Jakarta Terlihat Jujur Saat Malam

0
228
Selamat Pagi, Malam
Selamat Pagi, Malam

Film itu berjudul Selamat Pagi, Malam

Selamat Pagi MalamJakarta berulang tahun ke-487. Setidaknya film Selamat Pagi, Malam dapat dijadikan sebuah kado spesial, karena film arahan sutradara Lucky Kuswandi ini menyajikan kisah keanggunan hidup di ibukota Indonesia itu, dengan segala latar belakang perbedaan pada setiap orang, yang tentunya mereka saling tidak mengetahui satu sama lain di kota ini.

Selamat Pagi, Malam [In The Absence of The Sun], menceritakan kisah tiga orang wanita dengan segala kelebihannya, mencoba untuk memasuki lebih dalam seluk beluk kota Jakarta.

Film ini juga menggambarkan tentang keunikan kota Jakarta setelah matahari tenggelam. Ada tiga karakter wanita di dalamnya. Tiga wanita yang tidak saling mengenal dan mempunyai cerita berbeda, yang menghantarkan kita pada momen tidak terduga di Jakarta.

Pada awal memasuki studio, kami disuguhkan dengan trailer song yang berjudul “To Ny”. Rasa penasaran semakin besar akan cerita yang dikemas hanya dalam satu malam.

Film diawali dengan perkenalan salah satu karakter yaitu Gia [Adinia Wirasti]. Ia wanita berumur 32 tahun yang pertama kali dikejutkan dengan kehidupan Jakarta, setelah menetap cukup lama di New York, Amerika Serikat.

Selamat Pagi MalamSeketika Gia diingatkan oleh soulmate-nya saat di New York yaitu Naomi [Marissa Anita]. Ia mencoba menghubungi Naomi dan mengajaknya bertemu walaupun sedikit gugup. Gia akirnya bertemu dengan Naomi setelah percakapan singkat di telepon.

Mereka bertemu di salah satu restoran mewah yang semua pendatang harus mengenakan baju formal. Pertemuan yang tidak disangka ini membuat Gia menyadari bahwa kota yang dulu menjadi rumahnya kini telah banyak berubah termasuk Naomi. Gia tidak mengenal lagi sosok Naomi yang ia kenal dekat sewaktu di New York.

Setelah perkenalan sosok Gia, kita akan dibawa kepada kedua sosok lainnya yaitu Ci Surya [Dayu Wijanto] dan Indri [Ina Panggabean]. Ci Surya merasa hidupnya sepi setelah ditinggalkan oleh suaminya, Koh Surya. Di tengah rasa berkabung Ci Surya, serta sepi yang melanda, ia harus dihadapkan dengan kenyataan pahit.

Sesaat Ci Surya ingin mengubur semua kenangannya dengan Koh Surya, ia menemukan sebuah nomor telepon dalam dompet yang dimiliki suaminya. Di kontak itu bertuliskan nama Sofia [Dira Sugandi], penyanyi bar kelas bawah Jakarta.

Ci Surya pun mencoba mencari tahu tentang magnet yang dapat menarik suaminya ke dalam kehidupan yang tidak seharusnya dilakukan. Hingga pada akhirnya ia pun terlelap pada malamnya Jakarta.

Di lain cerita ada Indri yang bekerja sebagai penjaga handuk di salah satu pusat kebugaran di Jakarta. Ambisi dirinya untuk mengubah hidupnya membawa pada sesuatu yang sulit ditebak.

Selamat Pagi malam Indri menemukan seorang laki-laki yang ia kenal dari chatting room berkat smartphone cicilannya. Tetapi keinginan layaknya seorang wanita sosialita, sirna begitu saja ketika lelaki yang ia kenal merendahkan dirinya.

Kesedihan yang ia rasakan membuat dia akhirnya bertemu dengan seorang pria yang ternyata pelayan dari restoran yang Dira kunjungi. Awal pertemuan dengan pria tersebut menjadikan dirinya lupa akan apa yang ia rasakan beberapa jam yang lalu. Pria ini membuat Indri jatuh cinta hingga ia pun terhanyut.

Yang paling menarik pada film ini adalah, semua cerita diakhiri di sebuah hotel bernama Lone Star. Cinematography yang baik membuat penonton mudah mengikuti alur cerita.

Konflik yang terjadi pada Gia, Ci Surya, dan Indri dikemas sesuai dengan kemelut kehidupan di kota Jakarta. Selamat Pagi, Malam semakin tersentuh ketika pada akhir film kita disuguhkan oleh penampilan Sofia, sang penyanyi bar yang menyanyikan lagu “Pergi Untuk Kembali”.

Sutradara Lucky menyebut salah satu karakter di film ini persis seperti pengalaman ia ketika tinggal di Jakarta. Ia mengomentari, “saya melihat Jakarta sudah tidak seperti dulu lagi.”

Ia menambahkan, “Dulu saya sering keluar malam ketika di Jakarta. Terus saya merasa kalau pada malam hari Jakarta tuh lebih terlihat jujur ya.”

Marissa Anita, yang menokohi karakter Naomi dengan baik, mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari film ini. “Pelajaran yang saya ambil dari karakter yang saya perani adalah bahwa dalam hidup sebaiknya kita menjalankan kehidupan yang membuat kita bahagia.”

Dira Sugandi, yang juga penyanyi jazz, turut mengomentari Jakarta. “Dengan segala kelebihan dan kekurangan, ya ini Jakarta yang tetap menjadi rumah kita.”

Selamat Pagi, Malam sudah bisa G-readers saksikan di bioskop Tanah Air. « [teks @shintriamylnia | foto courtesy of kepomponggendut.com]

SHARE