Another Guy Sebastian, Another Style

0
295
Guy Sebastian
Guy Sebastian

Guy Sebastian mengeluarkan single “Like A Drum”

Guy SebastianEverybody is growing up, physically and mentally. Hal itu tampaknya juga berlaku bagi Guy Sebastian, penyanyi Australia yang memulai kariernya melalui ajang Australian Idol tahun 2003.

Kala itu, Sebastian identik dengan rambut afro-nya yang berwarna hitam, serta suara renyah membawakan lagu pop-slow berjudul “Angel Brought Me Here”. Namun dalam single terbarunya berjudul “Like A Drum”, ia hadir dengan penampilan dan gaya bermusik yang baru.

Seperti apakah versi baru dari pria yang mengidolakan Sam Cooke ini? Berikut hasil wawancara roundtable Reporter Internship @intankirana dengan Sebastian di Century Park Hotel, Jakarta, Jumat 27 Juni lalu:

Tatto dan kehidupan
Dulu, kita sering melihat Sebastian dengan kemeja berkerah yang dipadu sweater warna gelap. Namun kini, dalam hampir semua kesempatan, Sebastian mengenakan kaos ketat lengan pendek. Seperti saat saya temui, tubuh kekarnya dibalut kaus berwarna hitam dan rompi jeans tak berlengan. Tato di lengannya terlihat jelas.

“Tato-tato ini menggambarkan hal-hal yang sangat saya sukai, dan beberapa menggambarkan diri saya sendiri,” ujar pria 32 tahun kelahiran Selangor, Malaysia, menerangkan makna tatonya.

“Seperti lirik dari Lennon, life happens while you are busy making plans. Hal ini terlintas di benak saya ketika saya begitu sibuknya menjadi juri X-Factor, dan melakukan serangkaian acara lain, hingga saya tak punya waktu banyak untuk membuat lagu-lagu baru, hanya dapat mencuri waktu untuk membuat lagu di ruang ganti.

“Pada saat itu, saya seperti melewatkan sesuatu yang bernama ‘hidup’,” tambah penyanyi bermata hijau ini, sambil memandang lekat-lekat lengan kirinya sendiri.

Ia melanjutkan, “Sementara itu, saya menambahkan tato bergambar Martin Luther King, karena ia adalah figur yang saya idolakan.” Ia lantang menyuarakan apa yang ia mau. Ia bebas dengan pilihannya sendiri. Dan ia melakukannya tidak hanya ntuk dirinya sendiri”.

Guy Sebastian
“Ini nih, yang namanya burung phoenix.”

“Begitu juga Phoenix Merah ini,” katanya menunjuk tato teratas di lengannya. “Burung phoenix ini terbang setelah bangun dari kematian. Jatuh dan bangkit lagi, karena ketika saya gagal, saya tidak pernah menyerah. Selalu berusaha kuat, seperti singa jantan ini,” tuturnya sembari memperlihatkan tato terakhir yang ia buat, di balik lengannya. “Saya mengukir [tato-tato] ini, agar dapat selalu saya ingat [pesan-pesan di dalamnya].”

From Angel to Drum
“Orang-orang selalu mengidentikan saya dengan ‘Angel Brought me Here’”, ia tertawa, matanya menerawang jauh, “Karena lagu itu adalah lagu kemenangan saya di Australian Idol, and thanks to Australia Idol for making me like this,” tutur pria yang pernah memenangkan APRA Award ini.

“Karena itu, ketika saya tampil di X-Factor Indonesia nanti, saya akan membawakan dua lagu: “Like a Drum” dan “Angel Brought Me Here”. Di Twitter, banyak sekali permintaan untuk kembali membawakan lagu tersebut.

“Namun “Like a Drum” memiliki suasana yang berbeda dengan “Angel Brought Me Here”. Musik yang lebih cepat, seperti membangkitkan semangat. Namun makna dari lagu itu sebenarnya adalah ketulusan di masa muda.

“Lewat lagu ini, saya menceritakan dua anak kecil yang selalu bersama. Di antara mereka berdua, tak ada kesedihan atau apapun. Hanya ada kebahagiaan. Karena masa muda selalu menawarkan kebahagiaan, hentakan-hentakan yang selalu menimbulkan semangat. Ketika menuliskan lagu ini, saya ingin kembali ke masa muda, at the time when i was younger.”

Ketika ditanya apakah lagu ini merupakan salah satu bentuk dari perubahan image-nya di dunia hiburan, lelaki berdarah Malaysia-Inggris ini menjawab, “Perubahan ini, bukan hanya masalah image. Tapi karena saya tumbuh.”

“And i believe that everybody is growing up. Dalam hal ini, saya tumbuh dalam bermusik. Saya ingin mengeksplor segala jenis musik, dan ingin membuat lagu dengan tema yang berbeda. Saya tidak ingin hanya berkutat dalam satu jenis dan tema lagu saja,” ia berkata sembari mengusap rambutnya yang kini dipotong cepak.

“Walaupun “Angel Brought Me Here” pernah meraih penjualan tertinggi, tetapi dalam bermusik tidak hanya masalah penjualan saja. Rencananya juga, saya akan mengeluarkan album tahun ini. Lagu “Like a Drum” akan menjadi salah satu single di dalamnya.”

Intan Kirana mewawancarai Guy Sebastian
Intan Kirana mewawancarai Guy Sebastian

I love making friend
Jadi Anda tidak suka menjadi juri dan mentor di X-Factor Australia?

Ia menggelengkan kepala sembari tertawa, “Saya suka sekali. Setiap kali melihat penampilan para kontestan di atas panggung, saya seperti dilempar ke sembilan tahun lalu, saat saya berada di posisi yang sama dengan mereka.”

“And yes, i am a nice judge. I’m not like Simon Cowell. Mereka penyanyi-penyanyi hebat. Saya tidak mau mengeluarkan kata-kata pedas untuk mereka.

“Kritik yang saya lontarkan itu untuk membangun. Bukan untuk menjatuhkan. Dan dari sekian pengalaman yang saya dapatkan di X-Factor, ada dua yang paling menyenangkan: menjadi juri bersama Beyonce dan menjadi mentor para kontestan. Senang sekali mengeksplorasi sebuah lagu menjadi sesuatu yang lebih bervariasi.

“Dan senang sekali dapat berbagi perihal musik dengan para kontestan. Lewat proses mentoring itu, saya jadi berteman dengan mereka. Berteman dengan orang-orang baru selalu menyenangkan.

“Untungnya, di X-Factor, sama seperti di ranah lain dunia musik, terbuka kesempatan bagi saya untuk bertemu orang-orang baru.”

Guy SebastianSebastian, yang pernah menjadi penyanyi pendukung konser Boyzone di United Kingdom tahun 2011, mencontohkan ia juga berkenalan dengan Cinta Laura melalui salah satu proyek duetnya.

Sebastian mengatakan bahwa kesibukannya tak pernah membuat ia lupa akan keluarga dan kawan. “Mereka adalah segalanya bagi saya. Saya akan melakukan banyak hal untuk menyenangkan orang tua, istri, kedua anak saya, dan juga para sahabat. Saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk mereka.”

Ia lalu menceritakan tentang sebuah pengalamannya bersama seorang sahabat. “Saya punya seorang sahabat yang sangat mengidolakan Paus. Pada suatu hari, saya diminta [oleh pihak gereja Vatikan] untuk membuat sebuah lagu religi. Tentu saya menyambut gembira permintaan tersebut.

“Dan, sebelum saya membuatnya, saya meminta satu hal: bertemu dengan Paus. Saya bermaksud untuk turut mengajak kawan saya tersebut. Ketika ia bertemu dengan Paus, ia benar-benar membatu,” tuturnya sambil tertawa renyah.

“Like A Drum” bukanlah titik terakhir dari pertumbuhan Guy Sebastian. Seperti burung layang-layang, perjalanannya untuk terbang masih jauh. Ia masih ingin mengeksplorasi gaya bermusik, membuat lagu-lagu baru dengan beragam tema.

Hari ini, kita melihatnya dengan rambut cepak dan bermacam-macam tato yang spiritual. Namun di hari esok, barangkali kita akan melihatnya dengan rambut yang panjang, dengan warna berbeda. Atau dengan gaya berbusana yang lain. Siapa yang tahu ia akan tumbuh seperti apa? [foto @mirzablue]

SHARE