Mengatur Pola Makan Saat Berpuasa

0
181
Ilustrasi Tips Mengendalikan Rasa Lapar
Ilustrasi Tips Mengendalikan Rasa Lapar

Atur ulang pola makan saat Ramadhan tiba

Ilustrasi Tips Mengendalikan Rasa LaparSetiap orang memiliki pola makan yang berbeda-beda. Baik yang megikuti pola hidup sehat atau sekadar memenuhi asupan gizi harian bagi tubuh. Namun ketika Ramadan tiba, umat Muslim memiliki pola ’mengisi perut’ yang sama karena sedang menjalani ibadah puasa.

Sejak waktu Imsak hingga adzan Maghrib tubuh sama sekali tidak mengonsumsi makanan dan minuman. Keadaan ini seringkali menimbulkan berbagai macam efek, salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah tubuh menjadi lemas karena perubahan pola makan. Lalu bagaimana cara untuk menyiasati perubahan pola makan selama bulan Ramadan?

Pertama, ada baiknya untuk melatih tubuh dengan pola makan yang baru. Sebelum Ramadan datang, disarankan untuk mulai mengurangi porsi makan dan juga mengurangi kebiasaan-kebiasaan di hari-hari biasa. Misalkan saja, mengurangi porsi makan besar, hanya dengan setengah porsi. Lalu jika terbiasa meminum teh atau kopi tiga kali sehari, mulai kurangi menjadi dua kali sehari.

Jika sudah terbiasa dengan pengurangan itu, tubuh tidak akan kaget dengan pola makan saat puasa. Setelahnya, yang perlu dilakukan adalah, merancang ulang asupan-asupan yang diperlukan saat puasa. Karena tubuh tidak mendapat asupan selama lebih dari 12 jam, maka sebaiknya saat buka puasa tiba pilihlah makanan atau minuman dengan rasa manis.

Lebih baik lagi pilih makanan atau minuman yang memiliki rasa manis alami seperti buah kurma. Manis dapat menormalkan kembali kadar gula darah dalam tubuh.

Di waktu berbuka usahakan untuk memenuhi 10 hingga 15 persen asupan harian yang dibutuhkan tubuh dengan mengutamakan makanan manis dan karbohidrat sederhana yang bisa didapatkan dari makanan seperti bubur kacang hijau atau sajian kacang merah. Jangan kalap di waktu berbuka puasa, dan tahan diri untuk mengatur pola makan secara bertahap.

Usai berbuka puasa, tunggu sekitar setengah hingga satu jam untuk mulai makan kembali. Ini juga bisa dilakukan setelah menjalankan shalat Tarawih. Mulailah menyantap makanan utama. Bagian ini, biasanya mencakup 30 hingga 35 persen kebutuhan tubuh harian. Nasi, lauk pauk dan sayur masuk ke dalam bagian ini. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi yang kaya akan serat, agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Usai menyantap menu utama, masih diperbolehkan untuk menyantap makanan lainnya, namun beri jeda sekitar setengah jam setelahnya. Pada bagian ini bisa menyantap camilan yang dapat membantu memenuhi sekitar 10 hingga 15 persen asupan yang dibutuhkan tubuh.

Bisa saja mengonsumsi susu hangat rendah lemak atau ada baiknya untuk mengonsumsi buah-buahan yang manis dan juga mengandung banyak air. Jeruk, ceri, dan pisang bisa menjadi pilihan. Terutama ceri yang dapat membantu memperbaiki kualitas tidur Anda.

Terakhir, siapkan konsumsi saat sahur tiba. Saat sahur cobalah untuk memenuhi sekitar 40 hingga 45 persen kebutuhan makanan harian. Pilihlah makanan yang sehat bagi tubuh, dan hindari makan berlebihan saat sahur. Makan berlebihan saat sahur menyebabkan melonjaknya kadar gula dalam darah, serta merangsang keluarnya hormon insulin secara berlebihan.

Hormon insulin ini akan mengangkut gula darah ke seluruh jaringan tubuh kemudian diubah menjadi glikogen atau lemak. Apabila kita makan terlalu banyak, maka glikogen dan lemak yang dihasilkan juga berlebihan. Padahal, lemak yang berlebihan sukar diuraikan menjadi gula darah kembali. Akibatnya, seseorang yang makan berlebihan saat sahur tidak bertambah segar, tetapi justru semakin merasa lesu.

Selesai makan sahur jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh selama puasa. Terakhir jangan lupa untuk mengonsumsi air putih. Selama berbuka hingga waktu sahur tiba, sebisa mungkin untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh untuk 12 jam ke depan agar tubuh tetap terhidrasi dan tubuh tidak lemas meski harus beraktivitas saat berpuasa. Selamat mengatur ulang pola makan Anda! « [teks @nandiyanti | foto shutterstock.com]

SHARE