GIGI Bicara Personel Kelima

0
770
gigi
gigi

Siapa sosok personel kelima dari GIGI itu?

“If anyone was the fifth Beatle, it was Brian Epstein” – Paul McCartney, 1997

gigi Apa yang diungkapkan oleh bassist The Beatles tersebut mungkin tidak berlebihan. Peran seorang manajer dalam karier artis memang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Hal serupa juga diungkapkan oleh band pop rock asal Jakarta, GIGI. Band yang digawangi Armand Maulana [vokal], Dewa Budjana [gitar], Thomas Ramadhan [bass], dan Gusti Hendy [drum] mengungkapkan bahwa Dhani Pette adalah personel kelima GIGI di luar formasi resmi yang diketahui publik.

Sosok pria bernama lengkap Dhani Widjanarko ini merupakan kunci di balik kesuksesan dan long lasting-nya karier bermusik GIGI di industri musik tanah air. Ia merupakan satu dari sedikit manajer artis profesional yang menguasai teknis produksi konser, yang mengawali karier dari struktur paling bawah dalam dunia showbiz.

Pette memulai semuanya dari menjadi roadie, kru band, stage manager, artist coordinator, hingga kini menjadi pimpinan Pos Entertainment. Ini sebuah entertainment company di Jakarta yang memiliki bidang usaha manajemen artis, event organizing, label rekaman, TV production, dan sebagainya.

Dewa Budjana adalah orang yang pertama kali menawarkan pria berakun twitter @dhanipette ini sebagai posisi manajer GIGI. Berawal dari pertemanannya dengan Budjana, Pette akhirnya dipanggil GIGI untuk ikut audisi menjadi manajer mereka. Pette mengungkapkan bawa pada saat ia dipanggil ke GIGI, hubungannya bukanlah pertemanan lagi karena mereka melakukan pendekatan secara profesional.

Gue sempat diaudisi. Mereka bilang, ‘Dan, kalau elo megang GIGI apa yang bakal elo lakukan?’ “Dan, kita punya duit nih, apa yang akan elo lakukan?’ Gue jabarkan semua program gue. Akhirnya semua itu kami bakukan di atas kertas,” ujar Pette, bercerita.

Manuver Pette mayoritas hebat

Dhani Pette
Dani Pete

Ia menambahkan, tak pernah menempatkan dirinya pada posisi di atas atau di bawah artis dalam kerjasama ini. Mereka sejajar dan memiliki kontribusi yang sama.

“Intinya, hubungan gue dan GIGI sudah menempuh banyak tahapan. Dari hubungan tidak profesional, profesional, sampai sekarang tidak profesional lagi. Sekarang lebih mementingkan ikatan emosional dan personal,” tambah Pette.

Pette mulai bergabung dengan GIGI di album kedua GIGI: Dunia [1995]. Menurut Armand, selama 19 tahun bersama, Pette bukan hanya sekadar manajer artis seperti pada umumnya. Pette dinilai lebih dari itu. Selain memiliki visi yang sama, GIGI merasa memiliki keterikatan lebih dengan Pette, dan itu yang membuat GIGI lebih hidup. Armand dan kawan-kawan pun sepakat bahwa sosok Pette sangat berpengaruh atas kesuksesan yang mereka raih.

“Selama ini kalau gue liat, manuver-manuver Pette itu mayoritas hebat dan kadang itu jadi hal yang kita perdebatkan di GIGI. Tapi gue bikin kesimpulan kalau dia udah merasa jadi personel kelima GIGI,” tutur Armand.

Hal ini menjadi keuntungan untuk GIGI sendiri. Mereka merasa jika dahulu tidak bertemu dengan manajer seperti Pette, GIGI sudah tenggelam seperti kapal yang karam.

Untuk menjadi sebuah band yang sukses, tidaklah melulu soal siapa yang berada di panggung dan membuat karya yang bagus. Tapi sebuah band juga memerlukan manajemen yang mendukung dari belakang.

“Kita bisa lihat, contohnya band-band di luar, di baliknya pasti ada seorang manajer yang terus satu visi dan terus mem-back up mereka. Banyak juga band-band bagus yang akhirnya hilang. Dan mungkin karena manajemennya itu,” tambah Armand. « [teks Krisna Pratiwi | foto Dok Band GIGI]

Also read: Candil Luncurkan “Gadis Korea”

SHARE