Cerita Konser 7 Gitaris di Salihara

0
110
Konser di Salihara
Konser di Salihara

Tujuh hari menuju kemenangan rakyat

Konser di SaliharaMenjelang tanggal 22 Juli mendatang, sejumlah pekerja seni dan pelaku industri kreatif mengadakan pagelaran seni untuk menyambut hasil pengumuman pemilu. Pagelaran yang berlangsung di Teater Salihara ini menjadi sebuah rangkaian acara yang berlangsung selama 7 hari 7 malam.

Ada tujuh gitaris yang mengisi acara di hari pertama. Ridho Slank, Abdee Negara, Dewa Budjana, Fia Pop The Disco, Gerald Situmorang, Titi Jalanan, dan Meng [Float]. Pesta rakyat ini dibuka pertama kali oleh Fia.

Jika biasanya dia tampil dalam format duo, kali ini Fia tampil solo. Wanita berambut pendek ini langsung ambil atensi penonton dengan melantunkan lagu “Imagine” milik John Lennon. Lagu ini menjadi semacam pesan kalau mimpi untuk Indonesia yang lebih baik itu dimiliki oleh semua yang hadir.

Tiap penampil hanya diberikan waktu maksimal 10 menit untuk menghibur. Jadi per gitaris maksimal hanya bisa membawakan tiga lagu saja. Gerald Situmorang, gitaris solo menjadi penampil setelah Fia pun hanya membawakan dua lagu instrumental ciptaannya. Setelah itu ada Titin “Jalanan”. Wanita ini perform membawakan juga dua lagu yang berkisah seputar anak jalanan.

Selain itu ada juga live perform mural yang ditunjukkan oleh Jay Subiakto pada latar belakang panggung berwarna putih. Jay naik dengan tangga dan menggambar di ketinggian empat meter dari tanah.

Dengan mengenakan pakaian serba hitam ia menggambar wajah korban penculikan ’98. Muka itu adalah milik Widji Tukul, penyair yang sudah dibungkam oleh rezim Orba. Di samping rupa itu ada kalimat yang bertuliskan “Masih Ingat saya Jendral?”

Konser di SaliharaTamu misterius itu Jokowi
Di permulaan acara, Olga Lydia dan Indra Bekti sempat menyiratkan jika akan ada seorang tamu misterius yang akan hadir. Penonton pun sempat menebak-nebak kalau tamu itu adalah Prabowo atau Fadli Zon. Tapi hanya untuk guyonan.

Dan ketika Titin sedang perform, tamu misterius itu menampakkan rupanya. Dia adalah Jokowi, capres yang didukung oleh pekerja seni dan pelaku industri kreatif.

Jokowi hadir dengan ‘seragam kerjanya’ sebuah kemeja putih polos dan celana bahan berwarna hitam. Kontan para penonton yang hadir makin riuh, mereka berebutan dengan para wartawan untuk mengambil foto. Para selebriti pun ikut berebut ingin selfie dengannya.

Acara pun dilanjutkan, Titin kembali memetik gitarnya dan menyanyikan lagu yang bercerita tentang kebesaran Indonesia. Sesudah penampilan Titin, Jokowi ‘ditodong’ oleh panitia untuk membubuhkan gambarnya di latar belakang panggung. Apapun bebas, asal itu dari goresan tangannya.

Penonton pun bersaut-saut memberikan saran untuk gambarnya. “Dua jari, Pak” “Gambar hati, Pak” dan “Garuda merah, Pak”. Bahkan ada yang mengolok-oloknya dengan candaan “Ciee gambar nih, ciee.. cieee”. Tapi capres itu malah tertawa.

Pada akhirnya, saran itu tak ada yang diikuti olehnya. Tepat di tengah latar panggung Jokowi menulis sebuah ide yang belum rampung dan butuh perbaikan sana-sini, “Indonesia”. « [teks dan foto[email protected]]

SHARE