Keindahan Masjid Raya Baiturrahman

0
692
Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman mengalami tiga kali perluasan

Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman

Berdiri megah di ibukota Aceh, Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman menjadi tujuan wajib para wisatawan yang berkunjung ke Serambi Mekkah ini.

Memiliki luas keseluruhan 31 ribu meter persegi dan luas bangunan 4.760 meter persegi, masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini mampu menampung 13 ribu jamaah.

Tampak depan mirip dengan Taj Mahal di India. Ada kolam pancuran air bergaya Kesultanan Turki Utsmani di halamannya. Lantainya dari marmer buatan Italia. Gaya arsitekturnya ekletik yang berarti rancangan hasil gabungan berbagai unsur dan model terbaik dari berbagai negeri.

Dengan 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induknya, Masjid Raya Baiturrahman merupakan bangunan yang indah, hingga membuat negara Austria memiliki replikanya di Taman Minimundus [taman miniatur terbesar di dunia] dalam skala 1:25.

Berikut data perkembangan Masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini:

1612 – Pembangunan pertama masjid ini oleh Kesultanan Aceh di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam.

10 April 1873 – Masjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda.

9 Oktober 1879 – Pembangunan kembali Masjid Raya Baiturrahman oleh Belanda sebagai bentuk permintaan maaf karena melakukan pembakaran dan untuk meredam amarah rakyat Aceh.

1882 – Masjid Raya Baiturrahman selesai dibangun dengan hanya memiliki satu kubah.

1935 – Perluasan masjid pada bagian kanan dan kiri, dengan tambahan dua kubah oleh Jawatan Pekerjaan Umum.

1936 – Perluasan masjid selesai, dan kini memiliki tiga kubah.

31 Oktober 1957 – Ketetapan menteri untuk perluasan kembali Masjid Raya Baiturrahman.

1967 – Selesai perluasan yang kedua. Kini, Masjid Raya Baiturrahman memiliki tambahan dua kubah dan dua menara baru di di sisi barat. Sehingga total lima kubah dan dua menara.

1981 – Masjid diperindah dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional ke-XII, di Banda Aceh. Seperti penambahan dan perbaikan tempat wudhu dari porselen, tulisan kaligrafi Al-Qur’an dari bahan kuningan, dan instalasi air mancur di kolam depan.

1991 – Perluasan ketiga yang disponsori Gubernur Dr. Ibrahim Hasan.

1993 – Hasil dari perluasan ketiga ini adalah adanya penambahan dua kubah, dua menara, dan satu menara induk. Alhasil, totalnya sekarang memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk.

26 Desember 2004 – Masjid ini diterjang tsunami, dan hanya mengalami sedikit kerusakan akibat terjangan itu, padahal di sekitarnya terjadi kerusakan cukup parah. Saat tsunami, masjid ini menjadi tempat perlindungan banyak masyarakat baik Muslim atau pun non-Muslim. Perbaikan pun segera dilakukan seketika dampak tsunami mereda.

2008 – Renovasi selesai akibat kerusakan tsunami. Dan kini Masjid Raya Baiturrahman tak pernah sepi menjadi pusat aktivitas Islami di Banda Aceh.

Pada setiap Ramadhan, warga Banda Aceh biasanya ngabuburit di area Simpang Lima, Darussalam, atau Pasar Aceh untuk mencari takjil. Para pedagang takjil biasanya buka selepas Ashar hingga 19.30 dan kemudian berlanjut lagi usai tarawih sekitar jam 21.00 hingga 23.00. « [teks @bartno/dari berbagai sumber | foto courtesy of wisegeek.com]

Also read: Mengenal Tokoh Islam Kalimantan

SHARE