AMI Dorong Produk BerSNI

0
124
Asosiasi Mainan Indonesia
Asosiasi Mainan Indonesia
Asosiasi Mainan Indonesia

Menurut Data Statistik Indonesia yang disampaikan Asosiasi Mainan Indonesia [AMI] pekan kemarin, jumlah angka kelahiran anak adalah 4,5 juta per tahun. Dari sisi bisnis, itu berarti pasar yang besar untuk produk mainan anak-anak.

Namun sayangnya, masih banyak mainan anak-anak yang berbahaya atau memiliki kandungan bahan pembuatnya, yang dapat mengganggu kesehatan si anak. Terkadang, anak suka menjilat, atau menggigit mainannya, dan dari situ bahan berbahaya itu masuk.

Untuk menjaga anak-anak terpapar dari bahaya ini, AMI — baru saja dikukuhkan akhir minggu lalu oleh Pemerintah Provinsi Jakarta — akan mensosialisasikan dan membina para produsen dan importir mainan.

Mereka diharapkan untuk segera mengurus dan mensertifikasi SNI [Standar Nasional Indonesia] pada setiap produk mainan yang dihasilkan atau didatangkan. Tujuannya agar sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang diterapkan pemerintah secara menyeluruh pada bulan November agar seluruh produk berSNI.

Pada November nanti, pemerintah sudah tidak menolerir lagi bila masih ada mainan yang tidak berSNI.

Sebelumnya pemerintah telah memberi kelonggaran sebanyak dua kali mengenai peraturan ini [Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24/M-IND/PER/4/2013], yang seharusnya 10 Oktober 2013, diundur Mei 2014 [karena produsen mainan belum siap], dan kini diberikan kesempatan lagi hingga November tahun ini.

Kehadiran AMI sendiri akan menjadi wadah yang menaungi para produsen, importir, dan pedagang mainan yang berkiprah di Industri mainan Tanah Air untuk menampung aspirasi sekaligus menjadi forum pertemuan dalam membahas berbagai hal yang terkait dengan keberadaan, penyebaran maupun regulasi mainan Indonesia.

Ami juga akan memegang peranan penting dengan segera dibukanya pasar global AFTA [ASEAN Free Trade Area] di tahun 2015.

Sebagai lembaga yang mandiri, AMI yang merupakan sekumpulan produsen, importir, dan pedagang mainan ini mengusung misi dan visi untuk merangkul pengusaha, importir, dan pedagang mainan di seluruh Indonesia untuk secara mandiri membuat kesepakatan dalam hal menjaga kualitas penyediaan mainan sehingga tidak merugikan pelanggan dan menjadi lembaga yang dapat turut serta mendukung pembentukan generasi muda Indonesia yang cemerlang.

Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI), Sutjiadi Lukas mengutarakan, “Kami gembira dapat meresmikan AMI sebagai wadah positif bagi produsen, importir dan pedagang mainan Tanah Air yang turut dikukuhkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta, Bapak Joko Widodo selaku Gubernur.”

Untuk masalah pengetesan produknya, pemerintah telah menunjuk PT. Global Inspeksi Indonesia yang dapat membantu para produsen untuk menguji kelayakan produknya tanpa harus pergi keluar negeri.
Produk yang diajukan kemudian oleh pihak PT. Global Inspeksi Indonesia akan langsung diuji kelayakannya di laboratorium dan nantinya hasil uji lab terhadap satu produk mainan tersebut akan langsung dikirim ke LSPRO [Lembaga Sertifikasi Produk] dan apabila telah lolos akan mendapatkan sertifikasi SNI. « [teks @bartno | foto courtesy of clflifelines.org]

SHARE