Kafe Kucing yang Mendunia

0
363
Pee Pees Katzencafe
Pee Pees Katzencafe

Mulai dari Jepang hingga menyebar ke negara lain

Kafe-Kucing-2

Membunuh rasa jenuh dengan secangkir kopi, berbagi cerita dengan relasi, bekerja atau bahkan hanya memanfaatkan fasilitas internet [WiFi] gratis merupakan aktivitas yang kerap kali dilakukan banyak orang di sebuah kafe.

Kebiasaan ini ternyata bisa lebih kreatif jika Anda menyempatkan waktu berkunjung ke Pee Pee’s Kazten Kafee di Berlin, Jerman. Ya, di kafe kucing ini Anda tak hanya melakukan aktivitas rutin ‘ngopi-ngopi cantik’, tetapi juga bisa bermain bersama dengan berbagai jenis kucing lucu.

Seperti yang diucapkan oleh seorang filsuf Jerman bernama Albert Schweitzer bahwa cara untuk lepas dari berbagai masalah kehidupan adalah musik dan kucing. Konsep kafe unik ini perlahan namun pasti mulai mendunia.

Dimulai dari Jepang yang membuat kafe kucing, lalu kini trennya terus berkembang hingga berbagai negara seperti, Perancis, Australia, Italia, Hungaria, bahkan Inggris [London], dan Amerika [New York].

“Kami sekarang-memiliki sistem pemesanan, karena sekitar 20.000 orang ingin datang ke kafe kami. Padahal jumlah tempat yang kami sediakan hanya 30 kursi,” ujar Lauren Pir, pendiri Dina Cat Emporium di London, seperti yang dikutip dari CNN.

Masalah sanitasi dan kebersihan pun kian menjadi pertanyaan ketika pelanggan harus menikmati menu makanan atau minuman favoritnya. Namun para pemilik kafe menjamin kebersihan dari menu nyang dihidangkan, selain itu kebersihan hewan kaki empat ini pun juga bisa dipertanggungjawabkan.

Nah, G-Readers yang memang menyukai kucing harus bersabar karena di Indonesia belum ada tempat untuk Anda bermanja-manja dengan hewan yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan oleh masyarakat Tionghoa ini. « [teks @boyMALI | foto  GettyImages | koverUberlin.co.uk]

SHARE