Saat Persahabatan Dipertanyakan

0
160
22 Jump Street

Duet detektif kocak ini kembali beraksi untuk Anda

22 JumpstreetKalau boleh sedikit mengingatkan, mundur ke dua tahun lalu, pada film sebelumnya, 21 Jump Street [2012], Morton Schmidt [Jonah Hill] dan Greg Jenko [Channing Tatum] merupakan teman SMA yang beberapa tahun kemudian bertemu kembali di sebuah akademi polisi. Ketika lulus dari akademi polisi, sebuah tugas datang kepada mereka.

Keduanya dimasukan ke divisi yang dikenal dengan nama 21 Jump Street. Schimdt dan Jenko diberikan tugas menyelidiki arus peredaran obat-obatan terlarang di sebuah Sekolah Menengah Atas dengan cara menyamar. Kisah komedi dan tingkah laku dari dua orang ini dikemas secara maksimal pada 21 Jump Street.

Film arahan duet Phil Lord dan Christopher Miller itu terbilang sukses berat. Modal produksinya 42 juta dollar AS, namun pemasukannya luar biasa besar: 201 juta dollar AS. Tak heran jika kemudian duet ini dipercaya membuat sekuelnya: 22 Jump Street.

Di sekuelnya ini, persahabatan Schimdt dan Jenko ditantang dalam menyelesaikan satu misi peredaran narkoba. Pada awal cerita, kita diajak kembali mengingat kisah saat Schmidt dan Jenko beraksi di 21 Jump Street.

Seperti biasa, aksi dua sahabat yang mempunyai karakter berbeda ini mengawali kisah 22 Jump Street bagaikan sosok agen polisi hebat. Mereka diberi tugas untuk mengejar sekelompok pengedar narkoba yang dipimpin Ghost [Peter Stormare]. Namun, aksi hebat mereka kembali gagal. Penyebabnya ya mereka sendiri, saat identitas keduanya sebagai polisi terbongkar. Dan mulailah hal konyol terjadi.

Setelah mereka gagal dalam menuntaskan misi tersebut, akhirnya kedua sahabat ini kembali dikirim untuk bekerja dengan Kapten Dickson [Ice Cube] yang kali ini terletak di seberang jalan, 22 Jump street.

Lantas apakah mereka diberi tugas dengan menyamar kembali di sekolah menengah atas? Ternyata kali ini Schmidt dan Jenko harus pergi menyamar sebagai mahasiswa dan menemukan pemasok obat terlarang yang beredar di mahasiswa.

Penyamaran mereka sebagai mahasiswa sangatlah konyol. Jenko mempunyai wajah sudah sedikit menua yang dipertanyakan oleh mahasiswa sekitarnya. Tentu saja ini membuat penonton tertawa.

Duo detektif ini bertugas untuk melacak peredaran ‘WhyPhy’ [WiFi], obat terlarang yang tersebar di kalangan mahasiswa. Kasus ini mulai mencuat setelah jatuh korban yang menewaskan seorang mahasiswa. Schimdt dan Jenko mendapat beberapa jawaban dari foto yang diberikan Kapten Dickson. Pada foto tersebut terlihat seorang wanita sedang melakukan transaksi WhyPhy.

Di perguruan tinggi ini kekompakan Schmidt dan Jenko kembali dipertaruhkan ketika Jenko bertemu dan bergabung dengan tim rugbi dengan dua pentolan: Zook [Wyatt Russell] dan Rooster [Jimmy Tatro].

Ketika Jenko dan Schmidt menghadiri pesta bersama Zook dan Rooster, Schmidt tak mendapatkan perhatian dari keduanya. Ia lalu memutuskan untuk keluar dari pesta. Schmidt merasa kesepian, berbeda dengan Jenko yang menikmati pesta tersebut. Tetapi Schmidt mendapat penghiburan berupa teman kencan yang ayu. Masalahnya bertambah ruwet ketika ternyata, cewek bernama Maya itu adalah anak Kapten Dickson.

Schmidt dan Jenko beraksi bagaikan seorang agen rahasia ketika mereka menggeledah kamar wanita yang sudah tewas karena obat tersebut. Namun mereka kembali dihadapkan pada suatu kesulitan karena tak ada bukti yang bisa mereka temukan. Kedua sahabat yang bagaikan adik kakak ini mendapatkan petunjuk ketika mereka mengunjungi Mr Walters [Rob Riggle] dan Eric [Dave Franco] di penjara.

Walters melihat foto yang dijadikan sebagai petunjuk. Sesaat Walters melihat foto itu, ia menemukan bukti yang jadi titik awal penelitian Schmidt dan Jenko. Petunjuk apa itu? Bisakah Jenko dan Schmidt mengatasi perbedaan di antara mereka? Siapakah pengedar yang mereka cari-cari? Berhasilkah hubungan Schmidt dengan Maya? Tentu saja untuk menemukan jawabannya, Anda harus segera menyaksikan film action comedy ini di bioskop-bioskop kesayangan Anda. « [teks @shintriamylnia | foto courtesy of Sony Pictures]

SHARE