Indonesian Creative Week 2014

0
133
Indonesian Creative Week 2014
Indonesian Creative Week 2014

Karya 21 desainer dipamerkan di Indonesian Creative Week 2014

Lina Bernard
Desain Lina Bernard

Kekayaan budaya dan alam yang dimiliki Indonesia, membuat para penghuninya tidak kehabisan ide dalam mengeksplor. Salah satunya, mengeksplorasi melalui bidang fashion dan kerajinan, yang tergelar dalam acara Indonesian Creative Week [ICW], di Skenoo Hall Gandaria City, Jakarta, 4-7 Juni 2014.

Meski bukan kali pertama digelar, ICW 2014 tetap memuaskan para pecinta fashion dan kerajinan, terutama melalui tema yang diusung tahun ini, Svarna Khatulistiwa.

Sama seperti tema yang diangkat, ICW kali ini lebih berusaha lagi memperkenalkan aneka rancangan baju dari berbagai desainer, yang ditunjang dengan ide-ide lebih kreatif.

“Dari tahun ke tahun kita memang mengangkat tema Indonesia. Jadi kita sedang gencar mengajak publik untuk mencari, menggunakan dan mendukung brand lokal. Sesuai tema tahun ini, Svarna Khatulistiwa, kita mau menggali warna warni khatulistiwa, baik dari tenun maupun yang lain,” jelas Faizullah Sofyan, founder ICW kepada Ghiboo belum lama ini.

Lebih lanjut pria yang disapa Zullah ini menjelaskan, dalam pergelaran ke-empat, ICW menghadirkan 21 desainer. Dimana untuk fashion show berkonsep parade, setiap desainer wajib memamerkan 10 baju. Sedangkan, fashion bersifat ekslusif, desainer dipersilakan memamerkan sekita 20 baju.

“Tidak ada kriteria khusus bagi para desainer yang unjuk hasil karya di ICW. Yang pasti mereka harus mengirim desainnya dulu, sesuaikan tema. Lalu kita lihat kreatifnya,” tambah Zullah.

ICW 2014 pun membuktikan kalau kegiatan ini bukan hanya milik desainer kelas atas, atau yang sudah memiliki nama. Layaknya Poppy Dharsono atau sekelas Dian Pelangi.

Sebaliknya, beberapa desainer muda yang baru merintis karier di bidang fashion designer pun diberi kesempatan untuk memamerkan karya mereka. Salah satunya adalah Lina Bernard. Desainer muda ini mengaku, kalau ICW 2014 adalah fashion show pertama untuk mengenalkan hasil rancangannya.

“Ini momennya tepat sekali. Saat aku baru mulai, aku mendapat undangan. Aku konsepnya tradisional yang dipadukan dengan internasional. Di sini aku menggunakan tenun Bali, karena banyak potensi yang bisa digali dari kain, dan motifnya bisa menarik turis luar,” papar Lina.

Dengan mengikuti ajang ICW 2014, Lina pun memiliki harapan yang tidak muluk-muluk. Yaitu, karyanya bisa dikenal orang banyak mengingat dirinya adalah pemula. Selain itu, wanita berambut panjang lurus ini juga ingin lebih mengenalkan tenun Bali dengan segala kelebihannya.

Selain menikmati pergelaran fashion show, pengunjung ICW 2014 juga bisa melihat-lihat dan membeli beberapa kerajinan dan fashion dari brand-brand lokal. Disini ada sekitar 109 brand yang ikut meramaikan ICW 2014.

Ada juga kegiatan talkshow, yang diselenggarakan di luar Skenoo Hall. Kegiatan talkshow sendiri diadakan sebagai wadah bagi setiap desainer atau pengusaha kerajinan menceritakan pengalaman mereka dalam menggeluti bidang usahanya. « [teks @DonT_D4 | foto @gregbimz]

SHARE