Di Balik Kisah Gemala Hanafiah

0
3396
gemala
gemala

Gemala Hanafiah mengaku takut bungee jumping

Gemala HanafiahSejak tahun 2009, perempuan ini mulai rutin menuliskan pengalaman-pengalamannya melalui blog pribadinya gemala.me. Ya, perempuan ini bernama Gemala Hanafiah, atau yang akrab disapa Al. Lewat blognya itu, Al menceritakan pengalamannya berkencan bersama ombak-ombak terbaik yang pernah ia temui baik di dalam dan luar negeri.

Al memang dikenal sebagai salah satu peselancar wanita profesional Indonesia. Ia sudah memiliki banyak pengalaman dalam menemukan spot-spot indah di Indonesia. Menurutnya kekayaan Indonesia, khususnya pantai dan ombak yang cantik sangat berlimpah. Bahkan Indonesia memiliki ombak yang tidak kalah bagusnya dengan ombak yang terdapat di Hawaii.

Semua pengalaman itu ia tuangkan lewat tulisan-tulisannya di blog. Siapa sangka perempuan cantik ini memang sudah hobi menulis sejak kecil. Ia pernah memiliki buku-buku diary dan menuliskan segala cerita di dalamnya. Dulu cerita berlibur ke rumah kakek dan nenek pun juga ia abadikan lewat tulisan di diary-nya itu. Tak heran hingga kini kemampuan menulisnya tetap terjaga.

Salah satu pengalaman berharga yang pernah ia bagi adalah tentang kemajuan spot selancar di Indonesia. Mungkin terdengar membanggakan, namun ternyata, kali ini ceritanya sedikit miris. Saat itu, Al dipercaya untuk menjadi seorang pembawa acara televisi bertemakan petualangan. Al dan tim berecana untuk melakukan syuting selancar di sebuah pantai di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Pantai tujuan Al tersebut merupakan sebuah pantai yang sudah dibangun. Dikembangkan menjadi spot yang indah dilengkapi dengan resort berkualitas wah. Dan kabar menyedihkannya adalah, Al dan tim tidak mendapatkan izin untuk melakukan syuting di sana.

Gue pernah ditolak gara-gara pantai di depanya itu sudah punya orang bule dan yang boleh surfing di situ cuma tamunya doang. Maksimal 9 orang yang boleh ada di laut. Dan itu biaya yang paling murah 5 juta, minimal untuk menginap lima hari. Bayangkan aja untuk bisa surfing di tempat bagus kita harus ngeluarin uang 25 juta dulu,” kata Al, saat berkunjung ke kantor Ghiboo.

“15 kali diving itu masih parno”
Gemala Hanafiah Menurut Al, kejadian ini bukan satu-satunya di Indonesia. Turis asing sudah bisa mencium wanginya usaha surfing di Indonesia, karena pantai dan ombak yang menjanjikan. Karena itu mereka mulai mendirikan resort-resort yang seolah membatasi penggunaan pantai, yang semestinya tak bisa dimiliki oleh siapapun, dan hal ini bukan hanya terjadi di spot selancar tapi juga di spot diving.

Lupakan tentang spot yang terbatas itu. Cerita bergulir tentang tempat-tempat indah lainnya yang masih memungkinkan untuk di jangkau. Salah satunya adalah Sungai Bono yang tersohor di kalangan peselancar dunia. Al menceritakan keinginannya berselancar di Sungai Bono, Riau, namun sayang ia belum berjodoh mampir ke sana.

Meski belum bisa ke sana, ia telah mengumpulkan banyak pengalaman dan tak ragu-ragu untuk berbagi nama dan lokasi selancar tersebut. “Pulau Merah di Grajakan itukan berati mereka tau itu potensial. Aceh, Simelu muncul juga. Pelan-pelan orang juga akan tahu lokasi itu potensial,” ungkap Al.

Itu hanya beberapa pengalaman yang dibagi Al kepada Ghiboo. Al pun mengatakan selain menikmati ombak-ombak di Indonesia, ia juga seringkali menghabiskan waktu untuk diving. Meski sama-sama di dalam air, menurut Al keduanya memiliki keistimewaan masing-masing. Ketika awal-awal menjajal diving, Al mengatakan takut bukan kepalang. Meski terlihat mudah namun saat menyadari dirinya sudah jauh berada di dalam spot diving, ada rasa panik tersendiri.

“Sampai 15 kali diving itu masih parno, deg-degan. Rasanya kok lama ya di bawah. Bawaannya pengin cepet naik ke atas. Apa lagi kalau masuk gua yang di bawah,” katanya sambil bergidik membayangkan susur gua di dalam air.

Takut bungee jumping
Gemala HanafiahHebatnya perempuan satu ini, selain lincah menaklukkan ombak, Al juga lolos ujian menaklukkan rasa takutnya berada di kedalaman air. Di sebuah acara pun ia terlihat dengan semangatnya memanjat tebing dengan peralatan yang tidak main-main serta rutin menjalani olahraga long board. Tapi kira-kira apa ya kelemahan perempuan satu ini?

“Ketinggian oke, asal jangan lompat!” begitulah reaksi Al, saat Ghiboo menanyakan tantangan terberat baginya. Yak terjawab sudah kelemahan perempuan penakluk ombak ini. Secara gamblang, ia dengan lantang menyerah jika disuruh melakukan olahraga ekstrem yang berhubungan dengan melompat.

“Pernah disuruh lompat, itu tangan udah kebas-kebas lihat ke bawah,” ujarnya. Hingga kini Al sama sekali belum pernah mencoba olahraga seperti bungee jumping atau apapun yang mengharuskannya melompat.

“Pokoknya kalau ada acara yang nyuruh gue lompat mending pembawa acara yang satunya, gue yang surfing aja, hehehe” katanya dengan santai. Tapi, kira-kira keseruan apa lagi ya yang akan dilakukan oleh Al ke depannya? Apakah mungkin Al akan melakukan adegan melompat? Kita tunggu saja, siapa tahu ia merubah pikirannya.

Saat ini Al masih sibuk di beberapa kegiatan, salah satunya di acara berjudul Pemburu Ombak. Di sana kita bisa melihat aksi-aksinya menaklukan ombak. Atau bagi yang penasaran dengan cerita-ceritanya bisa langsung berkunjung ke blog pribadi Al, dan bayangkan betapa tangguhnya perempuan yang satu ini. « [teks @nandiyanti | foto @Gregbimz dan dok. Gemala Hanafiah]

Also read: Lima Spot Surfing Kesukaan Gemala Hanafiah

SHARE