Macau #7 Pacu Adrenalin di Macau Tower

0
214
BorderPass: Let's Get Lucky in Macau
Para peserta BorderPass berfoto di lantai 'tembus pandang' Macau Tower. Menegangkan!

Melihat ketegangan extreme sport 

BorderPass: Let's Get Lucky in Macau
Para peserta BorderPass berfoto di lantai ‘tembus pandang’ Macau Tower. Menegangkan!

Hari ketiga [Jumat, 13/06] berada di negeri orang, para peserta BorderPass: Let’s Get Lucky in Macau bareng Ghiboo dan 86.7 Hard Rock FM Jakarta masih memiliki semangat yang kian menggebu, untuk menaklukkan wisata yang dimiliki Macau.

Pagi itu, masih seperti pagi sebelumnya, di Hotel Regency, Macau tempat kami menginap. Para peserta BorderPass sudah rapi nan super wangi, lengkap dengan perlengkapan ‘perang’ narsis mereka, tengah bersiap-siap menjalani perjalanan wisata di kawasan kota yang dikenal punya beragam tempat wisatanya.

Tapi, kali ini perlengkapan kami lebih banyak dari pagi sebelumnya, yaitu dengan membawa serta semua koper. So, ini merupakan pagi terakhir kami di Macau, karena setelah menyambangi salah satu tempat wisata, kami akan bergegas meninggalkan Macau dan kembali ke Hong Kong.

Walaupun diliputi rasa sedih dan nggak rela meninggalkan Macau, tapi kata bijak asing berkata “life must go on…” dan kami pun harus mematuhi jadwal yang sudah dibuat penyelenggara BorderPass.

Meninggalkan hotel, tujuan pertama kami sebelum kembali ke Hong Kong, adalah Macau Tower. Dari namanya, G-Readers pasti tahu kalau tempat wisata ini berbentuk tower, bangunan yang memiliki tingkat ketinggian di atas rata-rata.

Yup, Macau Tower merupakan tower tertinggi di Macau, dengan ketinggian 338 meter [1.109 kaki]. Luar biasa tinggi ‘kan?

Meskipun memiliki tingkat ketinggian yang luar biasa, tidak berarti membuat nyali kami menciut, dan pantang mundur. Terbukti, saat Surti sang pemandu mengajak untuk masuk ke dalam Macau Tower, tidak satu pun peserta BorderPass yang menolak. Termasuk peserta BorderPass paling muda, bernama Nabila Andine Herlandi, yang masih berusia lima tahun.

Ketika pertama kali masuk ke dalam Macau Tower, tepatnya di lantai 1, kesan yang terlukis adalah mal yang super elegan. Bisa dibilang hampir sama dengan kelas mal di Venetian Square. Produk dagangan yang dijual merupakan brand dari kelas internasional.

Karena tak punya keperluan berbelanja, kami enggan menghabiskan waktu berkeliling-keliling dulu di sekitar mal. Kami terus berjalan menuju lift yang siap mengantar kami ke lantai tertinggi.

Saat sampai lift, ternyata kami diarahkan ke-lantai 58. Ibaratnya saat menaiki sebuat pesawat, lift melaju begitu cepat, dan membuat telinga kami sedikit sakit karena mengalami tekanan. Hanya hitungan beberapa menit, kami sudah sampai di lantai 58.

Apakah ini lantai tertinggi Macau Tower? Bukan! Ternyata rombongan BorderPass masih menginjak lantai tempat para pengunjung bisa melihat keseluruhan kota Macau secara tembus pandang dari kaca-kaca besar yang mengelilingi bangunan ini.

Tidak hanya dibagian dinding yang tembus pandang, tapi juga yang lain. Khususnya lantai yang berada di bagian depan dekat dinding kaca. Bayangkan saja, bagaimana Anda bisa melihat area luar secara langsung. Melihat mobil-mobil, bangunan, pohon-pohon di luar yang tampak kecil, kerena Anda berada diketinggian 233 meter.

Bila Anda punya lemah jantung, lebih baik jangan coba-coba berjalan di lantai kaca tembus pandang ini. Pasalnya, beberapa peserta BorderPass juga ada yang tidak sanggup, dan sudah gemetar berjalan di lantai ini. Namun, tetap ada juga peserta yang malah narsis berfoto dengan background pemandangan kota Macau dalam ketinggian.

Selain mencoba keberanian berpijak di lantai ketinggian ratusan meter, di sini juga para peserta BorderPass bisa melihat detail sisi-sisi kota Macau melalui sebuah alat pembesar gambar. Saat menggunakan alat ini, pengunjung sekaligus akan dijelaskan secara singkat tentang kota Macau.

Lantai 58 tidak seberapa. Pasalnya, masih ada lantai tertinggi yang harus kami ‘cicipi’ untuk semakin menguji keberanian. Puas bermain-main di lantai 58, kami pun kembali naik lift, menuju lantai puncak, yaitu lantai 62.

Ketika lift terus berjalan menuju lantai 62, perasaan dag-dig-dug dalam hati kian menjadi. Seiring berjalannya lift, hati pun tak mau berhenti bertanya. “Bagaimanakah rasanya di lantai tertinggi?”

Tapi akhirnya semua rasa penasaran dan sedikit gentar itu terjawab. Pintu lift perlahan-lahan terbuka, dan akhirnya di depan mata kami terhampar pemandangan yang jauh lebih luas dan menegangkan.

Terutama di puncak Macau Tower ini, setiap pengunjung bisa melihat orang-orang yang sedang menguji nyali mereka. Pasalnya, di sini Anda diperbolehkan mengikuti uji nyali lewat olahraga Bungee Jumping, Skywalk X, Tower Climb, dan Sky- Jump. Asalkan, harus menggunakan perlengkapan keamanan yang memadai dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

BorderPass: Let's Get Lucky in Macau
Kegiatan olahraga extreme di Macau Tower, Skywalk X!

Pastikan sebelum ikutan kegiatan ‘nekat’ ini, Anda punya nyali yang cukup besar, soalnya yang dihadapi adalah ketinggian yang super, lho. Meski rombongan BorderPass tidak ada yang berani mencoba salah satu olahraga nekat ini, namun kami masih bisa melihat ketegangan demi ketegangan di area Macau Tower.

Berlakon sebagai penonton di antara ketegangan olahraga ekstrem, harus disudahi rombongan BorderPass Karena, kami harus ‘tahu diri’ kalau hari ini adalah jadwal kami kembali ke Hong Kong. Selain itu, Surti pun sudah gencar memanggil kami satu persatu.

Apa mau dibilang, kami hanya bisa nurut. Antusias melihat orang lompat, berlari di pinggiran tower, serta memanjati tower tertinggi di Macau itu pun harus kami tinggalkan. Saatnya untuk turun dan meninggalkan Macau Tower.

Perasaan puas adalah menjadi satu-satunya buah tangan yang bisa kami bawa pulang dari Macau Tower. Pasalnya, di tanah air belum tentu kami bisa menikmati dan melihat dari dekat ketegangan seperti ini. Thanks Macau Tower… « [teks & foto DonT_D4

to be continued

Artikel sebelumnya:
#1 Narsis di Avenue of Stars
#2 Berlibur ke Bauhinia Square dan The Peak
#3 Bersenang-senang di Venetian Square
#4 Menelusuri Wisata A Ma Temple
#5 Serasa Roma di Fisherman Wharf

SHARE