Wisata ke Pulau Buton? Why Not!

0
793
pantai lakeba
pantai lakeba

Travelling berkeliling Pulau Buton.

Hai G-Readers! Masih sibuk mencari tujuan travelling berikutnya? Tak perlu repot dan tak perlu bingung untuk memilih banyak tempat di berbagai dunia. Karena di Indonesia saja masih banyak tempat-tempat yang mengagumkan.

Kali ini, tim Ghiboo akan mencoba menjabarkan keindahan yang terdapat di sebuah pulau di Sulawesi Tenggara. Tempat ini bernama Pulau Buton. Saat ini telah terjadi pemekaran di wilayah itu sehingga terbagi menjadi beberapa wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Buton, Kota Bau-Bau, Kabupaten Wakatobi, dan Kabupaten Bombana.

Buat traveler, pulau ini bisa dibilang menyediakan jenis perjalanan yang padat. Siapa pun yang datang ke sana bisa mengunjungi wisata sejarah, religi, alam, mencicipi wisata kuliner, serta mengenal wisata kebudayaan khas Pulau Buton. Berikut penjelasannya.

K1Wisata Sejarah
Tujuan paling menggoda di Pulau Buton, salah satunya adalah Benteng Keraton Buton atau yang dikenal juga dengan nama Benteng Keraton Wolio.

Menurut banyak sumber, benteng ini dibangun sejak zaman penjajahan Portugis. Meski sudah sangat tua, bangunannya masih menarik untuk dikunjungi. Belum lagi suguhan pemandangan laut di sekitar Pulau Buton. Untuk diketahui, benteng ini dibangun di puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal.

Hebatnya lagi, pada tahun 2006 silam, benteng ini tercatat mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia [MURI] sebagai benteng terluas di dunia dengan panjang keliling benteng mencapai 3 kilometer dengan tinggi rata-rata 4 meter dan lebar 2 meter. Secara keseluruhan, luas kompleks benteng ini mencapai 401.911 meter persegi.

Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang, masing-masing pintu gerbang memiliki ciri khas yang sama yaitu dengan meriam dan bangunan seperti bungalow. Dari situ, pengunjung bisa melihat kecantikan Buton dari ketinggian. Perumahan yang tersusun sedemikian rupa, dilengkapi dengan pepohonan dan laut menghampar di kejauhan. Di benteng ini pengunjung bisa mengetahui sejarah tentang keraton yang dulunya pernah berjaya di Pulau Buton.

Benteng Buton

 

***

K2Wisata Religi
Bergeser sedikit dari Benteng Buton, terdapat sebuah masjid bersejarah. Masjid tersebut dikenal dengan nama Masjid Keraton Buton, atau dengan nama lain Masjid Agung Wolio.

Masjid ini memiliki 12 pintu di keempat sisinya dan 12 jendela di bagian atas. Maksud dari jumlah pintu dan jendela tersebut adalah menyesuaikan dengan jumlah pintu pada Benteng Wolio yang juga berjumlah 12.

Masjid ini tampak biasa saja dari luar, sama sekali tak terlihat istimewa. Tidak mewah seperti Masjid Kubah Emas dan tidak sebesar Masjid Istiqlal di Jakarta. Namun ketika memasuki masjid yang berlokasi di Kota Bau Bau ini, pengunjung akan tercengang.

Di dalam masjid terdapat sebuah lubang yang seringkali disebut sebagai Pusena, atau pusatnya bumi. Dan konon katanya, dari lubang ini sering terdengar suara dari Mekkah. Masyarakat sekitar percaya bahwa lubang tersebut memiliki jalan bawah tanah yang langsung menuju Mekkah. Percaya?

Masjid Buton

 

***

K3Wisata Alam
Ini bagian terseru saat berkunjung ke Pulau Buton. Kita mulai dari pantai di Kabupaten Buton Utara yang dikenal dengan nama Pantai Lakeba. Angin pantai, suara ombak, serta hamparan pasir putih akan menyegarkan mata Anda. Pantai ini siap menyediakan fasilitas terbaiknya. Di sini terdapat resort dengan arsitektur rumah adat Buton yang dilengkapi dengan fasilitas permainan di laut dan juga berbagai macam makanan.

Selain pantai, Buton siap menyajikan pemandangan yang cantik lewat air terjun cantik yang tersembunyi di dalam Kota Bau Bau, tepatnya di Kecamatan Sorawolio. Perlu menelusuri Jalan Poros, menerobos hutan dan semak belukar sampai akhirnya bisa menikmati keindahan air terjun yang dikenal dengan nama Samparona. Waktu tempuh hingga tujuh jam perjalanan akan terbayar setelah melihat kecantikan air terjun yang tingginya mencapai puluhan meter itu.

Selain tujuan di atas, masih banyak lagi tujuan lainnya. Pantai Nirwana, Air terjun Tirta Rimba, dan Pemandian Mata Air Pasarwajo juga bisa menjadi tujuan pilihan Anda.

pantai lakeba

 

***

K4Wisata Kuliner
Travelling kurang lengkap tanpa mencoba masakan khas daerah yang kita kunjungi. Pulau Buton siap menjamu kita dengan makanan khasnya, salah satunya bernama Kasoami. Tahu nasi tumpeng? Nah, bentuknya seperti itu. Hanya saja, Kasoami terbuat dari bahan dasar tepung singkong yang telah difermentasi selama kurang lebih tiga hingga lima hari dengan proses pemasakan dikukus. Hidangan ini bisa bertahan hingga satu minggu. Uniknya, makanan ini menjadi simbol keakraban dan persaudaan bagi masyarakat setempat.

Selain Kasoami, Buton juga memiliki Ure. Ure ini terbuat dari tepung jagung halus yang digiling menggunakan alat tradisional. Di Buton makanan ini termasuk dalam daftar makanan pokok. Cara pembuatannya sama dengan pembuatan nasi, dan setelah matang disajikan bersama denan sayut daun kelor dan dicampur kelapa parut sebagai penambah rasa.

Satu lagi yang khas dari Buton. Yang ini bernama Kambose. Masih sama-sama berbahan dasar jagung yang ditumbuk. Jagung kemudian direbus kemudian ditambah dengan santan kelapa. Pembuatannya memakan waktu sampai lima jam. Uniknya, makanan ini disajikan bersama dengan ikan asin. Penasaran? Sila berburu langsung ke Pulau Buton ya.

Kasoami

 

***

K5Wisata Budaya
Inilah daftar wisata terakhir dan yang paling unik dari semua wisata Buton. Sekarang waktunya menjelajahi wisata budaya Buton, dalam hal ini penggunaan bahasa. Di Buton Selatan terdapat keunikan penggunaan bahasa yang disebut Bahasa Cia Cia.

Tepat di tahun 2009 lalu, Bahasa Cia Cia menjadi pusa perhatian setelah resmi menerima tulisan Hangeul [aksara Bahasa Korea] untuk dijadikan sistem penulisan Bahasa Cia Cia. Meski hanya penulisannya saja yang sama dengan Bahasa Korea, namun hal ini menjadi daya tarik wisata bagi Pulau Buton.

Awalnya bahasa tersebut bukanlah satu-satunya bahasa yang terdapat di Buton. Masih ada Bahasa Wolio atau Wotu Wolio, namun semakin berkurang penggunaannya.

Bagi yang berkunjung ke Buton Selatan, tak perlu heran ketika nama jalan, nama gedung dan pertokoan ditulis dengan aksara Hangeul. Bagi yang pertama kali ke sana pastinya akan menjadi pengalaman yang unik.

Itu tadi lima keutamaan tujuan wisata di Pulau Buton. Bagi yang ingin terbang ke sana, silakan kumpulkan kocek agar puas berjalan-jalan mengelilingi Pulau Buton dan jangan lupa, abadikan moment terbaik itu bersama keluarga, kerabat dan teman-teman Anda. « [teks @nandiyanti | foto berbagai sumber]

cia cia

SHARE