Macau #5 Serasa Roma di Fisherman Wharf

0
404
Fisherman Wharf Macau
Fisherman Wharf Macau

Sebuah taman hiburan pertama di Macau: Fisherman Wharf 

Fisherman Wharf Macau
Fisherman Wharf, Macau

Kondisi berkeringat dan sedikit lelah usai puas berkeliling di Venetian Square dan A Ma Temple membuat langkah petualangan wisata rombongan BorderPass: Let’s Get Lucky in Macau bareng Ghiboo dan 87.6 Hard Rock FM Jakarta, Kamis [12/06] terhenti sejenak.

Bukan karena jadwal perjalanan berakhir atau tak ada ide untuk mengunjungi tempat wisata lainnya. Melainkan, saat itu jam sudah menunjukkan pukul 12.30 waktu Hong Kong, ditambah perut sudah ‘demo’ karena dirundung rasa lapar.

Kami pun sepakat untuk mengisi perut di salah satu restoran di Macau. Sambil menikmati makanan yang jauh dari rasa pedas dan selalu ramai dengan aneka sayuran, para peserta BorderPass saling bercerita tentang keseruan di dua tempat wisata [Venetian Square dan A Ma Temple] yang sudah dikunjungi hari itu.

Kenyang sudah. Kami pun melanjutkan langkah kami bersama sang pemandu wisata, Surti menuju tempat wisata lainnya. Kali ini, Surti mengajak kami ke ke sebuah tempat bernama Fisherman Wharf. “Apa itu Fisherman Wharf?” begitu pertanyaan yang ada di benak kami, seraya tour bus kembali menyusuri kota Macau.

Kondisi perut yang sudah terisi penuh, membuat kami menjadi mengantuk. Wajar saja, setelah berlelah ke dua tempat wisata yang begitu menyenangkan, ditambah makanan lezat, membuat tubuh ingin bermalas-malas sejenak.

Selama perjalanan di tour bus, Surti kembali mengambil pengeras suara, dan menjelaskan sedikit tentang Fisherman Wharf. Meski sebagian peserta ada yang tertidur, namun sang pemandu tetap melakukan pekerjaannya, dengan menjelaskan dengan baik.

Dalam penjelasannya, Surti mengatakan kalau Fisherman Wharf merupakan taman hiburan pertama di Macau, yang dalam pembangunannya memakan waktu lima tahun, dan diresmikan pada 31 Desember 2005.

Disebutkan taman hiburan, karena di sini pengunjung bisa menikmati aneka hiburan dan permainan, convention center untuk menyaksikan pertunjukan musikal, serta pusat perbelanjaan.

Cerita penjelasan Surti di bus, membuat kami kembali merasakan perjalanan yang tak terasa. Hanya memakan waktu sekitar 30 menit, kami pun tiba di Fisherman Wharf.

“Wow…!” menjadi kata yang keluar pertama kali dari mulut masing-masing peserta, saat tiba di Fisherman Wharf. Tempat ini benar-benar membuat kami serasa di kota Roma dan kawasan Timur Tengah, lengkap dengan bangunan-bangunannya yang unik nan bersejarah. Sangat mengagumkan!

Di sini terdapat replika bangunan Colosseum, Roma, benteng pertahanan ala Timur Tengah asal Alladin yang disulap menjadi pusat perbelanjaan dan convention center, dan replika Istana Potala-Tibet, yang di dalamnya ternyata tempat bermain roller coaster.

Fisherman Wharf Macau.
Tampak salah satu bangunan di Fisherman Wharf sedang direnovasi.

Meskipun hanya replika alias tiruan, tapi tetap saja tempat wisata ini luar biasa. Pasalnya, bangunan yang dihadirkan bisa dibilang sangat mirip seperti aslinya. Ditambah kondisi cuaca saat kami berkunjung ke sini, matahari amat terik. Sehingga suasana Roma dan Timur Tengah semakin kental terasa.

Sayangnya, saat kami berkunjung ke sini, Fisherman Wharf terlihat amat lengang dari kehadiran pengunjung. Sama sekali tidak terlihat suasana layaknya tempat hiburan, yang harusnya ramai dan padat pengunjung.

Keheningan Fisherman Wharf ini sempat membuat kami bingung. Meskipun begitu, rombongan BorderPass tetap semangat untuk berkeliling dan foto-foto di kawasan wisata ini.

Tanya boleh tanya, Surti pun mengklaim kalau hening nan sepinya Fisherman Wharf ini dikarenakan proses renovasi yang tengah berlangsung. Untuk semakin menarik minat pengunjung, pihak pengelola Fisherman Wharf pun melakukan peningkatan fasilitas dan permainan.

Alasan yang disampaikan Surti ini pun membuat rombongan BorderPass maklum, dan melanjutkan aksi narsis mereka di Fisherman Wharf. Dari selfie, tongsis-an sampai bergaya ala model papan atas pun dilakoni masing-masing peserta.

Setengah jam berlalu di Fisherman Wharf, Surti pun kembali memanggil rombongan BorderPass untuk kembali ke tour bus. Pasalnya, perjalanan wisata di Macau harus terus berlanjut. Mau ke mana? Tetap pantau cerita Ghiboo tentang perjalanan peserta BorderPass: Get Lucky in Macau ya… « [teks & foto DonT_D4]

to be continued

Artikel sebelumnya:
Narsis di Avenue of Stars
Berlibur ke Bauhinia Square dan The Peak
Bersenang-senang di Venetian Square
Menelusuri Wisata A Ma Temple

 

 

SHARE