Travelling Saat Puasa Ramadhan

0
117

Coba cara-cara berikut jika ingin travelling saat puasa di bulan Ramadhan

ilustrasi travel 2Berpuasa di bulan Ramadhan bukan berarti kita harus mengurangi kegiatan. Puasa juga bisa aktif melakukan apa saja, termasuk travelling. Nggak salah, travelling sambil puasa? Tentu saja tidak.

Tubuh manusia, pastinya punya cara sendiri untuk beradaptasi dengan keadaan saat puasa. Meski tubuh tidak minum dan makan seharian penuh, tubuh masih memiliki simpanan cairan agar tubuh tetap beraktivitas, termasuk untuk berjalan-jalan.

Bagi yang ingin melakukan travelling sambil puasa, tak perlu takut kecapekan, kelelahan, atau kehabisan cairan tubuh. Berikut tip yang bisa Anda lakukan jika ingin bepergian selama bulan Ramadhan berjalan.

L1Tentukan destinasi dengan pasti
Apa gunanya menentukan tujuan wisata Anda dengan pasti? Dengan jarak yang pasti, Anda bisa mengatur waktu bepergian.

Misalkan saja, jarak yang ditempuh dari Jakarta ke tempat tujuan Anda sekitar 10 jam. Ada baiknya Anda mulai berangkat di pagi hari, sehingga di perjalanan Anda bisa menyimpan tenaga, dan ketika sampai tinggal tunggu beberapa jam sebelum puasa. W

aktu yang tersisa bisa dilakukan untuk berjalan-jalan di tujuan Anda. Hal ini juga mengurangi kemungkinan dehidrasi pada tubuh.

L2Jangan lupakan makanan dan minuman
Meski Anda bepergian saat puasa, ada baiknya selalu membawa cadangan makanan. Kita tidak pernah tahu keadaan lalu lintas yang akan dilewati. Bisa saja terjadi keterlambatan, sehingga Anda harus berbuka puasa di tengah perjalanan travelling. Dengan cadangan makanan yang Anda bawa, tak ada kekhawatiran untuk mencari makanan berbuka puasa.

L3Hemat barang bawaan
Tak bisa dipungkiri tubuh kita tidak akan sebugar hari-hari biasanya saat berpuasa. Untuk itu, ketika bepergian, hendaknya hemat untuk memilih barang apa saja yang perlu dibawa.

Jika tidak benar-benar dibutuhkan, lebih baik tidak dimasukkan ke dalam tas Anda, agar tak terlalu membebani. Jangan lupa untuk membawa peralatan pribadi dan juga beribadah.

L4Pahami budaya di daerah tujuan
Ada kalanya sebagian orang memanfaatkan waktu Ramadhan untuk berwisata religi atau yang kerap disebut safari Ramadhan. Dalam hal ini, biasanya tujuan favorit adalah tempat bersejarah dalam agama Islam, seperti makam para wali.

Oleh karena itu, setiap wisatawan perlu mengetahui adat istiadat yang berlaku. Misalkan saja, jika didaerah tersebut harus memakai pakaian sopan, maka Anda harus menyiapkan pakaian tertutup dan juga kerudung untuk dikenakan di lokasi tujuan wisata tersebut.

L5Gunakan waktu sebaik mungkin
Selain hemat barang bawaan, travellers harus hemat dalam menggunakan waktu. Jika berencana untuk memulai wisata di siang hari, coba buatlah estimasi waktu. Misalkan saja Anda akan mengunjungi tiga tempat sekaligus dalam satu hari, maka Anda harus membagi waktu, sebut saja dua jam di tempat pertama, dua jam di tempat kedua dan dua jam di tempat ketiga.

Masing-masing diberi jeda satu jam untuk perjalanan. Sehingga total yang dibutuhkan adalah 9 jam. Jika Anda mematuhi estimasi waktu tersebut, maka Anda akan memiliki waktu santai untuk beristirahat sambil menunggu buka puasa.

Bagaimana? Tidak sesulit yang dibayangkan bukan? Tidak perlu takut bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan selama Ramadhan. Jika dilakukan dengan cara yang benar, Anda tetap bisa menikmati liburan Anda meski dalam keadaan berpuasa mulai dari martahari terbit hingga matahari terbenam. « [teks @nandiyanti | foto freeimages.com]

SHARE