembahkan olehnya. Dua di antaranya: “Lazaretto” dan “High Ball Stepper” telah bisa dinikmati lewat YouTube.

Sebelas materi itu dirangkum White dalam durasi 39:13. Selain sebagai musisi, eks personel White Stripes ini juga bertugas sebagai produser pada album sophomore-nya. Tapi bukan Jack White jika tidak melakukan sebuah eksperiman dalam berkarya. Di lagu “High Ball Strepper”, pria berambut gondrong ini membuat gitarnya meraung-raung dengan reversed yang ciamik juga distorsi kasar. Sekilas terdengar seperti Jimy Hendrix dan Jimmy Page sedang berkolaborasi.

Sementara di track kedua, “Lazaretto”, Jack bernyanyi dengan dengan tempo yang agak cepat, seperti almarhum MCA [Beastie Boys]. Distorsi kasar tetap dipertahankan oleh White pada lagu ini, ditambah tone-tone elektronik. Mengawinkan dua genre hip-hop 80’an dan garage rock. Suara efek sync yang tebal dan biola makin menambah warna dari lagu ini.

“[Lazaretto] sesungguhnya tidak cuma berasal dari satu bunyi style. Tentunya ini dari banyak bunyi. Seperti ketika kau mendengar Blunderbuss, ada banyak style di situ. Saya tidak memilih satu style atau genre kemudian baru menulis lagunya. Tidak,” ujar pria 38 tahun ini.

Dia lalu melanjutkan, ”Saya hanya menciptakan lagu yang keluar dari kepala saya saja. Dan apapun style-nya ya itulah lagunya. Biarlah nantinya seperti apa.” [Also read: musisi dunia yang batal konser di Indonesia]

Lazaretto akan dipasarkan melalui tiga bentuk. Ke dalam Compact Disk [CD], online stores, dan vinyl. Khusus untuk yang vinyl dijual terbatas dengan beberapa tambahan. Seperti album art, poster, dan dua lagu yang direkam khusus di Mexico: “Alone in My Home” and “Entitlement” « [teks @HaabibOnta | foto courtesy of guardian.com]

Track:
1.”Three Women”
2. Lazaretto
3.”Temporary Ground”
4.”Would You Fight for My Love?”
5.”High Ball Stepper”
6.”Just One Drink”
7.”Alone in My Home”
8.”Entitlement”
9.”That Black Bat Licorice”
10.”I Think I Found the Culprit”
11.”Want and Able

SHARE