Berlibur ke Bauhinia Square dan The Peak

0
151
The Peak
The Peak

Dalam rangka BorderPass Let’s Get Lucky in Macau 

Bauhinian Square
Bauhinian Square

Masih di hari yang sama [Rabu, 11/6] dan dengan cuaca yang ramah pula, para peserta BorderPass Let’s Get Lucky in Macau Ghiboo dan Hard Rock FM Jakarta, melanjutkan petualangan wisata mereka di Hong Kong.

Usai puas bersenang-senang dan narsis di Avenue of Stars, rombongan BorderPass menginjakkan kaki mereka di wisata Bauhinia Square. Jauh berbeda dengan Avenue of Stars, di sini tidak banyak yang bisa dilihat. Namun, para peserta boleh takjub melihat patung raksasa berbentuk bunga Bauhinian, yang dilapisi emas.

Selain melihat keindahan bunga raksasa berlapis emas, dan berfoto di depannya, para peserta juga mendapat cerita monumen bersejarah ini. Diceritakan Bauhinia Square merupakan lambang penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Republik Rakyat China [RRC], pada 30 Juni 1997.

Jujur saja, di Bauhinia Square para peserta BorderPass tidak menghabiskan waktu yang lama. Mungkin hanya 15 menit. Bukan karena tidak menarik, tapi karena semua perserta sudah tidak sabar menuju The Peak, sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Sambil menikmati perjalanan menuju The Peak, Ghiboo tidak membiarkan suasana perjalanan sepi dan hambar. Segeralah, Ivy Batuta yang sejak awal dipercaya Ghiboo untuk memandu kegiatan wisata Hong Kong – Macau ini, mengambil kesempatan dengan mengajak peserta BorderPass bersenang-senang dalam games.

Tawa kegembiraan pun ‘pecah’ dalam games yang dibawakan Ivy. Tak hanya senang karena permainannya, tapi juga karena hadiah-hadiah yang disediakan. Wow! Kurang lucky apa wisata BorderPass: Let’s Get Lucky in Macau ini? Sudah diajak jalan-jalan, bertabur hadiah pula. Enjoy!

Tak terasa, akibat games yang menyenangkan waktu perjalanan terasa singkat. Akhirnya, kami pun tiba di Victoria Peak atau The Peak. Peserta BorderPass yang notabene didominasi karyawan muda ini, langsung beranjak dari kursi dan keluar bus dengan semangat. Yeay! 

The Peak
The Peak

Petualangan pertama di The Peak kami mulai dengan menaiki The Peak Tram, atau kereta funikular melalui jalur tram. Kereta yang bergerak naik semakin ke atas ini, merupakan transportasi yang akan membawa para pengunjung menuju mall dan puncak The Peak.

Tegang? Tentu saja. Bayangkan, kereta yang berjalan menuju ke atas, dengan tingkat kemiringan terus-menerus, dan kaca kereta yang transparan membuat pengunjung bisa melihat langsung pemandangan dari ketinggian. Namun, meskipun menegangkan, tetap saja para pengunjung terlihat excited menaiki kereta tersebut.

Turun dari kereta, peserta BorderPass langsung dibawa masuk ke dalam area mal. Layaknya mal pada umumnya, di sini terdapat beberapa toko dengan produk ternama.

Tak hanya sebagai pusat belanja, The Peak juga menjadi tempat berdiamnya Madame Tussaud Hong Kong. Di sini peserta BorderPass bisa melihat patung-patung lilin yang mirip dengan selebriti Hong Kong atau tokoh dunia sekalipun. Seperti, Jackie Chan, Bruce Lee, Andi Lau, Jacky Cheung, Jay Chou, Michelle Yeoh, Lady Gaga, Ratu Elizabeth, dan yang terbaru, patung lilin mantan Presiden Indonesia, Soekarno.

Masih kurang? Tenang… The Peak punya area wisata lainnya yang masih bisa dinikmati pengunjung, yaitu The Peak Tower. Di puncak Peak ini, tiga peserta BorderPass, Feby Renika Silaen, Silvya Winny, dan Ghiboo berhasil menapaki lantai tertinggi dan langsung terbuai dengan keindahan kota Hong Kong.

Tak ada rasa takut sedikit pun, saat ketiga peserta ini berpijak di ketinggian 396 meter. Sebaliknya, wajah senang dan terperanga terpancar jelas. Siapa yang tidak terpukau? Dari sini kami bisa melihat keseluruhan kota Hong Kong, lho.

Selesainya bersenang-senang di penjuru The Peak, kami pun harus berpisah sementara dengan kota Hong Kong. Kapal fefry bermerek Cotai, berwarna biru dengan ‘gagah’ sudah menunggu rombongan BorderPass dan siap mengantar kami ke Macau.

Dan, akhirnya… Cukup waktu satu jam saja, kami pun tiba di Kepulauan Macau, destinasi yang sudah membuat jantung berdebar sejak dari Jakarta.

Di Macau, kami dijemput oleh pemandu wisata yang berbeda. Kali ini usianya lebih muda dari Angel. Namanya Surti. Selama di Macau, wanita asal Banyumas inilah yang menemani hari-hari peserta BorderPass.

Setibanya di Macau, sang pemandu wisata langsung mengajak kami menikmati makan malam, dan dilanjutkan ke Hotel Regency, tempat kami menginap. Hotel bintang empat inilah yang menjadi tempat peraduan kami selama berpetualangan dua hari di Macau. Ah, saatnya istirahat, karena Surti sudah menjanjikan, esok pagi akan membawa kami ke Venetian, Macau. « Bersambung… [teks dan foto @Dont_D4]

SHARE