Cara Memuaskan Narapidana

0
398
Kelompok Penerbang Roket
Kelompok Penerbang Roket

Kelompok Penerbang Roket mengorbit di depan narapidana Lapas Narkotika

Kelompok Penerbang RoketBerdiri di luar jeruji besi, terkadang membuat kita penasaran dengan apa yang terjadi di dalamnya. Tapi belum tentu mau jika harus berada di balik teralis penjara. Masuk saja, enggan jika tak ada yang ingin dijenguk. serangkaian cerita seram yang merebak membuat bulu gidik merinding. Pemalakan, pengeroyokan, dan sodomi.

Fiuh, mengerikan!

Para pelaku kriminal itu disatukan karena pelanggaran hukum yang sama. Gendernya pun juga sama. Jika beda, mungkin agak asyik, tidak monoton. Dan itulah yang dirasakan para warga binaan [narapidana]. Bosan! Jadi jangan heran jika saat menjenguk, ada napi yang tanpa segan berciuman dengan pasangan yang menjenguknya.

“Di sini hiburannya itu-itu melulu, lagu dangdut,” terang seorang napi.

Alasan sederhana itu yang dijadikan landasan pacu band Kelompok Penerbang Roket [KPR] untuk menggelar konser rock di dalam penjara. Ketiga astronaut itu pun medarat dengan selamat, tanpa sedikit goresan, seperti kisah seram yang beredar di luar. Dan, hasilnya konser mini itu pecah ditonton ratusan napi LP Narkotika Kelas II Cipinang.

Konser mini itu lalu dijadikan film dokumenter pendek oleh Coki [vokal, bass], Rey [gitar], dan Viki [drum]. “Awalnya gue sempet heran pas kami main di situ, karena mereka malah nawarin buat bantu-bantu,” ujar sang penggebuk drum, Viki.

Salah satu napi yang mendekam karena kasus narkoba, justru merasa terhibur dengan konser mini itu. Meski dia tidak tahu lagu apa yang dimainkan. “Ada energi yang tersalur pas denger musiknya,” katanya polos.

“Itu pertama kalinya tiap gue mainin lagu langsung ditepukin,” terang gitaris Rey. Coki, sang vokalis yang juga pencabik bas di kelompok ini pun sempat keheranan ketika salah satu dari napi itu ada yang suka dengan Arctic Monkeys.

Ada enam lagu yang mereka bawakan, “Mati Muda”, “Anjing Jalanan”, “Cekipe”, dan “ Di mana Merdeka?” Empat itu adalah singel yang siap mereka rilis nanti dalam bentuk album pada September mendatang. Sementara sisanya, Coki, Rey, dan Viki coba meng-cover lagu “Bento” milik Swami dan “Uang” kepunyaan Duo Kribo.

Peribahasa ‘don’t judge the book by its cover‘ sepertinya masih relevan, di dalam penjara sekalipun. Manggung di hadapan narapidana bisa jadi portofolio yang bagus sebagai musikus. Ketimbang melejit dengan cara bikin sensasi negatif. « [teks & foto HaabibOnta]

SHARE