Cerita Ramadhan Angga Maliq & D’Essential

0
212
Angga Maliq & D'Essentials
Angga Maliq & D'Essentials

Seperti biasakan ajak anak jalan ke pasar


AnggaBulan puasa telah tiba, bagi yang menjalankan ibadah puasa tentu saja rasanya akan berbeda dari hari-hari yang sudah dilalui sebelumnya. Hal ini juga dirasakan oleh salah satu vokalis Maliq & D’Essential, Ksatria Graha Puradiredja.

Angga –begitu sapaan akrabnya– mengaku memiliki kebiasaan berbeda yang dilakukan saaat bulan penuh berkah itu datang. “Bulan puasa itu ada sedikit rutinitas unik yang dilakukan gue dan istri [Melanie Putria] yakni mengajak anak berbelanja di pasar pagi hari,” ujarnya sumringah.

Walaupun terkesan sederhana, namun mengajak Sheemar Rahman Puradiredja berjalan kaki ke pasar itu hanya bisa terjadi di bulan puasa karena kesibukannya dan kegiatan sang istri di industri hiburan tanah air.

“Biasanya ke pasar jam 7 atau jam 8. Jalan kaki berangkatnya terus belanja-belanja lalu pulang sampai rumah jam 9. Pulangnya baru deh naik kendaraan umum. Simpel sih tapi ini cuma bisa terjadi kalau bulan puasa karena aktivitas kerjaan nggak terlalu banyak,” lanjutnya.

Selain mengajak berbelanja ke pasar, pria kelahiran Jakarta, 29 Februari 1980 ini mengajarkan anaknya untuk berpuasa, ataupun melaksanakan ibadah dengan terlebih dahulu mencontohkannya kepada sang buah hati.

“Anak gue sekarang baru umur 3,5 tahun. Gue sama istri sepakat kalau ngajarin anak itu pakai contoh dari orangtuanya. Misalnya, ini ‘kan puasa. Orangtuanya harus puasa penuh jadi nanti anaknya ngikutin. Selain itu kayak shalat, berzakat, atapun berperilaku sopan dan santun pun harus dilakukan dulu oleh kedua orangtuanya. Karena gue yakin anak pasti akan ngikutin perilaku positif yang kita ajarkan,” paparnya lagi.

Saat ditanyai soal menu favorit di bulan Ramadhan dengan semangat pehobi olahraga golf ini menjawab kolak pisang dan es blewah.

“Dua menu ini bakal nemenin gue buka dari hari pertama sampai hari ke-30 bulan puasa. Sebenarnya gue nanyain ke orang-orang rumah, kenapa kolak pisang itu cuma ada pas bulan puasa padahal ‘kan hari biasa bisa juga bikin karena bahannya simpel dan pasti dijual di pasar,” ujarnya sembari tertawa.

Sementara untuk tempat berbuka puasa favorit, Angga menyebut rumah ibu kandungnya sebagai tempat paling istimewa karena di sana ia bisa mengulang kembali masa-masa sebelum berumahtangga.

“Rumah nyokap gue tuh paling favorit untuk buka puasa bersama. Menu bukanya sederhana tapi momen nunggu bedug bersama-sama, cerita, terus makan sembari ngobrol-ngobrol itu luar biasa banget,” tutup Angga. « [teks @boyMALI | foto dok Ghiboo]

SHARE