Kuliner Harus Coba di Lebanon

0
202
Chef Raymound Abou Rjeily

Ada lima hal yang harus dirasakan di Lebanon

Kuliner Lebanon
Chef Raymound Abou Rjeily membuat Shawarna

Negara Lebanon pernah dijuluki sebagai “Swiss” di Timur Tengah. Ibukotanya Beirut, dikaitkan dengan Paris di Prancis.

Namun perang saudara [1975-1990] membuat pariwisata dan keadaan kota-kotanya tidak lagi senyaman dulu kala.

Sekarang di bawah pemerintahan Presiden Michel Suleiman dan Perdana Menteri Tammam Salam, Lebanon mulai berbenah sejak tahun 2006.

Sidon, kota yang terletak di pesisir selatan Lebanon menjadi salah satu tujuan populer para turis. Kota ini berusia enam ribu tahun, dan menyajikan banyak bangunan bersejarah dan pertunjukkan budaya.

Sampai saat ini Beirut masih menjadi salah satu destinasi menarik untuk dikunjungi. Kehidupan malam yang asyik, restoran-restoran yang fantastis, pemandangan alam yang menarik seperti di Raouche, yang memiliki batu unik Pigeons di perairannya.

Selain itu, menurut koki asal Lebanon yang kami temui beberapa waktu lalu di Mandarin Oriental Jakarta, yaitu Chef Raymound Abou Rjeily, ada lima hal kuliner yang harus dicoba bila ke negaranya.

1. Mezzeh. Ini sekumpulan makanan dalam mangkuk-mangkuk kecil yang disajikan bersama dengan minuman. Penyajian dan jenisnya bisa beragam. “Kami mungkin mempunyai 70 jenis Mezzeh, karena setiap wilayah punya kekhasan Mezzeh masing-masing.”

2. Appetizer. Beragam makanan pembuka di Lebanon wajib untuk dicoba. “Seperti sayap ayam goreng, baba ganouj, atau zaatar mabaksih.”

3. Shawarma. Makanan ini sangat terkenal di Lebanon, mirip seperti kebab, namun beda dalam saosnya. Hampir di setiap pojok jalanan, shawarma dapat ditemui. “Kadang, beberapa chef punya resep sendiri untuk marinade-nya [racikan bumbu peredam bahan makanan mentah], resep ini biasanya diturunkan dari orangtuanya.”

4. Grill main course.  Makanan utama yang dipanggang. “Ini seperti barbecue. Kami duduk bersama dan semua menu disajikan bersamaan. Tidak ada makanan pembuka atau utama, seperti itulah. Hanya duduk menikmati makan siang, yang biasanya terjadi pukul 12 hingga 4 sore. Jadi ini bukan sekadar makan, tapi menikmati suasana, dan berbincang mengenai apa saja.”

5. Dessert. “Ini juga bagian penting dalam kuliner Lebanon. Kami suka yang serba manis. Anda bisa mencoba baklava [pastry renyah dalam ragam bentuk yang kecil] atau mouhalabiah [puding khas Lebanon]”.«[teks & foto @bartno]

Also read: Galeri Seni di Stasiun Bawah Tanah | Wisata Menyambut Kemerdekaan Amerika

SHARE