Busana Gelap Pria di Musim Belanja

0
76

Paris Fashion Week for Men: It Must Be Dark?

Kenzo
Kenzo

Musim semi-panas identik dengan keceriaan. Atau juga dikenal sebagai musim belanja. Kala itu, bunga-bunga mekar mengembang dan matahari setia bersinar cerah sepanjang hari. Beberapa lini mode ternama, seperti Rynshu, Mihayarazuhiro, Kenzo, dan Thom Brown dari Amerika Serikat, terinspirasi akan cerahnya musim panas dalam koleksi busana semi-panas 2015 yang dibawakan oleh para supermodel pria di atas Catwalk Carrousel du Louvre, 25-29 Juni lalu.

Turut dipamerkan pula Givenchy, lini mode ternama Italia yang menyeimbangkan koleksi warna gelap dengan beberapa koleksi tuksedo-hotpants serta jaket yang dipenuhi dengan motif yang berani.

Sayangnya, sebagian besar lini mode dari Inggris dan Prancis masih setia dengan warna-warna noire, alias gelap dan cenderung kehitaman. Dior, misalnya. Dalam Paris Fashion Week for Men kali ini, lini mode yang dibentuk oleh Christian Dior sejak 1946 tersebut mengeluarkan koleksi-koleksi dengan tema vrai-homme, alias sebenar-benarnya pria.

Seperti konotasi pria klasik dipikiran kita, koleksi kali ini didominasi oleh tuksedo-tuksedo berwarna gelap, dengan celana berwarna senada. Dior bermaksud menampilkan citra pria yang elegan dan kaya, barangkali, Dior ingin menyampaikan pesan bahwa dalam musim panas, pria-pria berkelas harus tetap bekerja.

Sementara itu, Hermes, salah satu lini mode tertua di Prancis, yang hingga saat ini masih menjadi kesukaan masyarakat kalangan atas, sedikit berani memberikan sentuhan warna cerah dalam beberapa koleksi mereka. Namun dominasi warna gelap tetap saja terlihat dalam busana-busana yang dibawakan oleh para supermodel multikultural ini.

Tuksedo hitam, jaket kulit berwarna gelap…..keberanian memberikan warna kuning dalam salah satu koleksi jaket pun tetap tak mengalahkan keberanian Rynshu ataupun Thom Brown dalam menampilkan busana yang dipenuhi warna-warna cerah dan motif-motif yang saling bertabrakan.

Hermes
Hermes

Satu citra yang terlintas dalam benak kita saat melihat koleksi Hermes: selalu klasik. Le vrai homme.

Sedikit keberanian mungkin dapat kita lihat dari rangkaian busana dari St. Lauren, karya Hedi Slimane, seorang perancang busana dari Prancis yang sebelumnya pernah bekerja untuk Dior. Dalam salah satu koleksi, ia menampilkan kemeja putih dengan sedikit motif kotak yang dipadu dengan jaket kulit ular kuning keemasan.

Slimane bercerita bahwa dalam koleksi kali ini, ia tidak bermaksud menampilkan citra seorang pria berkelas di tengah kota Paris, tetapi ia ingin menampilkan citra pria-pria muda yang tengah menikmati gemerlap hidup. Namun ”keceriaan musim semi-panas” nampaknya kurang terlihat dalam koleksi kali ini.

Apakah lini mode Prancis sulit terlepas dari citra klasik dan berkelas –terutama untuk pria–? Barangkali seperti itulah memang karakteristik dari kebanyakan pria français de souche, alias pria Prancis asli: dingin, elegan, berkelas, dan pecinta warna-warna gelap! « [teks @intankirana | foto lemonde.fr, AP/ Jacques Brinon | Kover yostatus.com]

Saint-Laurent
Saint-Laurent
SHARE