Menyusuri Wisata Religi di Macau

0
312

Yuk ke Historic Centre of Church di Macau!

Menikmati keindahan wisata, menyalurkan hasrat hobi, dan bersenang-senang, bukan tujuan mutlak seseorang pergi melancong ke negeri orang. Ada juga yang liburan dengan niat melakukan perjalanan spiritual.

Bicara soal perjalanan spiritual, memang negara bagian Timur Tengah identik dengan wisata berbau religi. Namun, bukan berarti Asia Timur tidak kaya akan wisata religi, lho. Di Macau, ada banyak tempat wisata yang mengandung nilai religi sangat tinggi, dan mesti Anda telusuri.

Tempat wisata religi yang dimiliki Macau memang kebanyakan dalam bentuk gereja-gereja kuno. Tak heran bila Macau, juga sering disebut sebagai Historic Centre of Church. Gereja-gereja dengan konstruksi klasik di Macau ini, dibangun pada masa kekuasaan Portugis, yang masyarakatnya notebene beragama Katolik dan Kristen.

Berikut wisata religi yang bisa Anda telusuri selama melancong di Macau:

1. St. Dominic’s Church

St. Dominic
Meski gereja ini pernah memiliki catatan sejarah yang suram, namun gereja St. Dominic tetap memukau dan menginspirasi wisatawan yang datang. Unsur religi yang terkandung di Gereja St Dominic’s sangat dalam. Pasalnya, gereja ini dibangun oleh tiga pendeta Dominika berkebangsaan Spanyol, yang berasal dari Acapulco, Mexico, pada tahun 1587.

Selain itu, Gereja St. Dominic’s memiliki altar yang sangat mengagumkan. Dindingnya dihiasi sebuah lukisan Kristus yang indah. Di berbagai sudut gereja, Anda akan semakin dibuat takjub dengan gambar-gambar dan simbol agama yang diukir.

2. St. Lawrence’s Church

St. Lawrence
Gereja St. Lawerence’s atau biasa disebut Feng Shun Tang, termasuk salah satu dari tiga gereja tertua di Macau. Gereja ini didirikan Kaum Jesuits, pada abad ke-16. Mengapa diberi nama St. Lawrence’s? Karena, nama gereja ini berasal dari nama seorang yang baik hati dan suka menolong orang miskin. Sayangnya, ia mati dihukum oleh Gubernur Roma.

Demi menghormati St. Lawrence, maka dibangunlah sebuah patung Santo, yang mengenakan jubah merah sambil memegang Alkitab dan tongkat, seraya berdiri tegak di depan altar. Gereja ini memiliki interior yang amat cantik. Misalnya, bagian atap yang terbuat dari kayu dan berwarna turquoise, yang dipadukan dengan sinar putih dan emas. Tempat lilin di gereja ini pun didesain bergaya klasik, sehingga mampu membuat ibadah semakin terasa khusyuk.

3. St. Augustine’s Church

St. agustin's
Gereja ini pertama kali dibangun Ordo Spanyol, bernama Augustinian pada tahun 1591. Anda wajib mendatangi wisata religi yang satu ini. Pasalnya, Gereja St. Augustine’s merupakan gereja pertama di Macau, sekaligus gereja yang pertama kali menggunakan bahasa Inggris untuk misa saat itu.

Sejak didirikan sampai sekarang, gereja ini tetap mempertahankan penyelenggaraan salah satu tradisi agama katolik, yaitu Easter Procession [Prosesi Paskah], yang melibatkan ribuan jemaatnya menyusuri seluruh kota.

Layaknya bagunan gereja pada umumnya, Gereja St. Augustine’s juga tampil berbentuk segitiga pada bagian atas, dan dihiasi salib dan patung Bunda Maria. Istimewanya, gereja ini memiliki langit-langit yang cukup tinggi, sehingga terkesan sangat luas. Lebih indah lagi, bila Anda menilik bagian luar gereja, terdapat lampu-lampu kuno dan pot yang menggantung.

4. St. Anthony’s Church

St. Anthony's
Gereja St. Anthony juga termasuk tiga besar gereja tertua di Macau. Namun, gereja ini lebih identik dikenal sebagai tempat pemberkatan pernikahan, pada masa kekuasaan Portugis. Sehingga kaum bangsa Cina kala itu menyebutnya Fa Yong Tong [Gereja Bunga].

Nama gereja ini berasal dari nama St. Anthony, seorang Santo ‘militer’. Ia adalah kapten tentara Portugis, yang sangat dihormati dan dipercaya sebagai Santo Pernikahan, bagi kaum Katolik kala itu.

Selain untuk ibadah, di sini Anda juga bisa menikmati keindahan pada setiap sudut gereja. Misalnya, pada bagian luar, terdapat taman Camoes, tempat patung Luis de Camoes diletakkan, sebagai tanda penghormatan untuk Bapak Penyair Portugis. Di dekat taman ini juga ada, pemakaman Protestan tua.

5. St. Joseph’s Seminary and Church

St. Joseph's
Didirikan pada tahun 1728, Gereja St. Joseph bersama St. Paul College menjadi pusat kantor pelaksanaan kerja para misionaris di Cina, Jepang, dan sekitarnya. Di samping fungsinya sebagai pusat berkumpulnya para misionaris, gereja ini menyimpan sejarah religi yang sangat nyata.

Ketika berada di sini, Anda bisa menoleh di salah satu altar samping. Di situ terdapat potongan tulang tangan Santo Francis Xavier, yaitu pionir misionaris Kristen. Potongan tangan ini, menjadi salah satu relik religi dan benda paling berharga milik gereja ini. « [teks @DonT_D4 | foto wikipedia]

SHARE