Mengenal Tokoh Islam Kalimantan Selatan

0
261
makam tokoh islam
Pintu gerbang makam Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari

Kecerdasan tokoh Islam ini sudah terlihat sejak ia kanak-kanak

makam tokoh islam
Pintu gerbang makam Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari

Makamnya yang terletak di Kelampayan, Martapura. Hingga kini tempat itu banyak diziarahi umat Muslim, sebagai penghormatan atas jasa-jasanya dalam penyebaran dan pendidikan agama Islam di Nusantara, bahkan sampai ke negara tetangga.

Karya-karyanya banyak digunakan sebagai acuan dalam mempelajari lebih dalam agama Islam. Dia adalah Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah bin Abdur Rahman al-Banjari atau lebih dikenal dengan nama Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Ia lahir di Kampung Lok Gabang, Banjar, Kalimantan Selatan [Kalsel], 15 Syafar 1122 H atau sama dengan 19 Maret 1710, dan wafat di Desa Dalam Pagar, Banjar, 06 Syawal 1227 H atau 03 Oktober 1812, dalam usia 102 tahun.

Desa Dalam Pagar awalnya adalah tempat pengajian. Seiring berjalannya waktu, area pengajian yang kian ramai ini lama kelamaan menjadi sebuah desa. Murid-murid dari Dalam Pagar, banyak menjadi ulama dan tersebar di seluruh wilayah Kerajaan Banjar.

Ilmu agama yang diperoleh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari didapat lebih dalam dari studi-nya di tanah suci Mekkah, Madinah, dan Mesir. Selama 35 tahun belajar di sana barulah ia kembali ke tanah airnya.

Salah satu karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang paling terkenal adalah Kitab Sabilal Muhtadin lit-tafaqquh fi amriddin, yang merupakan kitab hukum Fiqh. Kitab ini banyak dipakai sebagai rujukan dalam pengajaran di seantero Nusantara, bahkan kitab ini dijadikan dasar Negara Brunei Darussalam.

Ketika berkunjung ke Jakarta, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari membetulkan arah kiblat Masjid Jembatan Lima, Masjid Luar Batang, dan Masjid Pekojan. Pada Masjid Jembatan Lima, masyarakat di sana menuliskan prasasti yang menunjukkan kiblat masjid telah diubah oleh beliau sekitar 25 derajat.

Bila Anda ingin berziarah ke sana, jangan lupa untuk mampir ke perpustakaan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, yang tak jauh dari lokasi makam. Dalam perpustakaan ini selain melihat barang-barang pribadi peninggalan beliau, seperti sorban dan buku-buku karangannya, Anda juga bisa melihat al-Qur’an besar tulisannya.

Sekalian, jika ke Kalsel di bulan suci, Anda harus mengunjungi Pasar Wadai yang terletak di pinggir Sungai Martapura. Pasar Wadai merupakan tempat favorit warga Kalsel untuk ngabuburit. Di sini banyak jajanan khas Ramadhan, seperti bingka, putri selat, amparan tatak, bubur gunting, atau ipau. « [teks @bartno | foto courtesy of wikimedia.com]

Also read:
Mengatur Pola Makan Saat Puasa
Resep Nasi Kebuli Spesial
Cerita Ramadhan Rinni Wulandari

SHARE