Gaya Cuek Sabai Morscheck

0
784
Sabai Morschek
Sabai Morschek

Ternyata lebih suka pakai boots dan sendal jepit

Sabai MorschekSiang itu,  awan di atas Jakarta tak banyak. Cuaca cukup cerah, cenderung panas. Namun hadirnya seorang gadis Indo-Jerman yang juga aktris layar lebar Sabai Morscheck seketika membuat perasaan sejuk para pria di redaksi Ghiboo.

Berbeda dengan teman-teman selebritas ataupun musikus yang bertandang ke kantor kami, Sabai –sapaan akrabnya– terlihat simpel- cenderung cuek, dan sekenanya.

Kaos oblong berwarna putih hijau bertuliskan judul film terbarunya, Seputih Cinta Melati. Celana panjang serta sepatu boot membalut kaki langsingnya.

Rambut panjang keriting dengan warna agak kecoklatan dibiarkannnya tergerai hingga batas punggung. Wajahnya yang lebih terlihat seperti bule Jerman tetap berseri meski tak sedikitpun pulasan make-up maupun lipstick mengiringi harinya kali itu.

Hal yang menggugah rasa penasaran kami pun sedikit terjawab ketika dengan polos gadis kelahiran  Padang, 3 Oktober 1988 ini berkata bahwa dirinya memang tak suka ribet. Pemilik akun twitter @sabaiDieter ini lebih suka yang natural dan apa adanya dalam berbusana.

Fashion itu bentuk kenyamanan seseorang atas pakaian dan aksesori yang dia kenakan. Jadi fashion itu harus nyaman. Jadi ya kalau ditanya fashion-nya Sabai Morscheck, ya begini aslinya,” ujar perempuan yang paling suka dengan rambutnya ini sembari tersenyum.

Kekasih komedian Ringgo Agus Rahman ini mengaku kalau dalam kegiatannya sehari-hari ia lebih suka mengenakan kaos, celana pendek, dengan paduan boots. Bahkan tak jarang, kaki jenjangnya hanya beralaskan sendal jepit.

Meskipun terlihat cuek dan apa adanya, ternyata naluri perempuannya tak mampu terbendung saat melihat sepatu boots.

“Menurut aku, nyari boots untuk cewek yang nggak ada heels-nya agak susah. Tapi kalau ada untuk cewek yang lucu, biasanya aku suka nggak tahan pengen beli. Aku biasanya pilih warna cokelat, abu-abu, dan hijau. Hitam malah aku nggak punya,” cerita perempuan yang biasa dipanggil Bunchen oleh mendiang ayahnya.

Di akhir obrolan singkat siang itu, perempuan yang mengaku hanya dua atau tiga kali dalam setahun merapikan rambutnya di salon mengaku tak ada kriteria khusus untuk memilih boots baik dari segi warna maupun tampilan. “Yang penting nggak ada heels-nya, lucu, dan nyaman pas aku pakai. Warna dan bahan nggak masalah,” tutupnya. « [teks @boyMALI | foto @ditoedan]

Also read: Album dan Buku dari Fatin

SHARE