Hedi Yunus Kembali Menari

0
202
Hedi Yunus
Hedi Yunus

Hedi Yunus rehat menari 20 tahun

Hedi YunusJika menyebut nama Hedi Yunus, mungkin yang terbesit ialah sosok pria kalem, pandai membuat hati luluh dengan suara dan lirik-lirik lagu melownya.

Namun tahukah Anda, bahwa pria bernama lahir Hedi Suleiman ini sudah lebih dulu mengenal seni tari sebelum memutuskan untuk berprofesi sebagai penyanyi.

Hedi, 45 tahun, pun bercerita tentang pengalaman mengenal seni tari, “Saya naik panggung untuk tari sebenarnya jauh sebelum jadi penyanyi. Sudah dari usia 5 tahun sampai pas Sekolah Menengah Pertama [SMP]. Begitu udah masuk SMA udah nggak mau lagi tuh nari karena mikirnya ngapain juga cowok nari. Tapi baru beberapa waktu ini mulai nari lagi dan kayak seneng banget lagi.” 

Hedi, yang Ghiboo temui di kawasan Kemang Jakarta, datang dengan busana cukup santai. Badannya tertutup kaos orange dan celana hitam. Ia melanjutkan cerita bahwa semenjak kanak-kanak sudah cukup fasih menarikan tarian tradisonal sunda klasik. Beberapa jenis tarian seperti tari Gawil, Lenyepan, dan Gagahan Putra yang pada zamannya dilakukan oleh para priyayi, dapat juga ia peragakan dengan baik.

Pria yang hari-harinya disibukan untuk mengurus perusahaan event organizer dan biro perjalanan umroh dan ibadah haji ini menambahkan kalau keinginannya untuk kembali menari merupakan hal yang tidak sengaja dilakukan. Dia diminta oleh sebuah galeri di Jakarta untuk mengisi pentas tari bersama penari kenamaan, Eko Supriyanto.

“Saya rehat dari dunia tari itu hampir 20 tahun,” katanya, “dan sekarang mulai lagi karena mikir ini kesempatan bagus. Selain itu saya juga dapat memberi contoh yang baik pada generasi muda, ini loh tarian asli kita, terserah kalau mereka milih moderen dance tapi setidaknya anak-anak sekarang tuh tetap tahu kalau kita punya banyak tarian yang bagus dan indah.” Wajahnya tampak serius ketika ia berbicara itu.

Walaupun lama tak menggerakan tubuhnya di atas panggung tari, penyanyi kelahiran  Bandung ini sama sekali tak mengalami kesulitan ketika harus kembali menari. “Nggak ada yang berubah, badan nggak kaget juga karena nari kan paling durasinya hanya 5 sampai 8 menit, berbeda ketika harus nyanyi, jadi saya tetap menikmatinya.”

Di akhir obrolan, Hedi Yunus berujar kalau kemampuannya menari merupakan nilai lebih ketika diundang untuk perform. Dia pun dengan jujur mengakui lebih sering mempertunjukan kebolehan menarinya di mancanegara seperti London, Amerika, dan Korea karena masyarakat di luar negri memberi apresiasi yang lebih tinggi untuk kesenian dan budaya kita. [teks dan foto@boy_MALI]

SHARE