Biskuat Bagikan Kebaikan di Bulan Ramadhan

0
140

Berbagi kebaikan dari hal-hal sederhana

Biskuat1

Sore itu, Selasa [15/7] suasana di dalam museum Bank Mandiri, di bilangan kota tua, Jakarta sangat sepi. Hanya ada alat-alat perkantoran serta perkakas bank yang disusun sejajar dan rapi.

Saat kaki melangkah mengitari ruangan dalam museum, samar terdengar suara riang anak-anak. Ghiboo pun menelusurinya, dan ternyata di salah satu ruangan yang tak seberapa besar terdapat beberapa anak yang sedang asyik membuat sebuah kerajinan tangan.

Ya, anak-anak kurang beruntung ini merupakan siswa sekolah non-fromal dari Sahabat Anak, yakni sebuah program bimbingan belajar untuk anak-anak usia sekolah yang diadakan di museum Bank Mandiri sejak 14 Juni 2013.

Sahabat Anak kota tua sore itu dapat tertawa lepas karena mereka bisa bermain dan belajar bersama untuk membuat sebuah kerajinan tangan yang sederhana, yakni sebuah tas kecil yang disponsori oleh Mondelez Indonesia.

Mereka terlihat cukup antusias ketika para volunteer dan juga tim dari Mondelez Indonesia menjelaskan cara membuat prakarya tersebut. Satu persatu bahan diolah, mulai dari menggambar, menggunting, lalu menempelkan pada bahan kain tas.

Kegiatan bertemakan “Fun Sharing” ini ternyata merupakan program lanjutan dari “Biskuat Pohon Kebaikan” yang baru berjalan dari bulan Juni 2014. Hingga saat ini tercatat lebih dari 400 anggota mengikuti program ini.

Rhea Sianipar, Country Head of Corporate and Goverment Affairs Mondelez Indonesia, menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan momen tepat untuk berbagi kebaikan. Hal ini sejalan dengan program biskuat pohon kebaikan yang sudah berjalan, dan yang paling penting itu kita menanamkan ke anak-anak kalau berbagi kebaikan itu tidaklah sulit.

“Sore ini kita berbagi kebaikan untuk anak-anak, dari Sahabat Anak sekolah mandiri kota tua. Acaranya fun sharing aja, nggak terlalu serius, kita ajak anak-anak bikin prakarya yang bisa mereka gunakan. Mereka kita buat dalam beberapa kelompok, di sana kita ajarkan mereka untuk berbagi, kompak, dan teliti untuk membuat sebuah karya,” ujar Rhea Sianipar saat ditemui Ghiboo, di Museum Bank Mandiri.

Tak terasa waktu menunjukan pukul 18.00, itu artinya waktu berbuka telah tiba. Semua anak telah menyelesaikan hasil karyanya, mereka pun bahu membahu membagikan hidangan berbuka yang disedikan oleh pantia. Sebelum menyantapnya ucapan doa berbuka puasa dilantunkan dengan kompak.

Sungguh sore itu Ghiboo dibuat terkesima, di balik megah dan sunyinya penginggalan sejarah lama, terdapat secuil canda dan tawa dari mereka yang sering di pinggirkan.« [teks & foto @boyMALI]

SHARE