Macau #4: Menelusuri Wisata A Ma Temple

0
297
Macau
A Ma Tample, Macau

Di kuil ini pengunjung memohon pada Dewi A Ma dan Kwan Im

macau a ma temple
Macau A Ma Temple

Kesenangan kami tidak selesai di Venetian Square. Meski matahari semakin terlihat ‘angkuh’ dengan terus meninggi dan memancarkan panasnya, rombongan BorderPass: Let’s Get Lucky in Macau bareng Ghiboo dan 87.6 Hard Rock FM Jakarta tetap semangat menyusuri tempat-tempat wisata di Macau.

Masih di hari yang sama, Kamis [12/06], selepas dari Venetian Square, rombongan BorderPass pun melanjutkan petualangan wisata mereka menuju A Ma Temple.

Selama perjalanan menuju kuil tertua di Macau ini, Surti menceritakan dengan lengkap tentang sejarah Kuil A Ma. Dan, memang sejarah yang diceritakan Surti tak jauh berbeda dengan artikel tentang kuil A Ma yang pernah dimuat Ghiboo beberapa waktu [baca: Menggali Wisata Sejarah Macau].

Dalam bus yang kami tumpangi, terlihat para rombongan BorderPass hanyut dalam cerita Surti tentang asal mula kuil A Ma. Terhanyut bukan karena suara sang pemandu yang 100 persen merdu, tapi karena perjalanan kami didukung suasana yang begitu tenang.

Kecepatan bus yang berjalan sedang, membuat kami berkesempatan memandangi tata kota Macau yang indah dan rapi. Pemandangan kota Macau di siang hari itu, mampu membuai kami seraya mendengar penjelasan Surti. Hampir tak terbesit sedikit pun rasa bosan dalam benak kami, karena indahnya perjalanan ini. Aaaah…

Suasana yang begitu tenang dan menyenangkan, membuat perjalanan kami tak terasa. Dan, kami pun tiba di Kuil A Ma.

Pertama kali ‘mendarat’ di sini, nuansa oriental sangat kental. Belum lagi aroma dupa yang menyengat di penciuman. Baru saja sampai bagian gerbangnya, kuil ini sudah dipadati pengunjung yang beramai-ramai ingin berfoto di bagian pintu masuk bertuliskan Kuil A Ma dalam tulisan China.

Menilik ke dalamnya, terlihat jelas Kuil A Ma memang layaknya kuil sebagai tempat sembahyang. Terdapat beberapa tempat sembahyang, dengan tulisan huruf China yang terukir di batu besar.

Menyusuri Kuil A Ma, memang sedikit melelahkan. Sebab track area di sini berbentuk tangga beton yang semakin dijalani, semakin menanjak. Namun, akan terasa puas bila sudah tiba di puncaknya.

Pasalnya, di bagian puncak kuil terdapat dua patung yang cukup penting untuk dilihat dan menjadi incaran para pengunjung untuk memohon permintaan. Dua patung tersebut adalah Dewi Kwan Im dan Dewi A Ma.

Surti sempat menjelaskan bila kehadiran dua dewi ini di puncak Kuil A Ma. Bukan sengaja membuat bingung para pengunjung harus menyembah dewi yang mana. Tetapi, tergantung agama yang dipeluk. Bila Dewi Kwan Im biasanya disembah pengunjung yang menganut agama Budha. Sedangkan Dewi A Ma bagi penganut agama Tao.

Bila suasana di dalam kuil begitu sarat dengan proses sembahyang, berbeda di bagian luarnya. Di luar Kuil A Ma, suasana teduh dengan pepohonan yang rindang bisa dirasakan.

Selain itu, terdapat hiburan pengamen ala suku Indiana yang memainkan musik dengan alat-alat musik tradisional. Sehingga, peserta BorderPass yang tidak ingin masuk ke dalam Kuil A Ma, pun tetap bisa menikmati wisata ini, dengan bersantai dan berfoto-foto di area Kuil A Ma, karena struktur bangunannya yang didominasi bebatuan.

Tak terasa, hampir satu jam kami berkeliling dan menapaki tempat paling bersejarah bagi kota Macau ini. Dan, tiba saatnya lagi Surti bertindak tegas untuk mengumpulkan kami ke dalam bus tour, dan melanjutkan perjalanan wisata. Ke mana? Ikuti terus cerita BorderPass: Let’s Get Lucky in Macau. « [teks & foto @DonT_D4]

to be continued… 

Artikel sebelumnya: Narsis di Avenue of Stars | Liburan ke Bauhinia Square dan The Peak | Bersenang-senang di Venetian Square

SHARE